
Key menarik nafas perlahan, mencoba menenangkan hatinya saat itu, dan berusaha bersikap biasa saja. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain, saat bertemu pandang dengan Radit.
Dan key berniat pergi ditengah pertemuan dua keluarga itu, Namun langkahnya terhenti.
"Hei sayang, kamu disini juga?" sapa seorang perempuan.
Dan key memperhatikan senyum nya, ternyata perempuan itu ada disana, perempuan yang waktu itu memintanya untuk mencoba sebuah baju.
"Iya Tante, key temani mami."
"Kalian udah saling kenal?" tanya mamanya Aliya.
"Iya Yanti, dulu mbak pernah minta tolong dengan gadis cantik ini, sewaktu membelikan Aliya baju."
"Apa, baju yang waktu itu aku coba ternyata untuk perempuan ini." ucap key dalam hati.
Key mencoba menhan hatinya yang terluka, tetap tersenyum meskipun terasa sakit.Dan key sadar, Aliya tidak salah, tapi dirinya lah yang salah mencintai calon suami orang lain.
"Sayang kenal kan ini anak Tante!" memperkenalkan Raditya.
"Iya Tante, Kami sudah saling kenal."
"Apa iya sayang?"
"Iya Tan, Tante boleh tanya sendiri dengan pak Radit.
"Iya ma, key magang dikantor Radit." Radit langsung membenarkan sebelum ditanya.
"Wah ,kebetulan sekali ya sayang."
"Iya Tante, Tante key permisi dulu ya, key ingin minum dulu."
"Iya sayang, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi."
"Iya Tante."
Key juga minta izin mamanya untuk pergi minum, Dia tak ingin lama-lama menatap sepasang kekasih itu, dia belum kuat untuk itu.
Key berjalan kemeja yang penuh dengan berbagai minuman, dia langsung saja mengambil segelas oranye juicy, dan berjalan kesebuah kursi tamu untuk duduk disana.
Dia menatap ke arah Radit yang saat itu sedang bersama Aliya, key menhan rasa sakit dihatinya, dia tak ingin menangis disana, pasti itu akan membuat dirinya terlihat konyol.
Key menghabiskan setengah gelas air yang baru di ambilnya, dia bukan haus, tapi tenggorokannya menjadi kering, karna menahan luka dihatinya.
Tak berapa lama dia menyendiri, suara seorang pria membuyarkan lamunannya saat itu, key mengarahkan pandangan ke arah suara.
"Key, apa saya boleh duduk disini?" Tanya pria tersebut yang tak lain adalah Arya.
"Silahkan saja."
"Kenapa sendirian disini?"
"Saya haus, jadi ingin minum."
"Hmmm."
__ADS_1
Keduanya diam, key sebnarnya gadis yang cepat akrab dengan siapapun, namun kali ini sedang ada yang mengganjal dihatinya. key hanya diam saja, bahkan terlihat Arya pun menjadi diam.
"Maaf mas Arya, saya mau ketemu mami dulu!"
"Iya, tidak apa-apa."
Key bangun dan berjalan mencari maminya, dan acara potong kue pun akan dimulai ,karena tamu istimewa yang ditunggu Aliya sudah datang.
Nyanyian selamat ulang tahun pun terdengar dinyanyikan oleh semua tamu, kecuali key, dia hanya diam, menatap Aliya yang saat itu didampingi oleh Radit.
Perih, Namun tak ada yang dapat key lakukan , karena memang dia datang terlambat, dan senadainya datang lebih cepat dalam kehidupan Radit, belum tentu dia jatuh hati pada key, saat itu key terus bicara dengan hatinya.
Menasehati dan menyemangati hati nya sendiri. Key membuang pandangan ke arah lain, saat Aliya menyuapi Radit dengan potongan kue pertama nya, key tidak menyangka kalau dengan satu kata saja hatinya bisa porak-poranda seperti sekarang ini, yaitu kata cinta.
"Mi, setelah acara potong kue ini kita pulang yok mi." ajak key.
"Kok pulang seh sayang, kita makan dulu tidak enak nanti dengan Tante Yanti."
"Tapi ma, kepala key pusing, key mau pulang dan istirahat." Saat itu memang key merasa kepalanya berat banget.
"Ya udah deh sayang, kita tunggu sebentar lagi ya."
"Iya mi."
Setalah acara potong kue selesai, key dan mami minta izin untuk pamit pulang pada mamanya Aliya dan Arya.
"Mbak Yanti, saya pamit duluan ya!"
"Kenapa terburu-buru, kita makan-makan dulu."
"Maaf mbak, key kurang sehat, kepala nya pusing, jadi biar key bisa istirahat."
"Tidak Tante, key hanya pusing saja, key mohon izin ya Tante."
"Tapi sayang, kamu belum lagi makan."
"Tidak apa-apa Tante, lain kali key main lagi kesini sama mami."
"Ya sudah hati-hati ya!".
"Iya Tante."
Key mencium tangan dan pipi perempuan yang bernama Yanti itu, Tanpa key sadari ada Radit yang juga memperhatikan dirinya. mungkin Radit bertanya-tanya kenapa key pulang cepat sekali.
Dan pada saat akan beranjak pergi, Arya pun datang mendekati mereka.
"Kamu mau pulang key?"
"Iya."
"Kok terburu-buru?"
"Iya Arya, mama juga bilang begitu, tapi katanya key kepala nya pusing."
"Apa key bisa bawa mobil, kalau enggak biar Arya yang antar."
__ADS_1
"Bisa kok, kan enggak jauh dari sini."
"Ya sudah ,kamu hati-hati ya key."
"Terimakasih!" Key memperlihatkan senyumnya kepada arya, dan menggandeng tangan mami nya untuk pergi dari sana.
Arya saat itu hanya bisa menatap punggung gadis yang baru dikenal nya itu, begitu juga dengan Radit menatap kepergian nya key.
Radit pun terlihat pergi meninggalkan Aliya bersama mama nya dengan alasan ke toilet, Namun sebenarnya Radit malah menyusul key keluar.
"Key!" panggil Radit.
Key berhenti dan mengalihkan pandangannya ,ke arah suara yang memanggilnya.
"Kamu mau pulang?"
"Iya."
"Boleh kita bicara sebentar?"
"Maaf ini kan bukan jam kantor kalau ada masalah, besok saja dibicarakan." jawab key dan melangkah untuk pergi.
"Key tunggu dulu, saya masih bicara."
"Sayang, tidak apa-apa, mami tunggu dimobil aja, tidak baik pergi saat ada orang mengajak bicara."
Akhirnya key menurut, setelah mendengar perkataan maminya, key menghentikan langkahnya dan berbalik arah menghadap Radit.
"Apa yang mau bapak bicarakan?"
"Key kita sedang tidak dikantor, kamu bisa panggil saya mas saja."
"Maaf pak, tapi saya tidak terbiasa."
"Key, jangan seperti ini, kenapa kamu seakan begitu marah dengan saya, apa kesalahan saya?"
"Tidak ada, dan saya pun tidak marah, saya hanya menempatkan diri saya sebagai seorang bawahan kan?"
"Key, saya minta maaf kalau apa yang saya katakan menyakiti perasaan kamu, Dan saya tidak berniat begitu, tapi itulah kenyataannya."
"Saya tau, dan saya sangat paham, jadi pak Radit tidak perlu mengulanginya lagi."
"Tapi key, tolong jangan bersikap sepeti orang asing, Sudah dua bulan kita bekerja sama, jangan tiba-tiba membuat jarak begini."
"Maaf pak, memang pada kenyataannya kita berjarak, berbeda status, dan juga berbeda pandangan."
"Tolong key, saya menjadi tidak nyaman bekerja seperti ini."
"Memang lebih baik begitu kan? jangan membuat orang lain nyaman kalau untuk menyakiti hatinya, Ini sudah malam saya permisi."
"Key tunggu!"
Key tak lagi meperdulikan Radit yang memanggil dirinya, dia langsung masuk ke dalam mobil ,tanpa bicara apapun pada maminya, key langsung melajukan mobilnya menembus jalan raya.
Mami terlihat hanya diam, dan tak ingin bertanya apapun, apalgi melihat key yang berbeda dari biasanya, sekitar empat puluh menit, mobil key sudah terparkir sempurna di garasi rumah mereka.
__ADS_1
Key turun dan masuk duluan, setelah bicara pada Maminya kalau dia ingin istirahat, sebnarnya saat itu mami ingin bicara dengan key, dia juga penasaran, apa sebenarnya yang terjadi antara putrinya dan CEO muda itu?
Namun mami key, mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena menurutnya lebih baik dia memberikan key waktu.