CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Malam itu, key mulai merasa takut karena berada dijalanan malam-malam seorang diri, apalagi, jalan yang saat ini dimana key berada sedikit sepi.


Maklum saja rumah Rita sedikit jauh dari jalan raya, key yang melihat pengendara motor itu mulai mendekat, rasa takutnya semakin besar.


Key membuka pintu mobil dan ingin masuk kedalam, namun belum sempat key masuk dua pengendara motor itu langsung menghalangi nya.


"Siapa kalian?" tanya key.


Dia tak bisa melihat wajah orang itu karena jalanan yang sedikit gelap, Dan mereka juga memakai helm.


"Serahkan dompet dan kunci mobil ini!" perintah kedua lelaki tersebut.


"Jangan macam-macam ,saya bisa teriak supaya orang-orang datang kesini." Ancam key.


" Dialah kan saja, apa kamu tidak tau kalau jalanan ini sepi?"


Lelaki itu menarik tangan key lebih keras, dan saat ini key tangannya di pelintir kebelakang, key yang tidak tau harus apa, mulia berteriak.


Namun kedua laki-laki itu malah menertawakan dirinya, karena tak ada yang datang, ternyata key memang dalam bahaya, dia semakin takut.


"Kalau kamu ingin selamat berikan kunci mobil dan barang-barang berharga"


Mungkin key tidak khawatir dengan mobilnya, karena mobil itu ban nya kempes. Key mencoba melepaskan dirinya, namun kekuatan lelaki itu tidak bisa key melawannya.


"Jangan terus memberontak, karena kalau kamu tidak bisa diam, kami bisa melakukan hal-hal yang diluar dugaan."ancam lelaki itu lagi.


"Tolong lepaskan saya, saya akan berikan semuanya ." ucap key.


"Kamu jangan macam-macam!"


"Saya hanya ingin mengambil barang-barang saya didalam mobil."


"Tidak perlu, kamu buka saja kuncinya!"


Ternyata, mereka bisa membaca apa yang dipikirkan key, bagaimana nasibnya malam ini, key tidak perduli dengan hartanya saat itu, tapi bagaimana jika mereka melakukan sesuatu yang fatal kepada dirinya.


"Buka pintunya!"


Key akhirnya menurut ,dia tidak Bernai melawan lagi, karena memang tidak ada siapa pun disana.


Membiak pintu mobil, lelaki yang satu lagi mendekat ke arah mobil key, dan mengambil tas yang key bawa saat itu, mereka membongkar isi tas key, Dan mengambil uang yang ada didalam tas.


Namun mereka tidak menemukan satu Oun kartu ATM didalam tas tersebut, dan tentu saja itu karena key tidak pernah menyimpan semua kartu itu didalam tas nya.


Mereka membuang tas key ke jalanan, dan mengobrak Abrik mobil key. dan saat lelaki yang memegang dirinya sedikit lengah karena ingin membantu temannya ,key pun langsung mengeluarkan handphone nya yang saat itu berada dikantong jeans miliknya.


key menekan icon memangil di handphone nya, bahkan key tak tau nomor siapa yang dia telpon, dan lelaki yang sedang memegangi sebelah tangan key mendengar suara panggilan telpon.


Dia menatap key dan saat itu key masih memegangi handphone nya, dan lelaki tersebut mencoba mengambil handphone key, namun key melawan dan memijak kaki lelaki itu.


Key berniat lari, tapi karena terlalu takut key pun terjatuh , jalanan juga sedikit licin karena sedang hujan.


Key berteriak minta tolong, Dan ternyata saat itu key tidak menyadari kalau orang yang dihubunginya sudah menjawab telpon, namun key Hanay terus minta tolong.


Kedua begal tadi pun menangkap key, dan menodongkan pisau ke arahnya, key benar-benar sangat takut, dengan masih menggenggam handphone nya.


Dan begal yang kesal dengan key yang terus teriak-teriak pun membekap mulut key dan memintanya diam.

__ADS_1


Key terus meronta karena kehabisan nafas dan key pun jatuh pingsan. dan begitu terbangun key sudah berada di sebuah ruangan yang berbau obat.


"Dimana saya?" sayup-sayup terdengar suara key yang baru sadar.


Seorang pria yang mendengar suara key pun langsung mendekat, dan tentu saja pria itu adalah orang yang ditelpon key malam tadi.


"Key ,kamu sudah sadar?"


Key mencoba membuka matanya Kemabli, mata yang masih terasa begitu berat, Dan memperjelas penglihatannya.


"Pak Radit!" ucap key lirih.


Karena memang kondisinya masih sangat lemas, dia merasa kepala nya pusing, dan tangannya terasa sakit. key mencoba mengingat kejadian malam tadi, namun dia tak mengingat ada Radit disana.


"Kenapa pak Radit ada disini?" tanya key lagi.


"Lebih baik kamu istirahat dulu, kondisi kamu masih belum pulih jangan banyak bicara dan jangan banyak bergerak." jawab Radit.


"Kenapa pak Radit tidak jawab, kenapa pak Radit ada disini?"


"Saya akan panggilkan dokter dulu , biar kamu diperiksa."


Radit bukannya menjawab tapi malah mengalihkan pembicaraan, apa key lupa kalau malam tadi menelpon dirinya dani ta tolong? begitulah pikir Radit saat itu.


Radit menekan tombol darurat, agar dokter segera datang keruangan key, Karena key memang harus segera diperiksa, Agar tau kondisinya.


Tak berapa lama, dokter pun masuk ke ruang rawat key, dan memeriksa kondisi key saat itu.


"Bagaimana dokter?" tanya Radit.


"Semua baik-baik saja, mungkin mbak Kayra hanya sedikit kaget."


"Iya sama-sama."


Dan pada saat dokter akan pergi meninggalkan ruangan key, key pun bertanya kepada dokter.


"Dokter, siapa yang membawa saya kesini?"


"Pacar mbak Kayra yang membawa mbak kesini." jawab dokter dengan senyuman.


"Pacar dok?"


"Iya, mas Radit lah yang membawa mbak kesini, dan beruntung mas Radit datang tepat waktu."


"Terimakasih dokter."


Key diam, dan ternyata yang menolongnya adalah Radit, tapi kenapa bisa Radit, apalagi dokter Samapi berpikir kalau Radit adalah pacarnya .


"Pak Radit!"


"Hmmm!" jawab Radit.


"Kenapa pak Radit bisa membawa saya kerumah sakit?"


"Apa kamu benar-benar amnesia key?"


"Maksud bapak?"

__ADS_1


"Malam tadi kamu yang menelpon saya, dan meminta tolong, beruntung saja saya bisa menemukan lokasi kamu key, Kalau tidak!"


Radit tak melanjutkan perkataan nya, karena dia tak ingin mengatakan pada key, kalau dia hampir saja dinodai oleh dua orang yang ingin membegal dirinya.


Dan Radit takut kalau key tau, itu bisa menjadi trauma tersendiri untuk key, jadi Radit akan menyimpan semuanya sendiri, yang penting key sudah aman, dan tidak terjadi apapun padanya.


"Kalau tidak apa pak? kenapa tidak dilanjutkan?"


"Tidak, kalau saya terlambat datang, mereka sudah membawa kabur barang-barang kamu key."


Key terdiam sesaat, dia pun tidak mengerti kenapa disaat dia dalam kesulitan malah nomor Radit yang ditelpon nya, padahal bnyak nomor orang lain disana, dan key ingat kalau itu tidak sengaja.


"Terimakasih ya, pak Radit sudah menyelamatkan saya."


"saya senang masih bisa menolong kamu key."


"Apa mami dna papi tau?"


"Malam tadi saya mencoba menghubungi mereka mungkin karena mereka sudah istirahat tidak mendengar telpon saya."


"Mami dna papi pasti khawatir pak."


"Saya sudah mengirimkan pesan, mungkin pagi ini mereka sudah tau."


"Sekali lagi terimakasih pak Radit, tapi apa saya belum boleh pulang?"


"Kata dokter, lebih baik kamu istirahat dulu disini, agar dokter bisa mengontrol kondisi kamu."


"Tapi saya tidak apa-apa pak!".


"Sudah jangan bandel."


Key pun diam, Dan.terlihat cemberut, bibirnya pun manyun, dia tidak suka dirumah sakit."


"Sudah tidak usah begitu, nanti orang bisa salah paham."


"Apaan enggak lucu!" jawab key kesal.


"Key!" panggil Radit.


Key Hanay menatap Radit tanpa menjawab.


"Key kamu dengar tidak tadi dokter yang memeriksa kamu saja memanggil saya dengan sebutan mas."


"Iya dengar ,lalu ?"


"Jangan panggil saya pak, saat ini saya tidak lagi atasan kamu."


"Tapi saya sudah terbiasa."


"Kalau begitu biasakan panggil mas."


"Kenapa jadi maksa?"


"Saya tidak memaksa, tapi meminta."


"Sudah lebih baik kamu istirahat, saya mau keluar sebentar untuk sarapan."

__ADS_1


Radit meninggalkan key diruang rawat dan pergi untuk sarapan pagi, dia sebnarnya ingin menelpon ke kantor polisi, bertanya tentang begal yang ditangkap malam tadi.


Akankah setelah ini, Radit dan key menjadi dekat?


__ADS_2