
Key menelungkup kan tubuhnya dia tas tematik tidur, menahan rasa kecewa di dada nya, Namun key tak pernah berniat untuk jatuh hati pada rafit, namun hatinya sendiri lah yang memilih Radit.
Key merasakan bantal nya basah, key menangis, mungkin kalau hanya Radit yang berpikir jelek tantang dirinya dia bisa lupakan, tapi ini maminya, orang yang tau bagaimana dirinya sebenarnya.
"Pi,, cepat pulang ,Key rindu Pi." ucapa key disela Isak tangis nya.
Diruang tamu, mami yang menyadari kalau apa yang dikatakan oleh nya pasti menyakiti hati key, namun mami hanya tidak ingin putrinya di capai sebagai perusak rumah tangga orang lain.
Mami menaiki tangga menuju kamar key, mami mengetuk pintu nya dan memanggil-manggil key, namun tak mendapat jawaban, mami memutuskan memutar gagang pintu kamar key.
Dan benar saja pintunya tidak dikunci, mami langsung masuk ke dalam, dan melihat key yang berada di atas tempat tidur.
Mami mendekat ke arah key dan duduk disampingnya saat itu, mami tau kalau key sedang menangis.
"Sayang, maafin mami ya, mami tidak bermaksud menyakiti hati key, mami hanya tidak ingin kalau orang lain berpikiran buruk terhadap kamu sayang "
Key masih terisak, dia bahkan tak memberikan jawaban apa pun.
"Key udah, jangan sedih lagi, mami minta maaf."
Mami mengelus kepala Key,mencoba menenangkan hati key saat itu, mungkin saat ini dia sedang kecewa. Key bangun dan memeluk maminya.
"Mi, maafin key ya yang udah salah jatuh cinta, Tapi key benar-benar tidak ada niat merebut pak Radit dari Aliya mi."
"mami tau sayang, mungkin kalau waktu itu mami bilang perjuangkan orang yang kamu cintai, tapi hari ini mami mau bilang, ikhlaskan ya sayang, lupakan Radit,dia mungkin tidak ditakdirkan untuk kamu."
Key memeluk maminya, dia memang begitu tertarik dengan Radit, bahkan saat mereka pertama bertemu, apalagi radit adalah lelaki pertama yang bisa mengisi hatinya saat itu, pasti sulit untuk nya melupakan Radit, namun key akan berusaha.
sesaat Key terlihat tenang dalam pelukan mami nya, Key memang sangat akrab dengan mami dan papi, apalagi semenjak kakak key satu-satunya memilih berkarier di kota yang berbeda dengan mereka.
"Key sekali lagi mami minta maaf ya!"
__ADS_1
Key mengangguk, dan memeluk maminya dengan erat, walupun tomboy, key memiliki hati yang lembut.
Setelah key sedikit tenang, dan mami sudah bicara dengan key, mami pun pergi meninggalkan key sendirian di kamarnya.
Key berjalan ke arah balkon, dan menatap langit dimalam itu, Namun langit yang gelap, karena masih hujan, key menatap kedepan, melihat air hujan yang masih turun.
"Mungkin aku harus lebih kuat, air hujan saja yang jatuh begitu tinggi tak pernah menyerah untuk menyejukkan bumi."
Key berbicara pada dirinya sendiri, dan menarik nafas dalam-dalam, mencoba untuk mengembalikan hatinya yang retak sepeti semula, walupun mungkin sulit.
Malam itu, key melewatkan makan malam nya, dia tidak ingin turun dan tidak lapar, mami tidak ingin memaksa, namun bik Minah tetap mengantarkan makan malam ke kamar key, namun makanan itu hanya diliriknya saja.
Key membaringkan tubuhnya, dia ingin istirahat, karena besok harus kembali magang, ingin rasanya waktu bisa berjalan dengan cepat, Key ingin cepat pergi dari kantor Radit.
Keesokan paginya, key bangun dan berdiri didepan cermin, dia melihat matanya yang sedikit bengkak, Namun key tetap harus ke kantor, key berjalan menuju kamar mandi dan mengguyur tubuhnya, Dan bersiap untuk ke kantor.
Key sudah memantapkan hatinya, kalau dia akan bekerja secara profesional tak ingin memikirkan perasaan nya, dia ingin melakukan semua pekerjaan nya dengan baik.
"Sayang, sarapan dulu!"
"Ya sudah, hati-hati ya sayang."
"Oke mi."
Key mencium pipi kanan dan kiri mami nya, tak lupa mencium tangan untuk berpamitan. Key berjalan keluar dari ruang menuju garasi dan mengambil mobil kesayangannya.
Key melaju ke kantor pagi-pagi sekali, dia ingin lebih bnyak menghindar untuk bertemu Radit, mungkin dengan begitu key bisa membuang perasaannya perlahan-lahan.
Tak berapa lama key sudah memarkirkan mobilnya di kantor, dan saat itu key juga melihat mobil yang tak asing untuk nya ,tapi key berpikir, apa mungkin Radit sudah berada dikantor sepagi ini? Tapi untuk apa?
Key berdiri sesaat disamping mobil yang kemarin sore sempat parkir dihalaman rumah nya, Namun key tak menemukan jawaban untuk pertanyaan nya, dia pun memutuskan untuk langsung ke atas, ke ruangannya.
__ADS_1
key menggunakan lift dan menekan tombol yang menuju ke lantai dimana ruangannya berada, setelah lift terbuka key langsung menuju keruangan nya,.
Namun dia melihat ruangan Radit sepi, tak ada siapapun disana, lalu kenapa mobil Radit ada disini, tapi sudah lah dia tak ingin ambil pusing
Key meletakkan tas nya di sudut meja, dan berjalan menuju ruangan Radit, untuk mengecek file di atas meja, yang juga terlihat sedikit berantakan.
Membereskan nya atau persatu, dan saat itu key seperti mendengar suara, tapi dimana, dan suara siapa? tidak mungkin kan dikantor ini ada hantunya, Key sedikit bergidik, dan perlahan key berjalan mendekat ke ruangan pribadi Radit.
Dan ternyata suara itu lebih jelas terdengar disana ,key pun memutar gagang pintu itu, dan ternyata benar saja ada orang disana, DNA itu bukan hantu, melainkan Radit yang sedang terbaring memeluk tubuhnya sendiri.
Key yang melihat kalau Radit menggigil pun langsung masuk tanpa permisi lagi, dia mendekat ke arah Radit dengan berjongkok disamping tempat tidur, key dengan ragu-ragu mencoba meletakkan punggung tangannya di dahi Radit, dan benar saja, lelaki itu demam tinggi.
"Ya Allah, Pak Radit demam, sampai menggigil begini, bapak kenapa bisa ada disini pak?" Tanya key yang sebenarnya tak akan mendapat jawaban, karena memang Radit sudah dalam keadaan setengah sadar.
Key mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan dia melihat jas berwarna krem yang kemarin digunakan Radit kerumah nya masih bergantung disana, Apa Radit tidak pula g kerumah nya.
Namun bukan itu yang harus key pikir kan saat itu, Key mencari keberadaan selimut disana dan langsung menyelimuti tubuh Radit, agar tak lagi menggigil.
Key keluar dari ruangan Radit dengan setengah berlari, untuk mengambil handphone nya, dan menelpon daniel untuk menanyakan dokter keluarga Radit.
Dan setelah Key menceritakan keadaan Radit pada Daniel, akhirnya Daniel yang memutuskan untuk menelpon dokter, dan Daniel meminta key untuk menjaga Radit terlebih dahulu.
Key sedikit kebingungan, apalagi yang ada dihadapannya adalah seorang lelaki, Bahakan lelaki itu adalah orang yang ingin dia hindari, Namun key tidak bisa membiarkan Radit sepeti saat ini.
Key mencari handuk kecil di lemari yang ada dikamar itu, dan turun ke bawah untuk mencari mangkuk untuk air kompres, Setelah mendapatkan semuanya, key kembali ke kamar Radit, Dan mencoba menurunkan demamnya Radit dengan mengompres dahi nya.
Sesekali key melihat ke arah pintu namun belum juga terlihat dokter dan Daniel datang, Dan Radit yang saat itu menggigil pun tiba-tiba saja meraih tangan key dan menggenggam nya dengan erat, mungkin Radit menemukan kehangatan disana.
"Pak radit, jangan seperti ini."
Namun Radit tak mendengar apapun, karena panda badannya yang begitu tinggi membuat dia seperti hilang kesadaran, key mulai gelisah dia tak ingin kedekatan nya seperti ini membuat dia malah sudah untuk move on dari perasaannya.
__ADS_1
Namun key juga tak bisa melepaskan tangganya, dia juga khawatir melihat kondisi Radit, Sampai akhirnya, suara derap kaki mulai mendekat kesana dan ternyata dokter dan Daniel yang datang, key menarik nafas lega.
Tapi key juga penasaran, apa yang sebenarnya terjadi dengan Raditya?