
Key tersenyum menatap mama Kevin yang saat itu seperti sedang menaruh harapan besar akan jawaban nya.
Namun key bingung jawaban apa yang harus key berikan, kalau dia menolak mungkin kedua orang tua Kevin akan kecewa, akan tetapi jika key terima dia berarti telah membohongi hatinya sendiri.
"Om, Tante, Tolong berikan key sedikit waktu, karena key dan mas Kevin baru saja bertemu." Jawab key dengan hati-hati.
Key tak ingin apa yang keluar dari mulutnya malah menyakiti hati orang lain.Sejenak tak ada yang bicara, Hati key mulai was-was, apa orang tua Kevin akan tersinggung dengan perkataan dirinya saat itu.
"Tidak apa-apa sayang, Tante paham mungkin butuh waktu untuk kamu dan Kevin saling mengenal."
"Terimakasih Tante."
"Mungkin kalian perlu banyak menghabiskan waktu bersama." tambah mama Kevin.
Key hanya tersenyum, ternyata semua tak seperti yang dia bayangkan, orang tua Kevin begitu bijaksana.
Setelah berbicara panjang lebar, kedua orang tua Kevin pun pamit pulang, Key mengantarkan mereka sampai kemobil.
Mama Kevin memeluk erat tubuh key, menatap Key penuh kasih, Key sendiri yang baru bertemu dengan wanita itu bisa merasakan ketulusan dari wanita dihadapannya.
Andai saja Kevin lah pria yang dicintai oleh nya mungkin dia akan sangat beruntung memiliki mertua yang baik, akan tetapi cinta tak dapat dipaksakan.
key melambaikan tangannya, ketika mobil orang tua Kevin mulai bergerak dari halaman rumahnya.
Key dan kedua orang tuanya pun langsung masuk kedalam rumah.
"Key!" panggil papa nya.
"Iya pi."
"Papa ingin bicara sebentar."
"Iya pi."
Key berjalan keruang tamu dan duduk disalah satu sofa disana, key saat itu sedang menduga-duga apa Yang akan dikatakan oleh papinya.
"Papi ingin bicara apa dengan key?"
"Key, sebelumnya papi minta maaf, jika apa yang akan papi katakan mungkin terkesan memaksa terhadap key."
__ADS_1
Key berusaha untuk tetap tenang, walupun key sedikit yakin kalau papi dan maminya pasti akan membahas Masalah Kevin, tapi key tak ingin menduga-duga.
"Key, menurut papi tidak ada salahnya kalau kamu mencoba membuka hati untuk Kevin."
Key masih diam, belum memberikan jawaban, mungkin apa yang diinginkan papi nya adalah demi kebaikan dirinya.
"Key bisa lihat kan orang tua Kevin langsung datang untuk melamar kamu key, padahal kamu dan mereka baru saja bertemu."
"Iya sayang, tidak ada salahnya kalau kamu mencoba memberikan kesempatan kepada Kevin kan?"
"Mi, pi , Key bingung harus menjawab apa , Key masih belum mengenal Kevin Pi, Key tidak ingin memaksakan namun nanti hanya akan menyakiti hati Kevin."
"Key, mami hanya ingin yang terbaik untuk kamu."
"Tapi mi, key belum bisa."
"Sayang, coba lah buka hati kamu, jangan malah menyakiti hati kamu sendiri dengan mencintai Radit."
Key terdiam, dia tak menyangka kalau mami nya akan menyebutkan Masalah Radit dihadapan papi nya.
"Papi juga sudah tau semuanya, mami sudah cerita dengan papi."
"Key, papi tidak ingin kamu mencintai orang yang tidak mencintai kamu."
"Key paham Pi."
"Kalau begitu coba buka hati kamu, papi tidak ingin kalau perasaan kamu nanti bisa melukai hati gadis lain."
Key kembali diam, mungkin papinya benar kalau perasaannya kepada Radit pasti akan menyakiti Aliya, Namun key juga tidak ingin melakukan hal itu.
Perasaan itu datang dengan sendirinya, padahal selama ini dia tak pernah bisa mencintai pria mana pun, namun kehadiran Radit malah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Mami berpindah duduk, mendekat ke arah key, menggenggam tangan putri nya, mami saat itu paham kalau hati putrinya pasti terluka.
Tapi dari pada key terluka lebih jauh dan lebih sakit, mungkin kan lebih baik jika key belajar melupakan Radit saat ini, sebelum perasaan nya itu terlalu dalam.
"Sayang, mami hanya tidak ingin kamu terluka dan kecewa, karena mencintai orang yang tak mungkin untuk kamu miliki."
"Key tau mi, dan key sedang berusaha untuk melupakan semuanya, Namun untuk saat ini masih sulit untuk key."
__ADS_1
"Papi dan mami paham sayang, tapi coba lah untuk belajar membuka hati dan juga dekat dengan kevin."
"Iya mi, Key akan mencobanya, tapi jika key gagal key akan menyakiti hati Kevin kan mi."
"Sayang, biara waktu yang menjawab semuanya."
"Mami kamu benar key, jodoh itu adalah rahasia Tuhan, biarlah semua berjalan begitu saja."
Key mencoba tersenyum ke arah kedua orang tuanya, dia tak ingin memperlihatkan kesedihannya kepada keduanya.
Setelah pembicaraan mereka selesai, key langsung izin untuk ke kamar.
Key masuk ke kamar dan menutup pintu kamar nya, key berjalan ke arah balkon kamar dan berdiri disana.
Menatap langit yang terlihat mendung makam itu, mungkin menggambarkan hatinya yang juga sedang terluka saat itu.
Key memejamkan matanya, menikmati udara malam yang menyapu lembut diwajah nya, mungkin saat itu wajah nya merasakan kesejukan, namun lain hal nya dengan hatinya saat itu
"Ya Tuhan, apa begitu sulit untuk ku dapat dicintai dengan tulus oleh orang Aku cintai? aku tau perasaan ini salah, namun aku tak dapat mencegahnya."
Key berbicara pada dirinya sendiri, ada titik bening yang mulai membasahi pipinya, namun key juga paham apa yang dikatakan Papi dan maminya adalah benar.
Key tak boleh egois dengan memaksakan cintanya ,dan menghancurkan perasaan Aliya.
Mungkin saat ini Radit juga memiliki perasaan yang sama dengan nya, walupun key tak yakin akan hal itu.
Namun key juga memposisikan dirinya ditempat Aliya , mungkin dia pun kan sangat terluka kalau pria yang dia cintai Bahkan akan menikahinya namun malah jatuh hati pada wanita lain.
Mungkin key memang harus mencoba untuk benar-benar menjauh dari Radit, dan membuka hatinya untuk Kevin.
Key malam itu gelisah memikirkan perasaan nya saat itu, andai saja bisa dia mengatur hatinya, mungkin key akan menghapus rasa yang ada dihatinya untuk Radit, namun itu tak mungkin.
Entah jam berpa key baru bisa tertidur, dia kepikiran dengan permintaan orang tua kevin dan juga apa yang dikatakan Papi nya.
Karena kurang tidur, pagi itu key sedikit pusing, namun dia tetap harus ke kantor, karena key memang berniat untuk menyelesaikan tugasnya, dikantor Radit.
Setelah bersiap dan sarapan pagi dirumah seperti biasa key langsung menuju kantor, dan mengerjakan pekerjaan nya yang sudah diberikan oleh Radit.
Key melirik ke ruangan Radit, dan ternyata bos nya itu belum datang, Key pun menepis rasa ingin tau nya tentang Radit.
__ADS_1
kembali fokus pada pekerjaan nya, dan tak berapa lama Radit masuk ke ruangan nya , dia hanya melirik ke arah key, dan key tak ingin ambil pusing dengan hal itu, bahkan key berharap semoga Radit memang benar-benar tak ingin peduli dengan dirinya.