
Saat itu Radit menatap ke arah key dari ruangannya, Namun key yang sempat bertatap dengan Radit langsung membuang pandangannya, key tak ingin kalau Radit juga marah dengan dirinya.
Radit terlihat pergi dari ruangannya, key menahan nafasnya, bagaimana kalau Radit malah mendatanginya, dan marah kepadanya.
Namun dugaan key salah Radit malah pergi dan key tidak tau kemana, karena Radit tidak masuk keruangan dirinya.
Karena penasaran dengan apa yang terjadi, key langsung keluar dan melihat Daniel masih dimeja nya.
"Kemana pak Radit?"
"Tidak tau." jawab Daniel.
Dan key berpikir mungkin saja dia pulang, pak Radit nampak ya sedang ada masalah.Key kembali ke ruangannya, menyelesaikan tugasnya sampai waktu pulang ,key tak melihat lagi Radit dikantor.
Key langsung pulang dan seperti biasanya key langsung beristirahat.
Hari-hari terakhirnya dikantor Rafit dilalui key dengan mudah, karena dari sejak kemarahan Radit , Key tak lagi bertemu Radit dikantor, bahkan tepatnya Radit tak pernah datang ke kantor.
Setiap ada pekerjaan, Daniel yang akan membawakan berkasnya pulang, mungkin itu menjadi sedikit lebih mudah untuk key, dengan begitu dia bisa belajar untuk melupakan perasaan nya kepada Radit.
Namun anggapan Key itu salah, dia malah Merakan kehilangan Radit di detik-detik terakhir Meraka bersama, ada rasa rindu di relung hati key saat itu.
Walupun hampir setiap hari Kevin datang untuk mengajaknya makan siang, mungkin itu dilakukan untuk bisa dekat dengan key, dan mungkin juga agar key bisa membuat hatinya untuk Kevin.
Namun Key malah gundah, tak bisa melihat Radit, bahkan kadang key mengutuk perasaan nya saat itu, tidak seharusnya dia masih mengharap Radit.
Hari ini adalah hari terakhir, dimana key berada kantor nya Radit, namun Radit belum juga terlihat datang, key terus menatap kursi yang biasa ditempati oleh Radit.
Berharap orang yang begitu dirindukan, dan mungkin detik terkahir dia berada disana, dia kan bisa bertemu Radit, namun ternyata harapan hanya tinggal harapan saja, sampai sore hari Radit tak juga datang ke kantor.
Key datang kemeja Daniel untuk membicarakan masalah laporan kerjanya selam tiga bulan.
"Mas Daniel!"
"Iya key."
"Mas, hari ini key sudah selesai melakukan tugas magang, sesuai surat yang dilayangkan kampus ke perusahaan ini."
__ADS_1
"Iya key, tadi si bos pesan, Terimakasih untuk semua kerja keras kamu disini key."
"Pesan?"
"Iya, dan bos juga minta maaf jika punya dengan kamu, dan ini laporan hasil kerja kamu."
Daniel memberikan sebuah laporan yang sudah dibuat ,dan ditanda tangani oleh Radit, Berarti selesai sudah semua tugas key disana.
Namun yang key tak habis pikir, kenapa Radit tidak datang, bahkan hanya menitip kan pesan kepada Daniel untuk meminta maaf.
Namun key menepis pemikirannya yang jelek tentang Radit, key berpikir mungkin saat ini Radit sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
"Mas Daniel, sampai kan juga permintaan maaf key, dan terimakasih telah menerima key dengan baik disini."
"Key saya heran dengan kamu dan juga di bos, kalian apa saling tidak punya nomor handphone?"
Key hanya diam, dia tak ingin menelpon Rafit, karena sepertinya Radit pun tak ingin bicara dengan dirinya, karena malah menitipkan pesan kepada Daniel .
"Ya sudah mas Daniel, key pamit ya, terimakasih."
Key menjabat tangan Daniel dan pergi dari sana, dan ternyata dibawah sudah ada para staf lain yang sudah menunggu key.
Key pun pergi dari sana, walupun masih ada yang mengganjal dihatinya, bahkan saat itu ada yang hilang dari hatinya.
seharusnya key bahagia, Radit melepas dirinya tanpa beban apapun, namun key malah merasa kehilangan Radit.
Mungkin ini pertanda untuk nya kalau memang dia harus melupakan Radit dan mencoba membuka hati untuk dirinya pria lain.
Namun key belum bisa melakukan hal itu, key sore itu pulang kerumah membawa kegundahan hatinya, apakah Radit marah dengan dirinya Samapi tidak ingin bertemu dengannya, bahkan di detik terkahir dia magang dikantor Radit.
Key malam itu beristirahat di kamarnya, iseng key membuka -buka galeri yang ada di handphone nya, banyak foto dirinya dan Radit, saat sebelum dia mengungkapkan perasaan nya kepada Radit.
Key tersenyum melihat foto penuh keakraban antara dirinya dan Radit, namun akhirnya hancur karena perasaan nya.
Tapi yang key bingung kenapa setelah menolak dirinya, sekarang malah Radit yang menyatakan cinta nya kepada key, disaat key sudah terlanjur kecewa dan ingin menjauh dari Radit.
Apalagi, Radit memang jelas-jelas Sudah memiliki Aliya yang akan dinikahi nya, apa saat ini Radit sedang mempermainkan perasaan nya?
__ADS_1
Key menyimpan handphone nya, menyandarkan tubuhnya ke tumpukan bantal yang ada dibelakang nya.
Begitu rumit cinta yang sedang dia rasakan, bahkan dia Sampai pernah berpikir untuk menjadikan Kevin sebagai pelarian , agar bisa melupakan Radit.
Namun malah key belum bisa melakukan itu, saat ini key malah takut kalau akan menyakiti hati Kevin juga. malam itu Kevin menelpon dirinya, untuk pergi besok malam ke acara pertunangan sahabatnya.
Key pun tak dapat menolak, dia akhirnya setuju untuk menemani Kevin. walaupun key tidak suka ke pesta namun saat ini sepetinya key harus terbiasa, mungkin dengan begitu akan lebih mudah untuk move on dari Raditya.
Key mencoba memejamkan matanya malam itu, mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, dan mungkin mulai besok key, akan kembali untuk fokus pada kuliah nya.
Dan key menggeliat kan tubuhnya, ternyata dia sudah tidur begitu lama, key langsung bangun dan membersihkan dirinya, seperti biasa key akan melakukan kegiatan rutinnya lari pagi, apalagi hari ini key sedang tidak da kegiatan.
Hari ini dilalui key dengan berbagai beban dipikirannya, apalagi nanti malam dia harus pergi untuk menemani Kevin ke acara pertunangan sahabatnya.
Key memang sudah mempersiapkan gaun untuk nya malam ini, tentu saja gaun dari butik maminya, yang begitu cantik dan pas ditubuhnya key.
Key melirik jam dinding yang menempel di kamarnya, sudah hampir jam 07.00 malam, namun key masih duduk setelah mengenakan baju berwarna navy, gaun yang begitu indah, tidak terbuka namun begitu elegan dipakai oleh key.
Dengan malas, key berjalan ke meja rias miliknya, memoles wajah nya dengan sederhana, ternyata kebersamaan nya dengan Radit, banyak merubah gaya hidupnya.
biasanya key yang selalu menolak kalau disuruh menggunkan gaun, namun sekarang bukan hal yang aneh lagi untuk dirinya.
Key saat itu memang ingin mencoba memantaskan diri sebagai seorang perempuan, namun ternyata dia malah salah telah jatuh cinta dengan Radit.
Setalah selesai memoles tipis wajahnya, key langsung turun kebawah, dia takut kalau Kevin akan menunggu, karena dia tau menunggu itu paling membosankan.
Namun ternyata Kevin memang selalu lebih cepat dari.dirinua, dokter tampan itu sudah duduk diruang tamu bersama kedua orang tua key.
"Mas sudah lama?" tanya key?.
"Tidak,kamu sudah siap?" tanya Kevin.
"Sudah mas."
"Kita berangkat sekrang?" tanya Kevin lagi.
Key mengangguk tanda setuju, Key dan kevin langsung berpamitan kepada kedua orang tua key, Sebenarnya kedekatan Kevin dan orang tua nya membuat key takut mengecewakan Kevin.
__ADS_1
Tapi akan kah key bisa membuka hatinya untuk dokter tampan itu?