
Key langsung berlari ke kamar mandi untuk mencuci mukanya, apa dia sedang bermimpi kenapa bisa melihat Radit didepan kamar nya.
Tapi rasanya itu bukan mimpi, karena key juga melihat bik Minah datang, tapi untuk apa Radit datang ke ruang nya, bahkan ke kamar nya, dan satu hal lagi, dari mana pria itu tau alamat rumah nya.
Key membersihkan wajahnya, dan berjalan perlahan ke pintu kamar nya, dia ingin memastikan apakah benar yang dia lihat adalah Radit, atau hanya terbawa mimpi karena dia sedang marah dengan pria itu.
Key memutar gagang pintu kamarnya perlahan, menarik nafas panjang dan menghembusnya dengan kasar. dan key menarik gagang pintu itu sampai terbuka lebar, Dan mulutnya kembali ternganga ternyata benar Radit yang berada disana, dia masih berdiri tegap didepan pintu kamar Kayra.
Key pun berusaha menutup kembali pintu kamarnya, namun ditahan oleh Radit, dan tentu saja tenaga Radit lebih kuat dari dirinya.
Pintu nya pun Kemabli terbuka dengan lebar, key menatap Radit dengan tatapan kesal, namun lelaki itu hanya bersikap biasa saja ,seakan tak terjadi apa-apa diantara mereka berdua.
Key pun akhirnya berjalan keluar kamar melewati Radit, dan Radit dengan sigap menahan tangan gadis itu, dan mencoba melakukan tangannya.
"Lepaskan tangan saya, dan jangan bersikap kurang ajar dirumah saya."
"Saya hanya ingin bicara!"
"Lalu, apa pantas seorang pria asing yang sudah memiliki calon istri datang ke kamar perempuan lain." ucapa key dengan tatapan tajam.
"Saya sudah katakan , saya hanya ingin bicara."
Key tidak memberikan jawaban apapun, dia menghentakkan tangan Radit yang masih memegang pergelangan tangan nya, dan pergi ke lantai dasar rumah nya.
Begitu juga dengan Radit, dia juga ikut menyusul key, dan membiarkan pintu kamar key terbuka begitu saja, Dan Radit menemukan key di ruang tamu sedang bicara dengan pelayan dirumah nya
"Bik, lain kali jangan biarkan orang asing masuk kerumah kita, apalgi Samapi ke kamar key " ucapa key pada bik Minah, namun dengan nada suara tenang."
"Maaf kan bibik non."
"Kamu jangan memarahi nya, saya yang berinisiatif untuk masuk dan ke kamar kamu."
"Inisiatif macam apa itu, tidak masuk akal."
__ADS_1
Bik Minah melihat kedua nya berdebat Oun langsung pergi ke belakang, dia Memeng tidak tau siapa pria yang datang kerumahnya, namun dia yakin pria berjas itu bukanlah orang jahat.
"Kayra, saya kan sudah katakan ,hanya ingin bicara dengan kamu saja."
"Tapi saya rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan, dan jangan membuat keributan dirumah saya."
"Key tolong kasih saya waktu sebentar saja, kita memang perlu bicara, jangan permasalah di antara kita malah menjadi berlarut-larut."
"Tapi saya tidak ingin bicara apapun."
Key berjalan ke arah pintu utama, namun baru berpa alangkah key berjalan Radit Kembali menahan tangannya.
"Key, tunggu jangan seperti itu, jangan kekanak-kanakan seperti ini."
"Saya sudah bilang ,tidak ada yang perlu dibicarakan, lebih baik bapak pergi dan jangan pernah datang lagi kerumah saya."
Sat keduanya sedang berdebat, pintu utama pun terbuka disana terlihat maminya key yang baru pulang dari butik, mendengar suara putrinya yang sedikit keras mami langsung masuk dan melihat ada Radit disana.
"Mi, sekarang mami bilang sama orang dihadapan key ini untuk pergi dari sini."
Mami sedikit terkejut melihat sikap putrinya yang tidak pernah tidak sopan dengan tamu yang datang kerumahnya, apalagi ini yang datang adalah CEO perusahaan ditempat key magang.
"Sayang, jangan seperti ini, tidak baik bicara begitu kepada tamu, semuanya bisa dibicarakan baik-baik kan?"
Mami menyentuh kedua pipi putrinya, yang saat itu terlihat begitu marah, key terdiam menatap lurus kedepan.
mami menggenggam tangan putrinya dan membawanya untuk duduk diruang tamu, merangkul key dan mencoba menenangkan nya, dan Radit yang tadi masih berdiri ditempatnya pun, menjadi serba salah, sebenarnya niat Radit hanya ingin bicara, tapi Radit paham mungkin key begitu marah padanya karena sikapnya pagi tadi dikantor.
Rafit berjalan ke arah sofa yang ada dihadapan key, dan duduk disana. dia menatap key yang saat itu sudah sedikit tenang.
"Sayang, dengarkan dulu penjelasan dari pak Radit, mami memang tidak tau ada permasalahan apa diantara kalian berdua."
key masih diam, dia bahkan tak ingin bicara apapun saat itu, tapi apakah begitu egoisnya dia karena tak ingin bicara dengan Radit.
__ADS_1
"Sayang, pak Radit sampai bela-belain datang kesini berarti ada niat baik dari dia untuk menyelesaikan permasalah kalian."
Radit masih diam, dia pun tidak tau harus bicara apa, bahkan kadang dia bingung kenapa dia sampai memutuskan untuk kerumah key. melihat keduanya diam mami pun memutuskan untuk pergi dan memberikan waktu untuk mereka bicara.
"Sayang mami tinggal ya, bicaralah baik-baik."
Key diam, dan membuang pandangannya ke arah lain, begitu juga dengan Radit diam, namun tatapannya lurus ke arah key, baru kali ini Radit merasa kehilangan aktif dirinya, dia yang bisa tegas, namun hari ini tidak bisa melakukan itu terhadap Key.
Malah dia sendiri yang mencari key untuk membicarakan yang terjadi tadi pagi dikantor. Radit menarik nafas panjang, dan membuangnya pelan.
"Key, tolong dengarkan saya, Dan jika setelah ini kamu masih ingin marah silah kan!"
Key masih diam, dan tak ingin menatap ke arah Radit, rasa kecewa luar biasa dia rasakan, dia tak menyangka Radit akan menghina dirinya seperti tadi pagi.
"Saya tau, saya sudah keterlaluan terhadap kamu tadi pagi, saya minta maaf, tolong jangan seperti ini pergi begitu saja dari kantor."
Namun key masih diam, walupun Radit sudah bicara panjang lebar dengan dirinya, karena menurut key apa untungnya untuk pak Radit menjelaskan semuanya kepada key, padahal key tau kalau Radit memang menganggap nya murahan.
"Key tolong maafkan saya, dan besok kembalilah ke kantor."
"Tapi saya tidak ingin kesana lagi."
"Apa maksud kamu, masa magang kamu masih belum berakhir kan?"
"Terserah bapak ingin memberikan nilai sepeti apa terhadap saya ,dan jika saya tidak lulus berarti itu memang takdir saya."
"Tapi key jangan bicara begitu, jangan perpanjang Maslah ini, saya sudah mengakui kalau saya salah."
Key masih membuang pandangannya, dia merasakan matanya panas, ada Ir yang mulai membasahi pipinya, dai tak menyangka jatuh cinta membuat perubahan pada hidup dan hatinya, dia yang kuat dan tegar dalam agak apapun ,malah menjadi gadis yang cengeng.
Radit yang melihat key menangis ,pindah posisi duduk nya, kehadapan key, ke arah pandangan key, Radit bisa melihat dengan jelas gadis itu menangis.
Radit memberanikan diri menggenggam jemari key, mengangkat dagu gadis itu, dan menatap nya , ada rasa bersalah dihatinya, apakah key akan memaafkan Radit dan Kemabli ke kantornya?
__ADS_1