CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Wisuda kelulusan


__ADS_3

Setelah melewati banyak proses, akhirnya key Samapi juga dihari ini ,hari yang selama ini ditunggu key, wisuda kelulusannya.


Key tampil dengan begitu cantik, dengan balutan baju berwarna peach, rambutnya yang disanggul memperlihatkan lehernya yang jenjang dan putih.


Key yang begitu anggun sudah berada dikampusnya bersama kedua orang tua key, satu persatu para peserta wisuda hadir bersama kelurganya.


Hari itu key Hanya membawa mama nya ,dia ingin menikmati acara wisudanya, tania memikirkan hal-hal yang membuatnya tidak nyaman.


Bahkan Kevin pun tidak diundang sama sekali oleh key, dia beralasan pada kedua orang tuanya, dia ingin merayakan kelulusan nya Hanay dengan merek orang yang telah berjuang untuk kuliah nya.


Semua tamu dan peserta wisuda memasuki aula, karena acara akan diadakan disana, satu persatu rangakaian acara mulia berjalan. key duduk berdampingan dengan Rita.


Dan akhirnya acara puncak pun tiba, mereka akan menerima ijazah dan juga piagam penghargaan bagi mahasiswa atau mahasiswi terbaik.


Satu persatu nama peserta wisuda mulai dipanggil untuk naik ke panggung, Sampi akhirnya nama key dipanggil, Kayra berjalan dengan anggun menaiki panggung megah itu, dan hari itu key juga menjadi mahasiswi terbaik dengan lukisan cumlaude, semua yang hadir bertepuk tangan dengan meriah.


Dan memang sudah menjadi rahasia umum kalau key itu adalah mahasiswi terbaik dikampusnya, dari sejak dia memijakkan kakinya di fakultas management Bisnis.


Tak ada yang meragukan kepintarannya, key memang beruntung dalam pendidikan nya, Bahkan key juga terlahir dari keluarga berada, namun takdir cinta tak memihak kepada dirinya.


Dan disebuah kursi tamu yang hadir, seseorang sedang tersenyum melihat apa yang diraih key hari ini, dan seandainya dia bisa mungkin dia ingin pada hari ini menemani gadis cantik itu diatas panggung.


Namun itu tak bisa dia lakukan, dan dia Hanay bisa menatap dari kejauhan, gadis yang dicintainya sedang tersenyum didampingi kedua orang tuanya.


Raditya, ternyata keputusannya, menolak pernyataan cinta key saat itu, malah membuatnya menderita, begitu gadis itu dibiarkan lepas, dia terus pergi menjauh darinya.


Rangakaian acara terus saja berjalan, sampai akhirnya, acara makan bersama pun telah dimulai, key dan Rita pun pergi untuk berfoto bersama teman-teman dan dosennya.


Dan pada saat yang bersamaan, dosen pembimbing key pun tiba, dia ingin berfoto dengan key untuk kesempatan terakhir dikampus, dan yang membuat key terdiam ditempatnya, dia datang bersama Radit.


"Key, kita foto bersama ya, ada Pak Radit juga.!"


"Tidak usah pak, saya kan Hanya tamu ,bukan dosen." jawab Radit setelah melihat ekspresi dari key.


Sekarang Radit sudah banyak berubah, dia tak lagi egois seperti dulu, bahan kali ini dia tak ingin membuat key tidak nyaman, dan dia mencoba menolak permintaan dosen nya key.


"Sudah pak, biar ada kenang-kenangan, bukan kah mahasiswa ini pernah magang ditempat bapak?" jawab dosen key.


Dan akhirnya Radit tak dapat menolak nya, key dan Rita masih diam ditempatnya, saat fotografer yang disediakan kampus mengarahkan mereka untuk berposisi dengan benar.


Dan saat itu Radit masih berdiri disamping dosennya, Sampai salah satu dari mereka diminta berpindah ke ujung.Dan dosen key langsung mengambil posisi disamping Rita.


Sehingga membuat key dan Radit menjadi berdampingan, key merasakan detak jantungnya tak karuan, dia sampai kesal sendiri kenapa jantung ini tak pernah berubah detak nya disaat dia berdekatan dengan Radit.


Dan begitu juga dengan Radit, dia menjadi gelisah sendiri, dia khawatir kalau key menjadi tidak nyaman, namun dia juga merasa bahagia, ternyata takdir memberikannya kesempatan untuk berdampingan dengan key dihari bahagianya.

__ADS_1


Fotografer mulai memberikan aba-aba, dan key sudah berusaha untuk tenang, supaya fotonya cepat selesai, namun fotografer terus meminta berpose ulang, katanya Radit terlalu kaku, key tidak terlihat senyum.


Sampai pada akhirnya Rita memutuskan untuk berfoto berdua dulu dengan dosennya, dan Radit akan berfoto dengan key.


Keduanya mencoba tersenyum ke arah kamera, walaupun dengan hati dan pikiran masing-masing yang masih menerawang.


"Pak Radit, lebih dekat lagi dengan mbak Kayra!" minta fotografer.


Dan karena terlalu gugup key hampir saja terjatuh, dan dengan sigap tangan kokoh Radit menangkapnya, dan pada kesempatan itu sang fotografer langsung membidik kameranya, dengan posisi key dan Radit saling berhadapan dan saling menatap.


Tatapan itu berlangsung lama, karena keduanya larut dalam perasaan masing-masing, Rita yang berada disamping mereka pun berpura-pura batuk, supaya acara saling tatap itu selesai.


Dan tentu saja key langsung membenarkan posisi berdirinya, dan terlihat salah tingkah, begitu juga dengan Radit, sepetinya kedua nya sedang berbunga-bunga hatinya.


Andai saja , mereka bisa bersama mungkin mereka akan bahagia, namun itu begitu sulit.


Key ingin pergi meninggalkan Radit, namun Sura panggilan dai Radit menghentikan langkahnya.


"Key, selamat ya akhirnya kamu lulus." Radit mengulurkan tangannya ke arah key.


Dan key berbalik dan menatap wajah Radit, key tak kuasa rasanya menahan kerinduannya, pada Radit lelaki yang selam beberapa bulan ini terus dia hindari, tatapan mata itu begitu dirindukannya.


key berjalan mendekat ke arah Radit, Dan menyambut ukuran tangan dari Radit.


Sesaat keduanya saling menatap, tepatnya saling melepaskan kerinduan, Radit yang juga begitu merindukan senyuman gadis dihadapannya, yang seakan dan menghipnotis dirinya.


"Pak Radit saya harus pergi bertemu mami dan papi." ucap key.


"Oke!" Radit melepaskan tangannya yang masih menggenggam jemari key.


Key tersenyum ke arah Radit dan pergi dari sana, ada yang kembali hilang di relung hatinya, namun Radit tak bisa apa-apa.


Namun didalam hati Radit memohon untuk bisa dipersatukan dengan key, gadis yang sangat dicintainya.


Dan mungkin hanya dirinya dan key yang memahami perasaan mereka saat ini, dan Radit juga bisa merasakan, kalau key masih menyimpan dirinya didalam hati.


Key menemui kedua orang tuanya, dan ikut menikmati hidangan yang telah disiapkan, key nampak diam, dia masih memikirkan Radit, sejauh apapun dia menghindar, namun takdir terus menerus mempertemukan mereka berdua.


Namun takdir tidak menyatukan mereka, mungkin saat ini key sedang diminta untuk lebih ikhlas dan sabar begitulah pikir key, dan mami yang melihat putrinya melamun , merasa ada yang lain dengan key.


"Sayang kamu kenapa?" tanya mami sambil menyentuh pundak key.


Key sedikit kaget, karena memang dirinya sedang memikirkan Radit saat itu.


"Iya mi kenapa?"

__ADS_1


" Kamu melamun?" tanya mami lagi.


"Enggak kok mi." jawab key.


"Ya sudah makan dulu!"


"Iya mi."


Setelah semua acara selesai key memutuskan untuk pulang bersama kedu orang tuanya, Karena nanti malam akan ada acara yang khusus untuk seluruh mahasiswa dan mahasiswi fakultas management Bisnis.


Key dan Rita berencana untuk datang, makanya key ingin pulang dulu dan beristirahat.


Sekitar pukul 07.00 malam key berangkat untuk ke acara yang diadakan kampus, key juga menjemput Rita terlebih dahulu. setelah berpamitan kepada mami dan papi nya key pun pergi kerumah Rita.


Mereka berangkat bersama ke acara malam itu, berbagai acara merek nikmati bersama teman-teman sebagai acara perpisahan untuk semuanya.


Sekitar jam 10.00 malam key dan Rita memutuskan untuk pulang, key juga sudah diingat kan maminya jangan terlalu malam pulang nya.


"Ta, gue antar loe pulang dulu ya!" ucap key.


"Key, ini kan udah malam,gue naik taksi aja nanti loe kasihan kemalaman dan sendirian malam-malam." jawab Rita.


"Udah enggak apa-apa ta, gue Berani kok."


Dan akhirnya, key mengantar Rita pulang, dia tidak lagi mampir Karena sudah jam setengah sebelas malam, key khawatir kalau terlalu malam dijalan.


Key melajukan mobilnya ,Dan setelah menjauh dari ruang Rita, tiba-tiba key merasa ada yang aneh dengan mobilnya.


"Ada apa ini?" key bertanya-tanya denah mobil yang terasa oleng.


Akhirnya key memutuskan untuk turun dan mengecek mobilnya ,namun key sedikit ragu karena Susana sepi disekitar tempat dia berhenti.


Tapi kan tidak mungkin kalau dia Hanay menunggu didalam mobil, dia tidak akan tau, kalau ad masalah apa dengan mobilnya.


Perlahan key turun dan diluar juga dengan gerimis, key menunduk untuk melihat ban mobilnya, Dan benar saja ternyata Ban belakang nya kempes.


"Kempes rupanya, bagaimana ini bengkel masih jauh dari sini, apalagi sudah malam apa masih buka." key berbicara pada dirinya.


Dia sedikit kebingungan saat itu, Key ingin menelpon Rita, tapi rasa tidak enak juga karena key baru mengantar Rita.


Key mencoba menelpon papinya mana tau papi bisa mengirim montir atau menjemputnya.


Namun papi dan mami tak mengangkat telpon key, waktu terus berjalan, key masuk ke mobil dia takut kalau ada orang jahat, sambil menunggu taksi pesanannya, namun taksi itu tak juga datang.


Key akhirnya turun, dan menunggu taksi lewat, namun begitu key turun, sebuah motor besar berhenti disana, dan siapa pengendara motor tersebut?

__ADS_1


__ADS_2