CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Perhatian Radit


__ADS_3

Radit melajukan mobilnya meninggalkan restoran, Dan memutuskan untuk pulang kerumah, Radit berpikir keras apa yang akan dilakukannya , dan Radit mungkin akan memutuskan pertunangan nya dengan Aliya.


Namun Radit tidak ingin gegabah, dan disalahkan oleh mama nya dan juga mama Aliya, Radit akan mencari cara agar tak ada yang merasa dirugikan dalam hal ini.


Karena jujur, Radit sudah tak bisa melanjutkan pertunangan nya dengan Aliya, apalagi dia sudah tau kalau Aliya tidak mencintai dirinya, dan juga Aliya sudah memiliki kekasih selain dirinya.


Mungkin lebih baik kalau mereka saling melepaskan, apalagi saat ini Aliya juga pasti tertekan, namun dia tak berani bicara karena berpikir kalau Radit sangat mencintai dirinya


Namun pada kenyataannya Radit dan Aliya sama-sama tidak saling mencintai.Radit yang sudah sampai dirumah, merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, dia menarik nafas panjang dan membuangnya begitu saja.


Namun ada rasa bahagia relung hatinya saat itu, mungkin ini jalan yang maha kuasa berikan untuk dirinya dan juga key, agar bisa bersama.


Dan Radit berjanji pada dirinya sendiri, kalau dia mendapat kesempatan untuk bersama key, dia tak akan membiarkan key bersedih dan akan terus membahagiakan nya.


Radit mengambil handphonya dan mengirimkan pesan kepada Aliya, malam itu juga.


"Aliya, bisa kita besok bertemu?"


Radit menunggu balasan dari Aliya, namun. belum juga ada pesan masuk ke handphone nya, Radit pun menyimpan handphone nya kembali dan berpikir, mungkin saat ini Aliya sedang sibuk dengan kekasihnya di restauran.


Radit bangun dan menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan diri, dia ingin istirahat, Bahkan karena terlalu bahagia , Radit Samapi lupa dengan makan malam nya yang tertunda karena tadi bertemu Aliya.


Radit memejamkan matanya, mengistirahatkan tubuhnya, yang lelah, dan rasa khawatirnya dengan kondisi key, Radit bersyukur dia datang tepat waktu, walaupun tanpa key sadari, kalau key hampir saja diperkosa oleh kedua begal tersebut.


Malam itu, key dan Radit tidur dengan nyenyak, dan larut dalam mimpinya masing-masing.


Radit pagi itu terbangun dengan kondisi yang sudah segar bugar, dia langsung kekamar mandi dan membersihkan diri, Radit langsung keluar dari rumahnya tanpa sarapan, Radit ingin melihat kondisi key dirumah nya.Memastikan kalau key dalam keadaan baik-baik saja.


Mobil Radit, masuk kehalaman rumah key, lelaki tampan itu benar-benar nekat datang sepagi itu kerumah key, hanya untuk melihat kondisinya.


Radit membunyikan bel rumah key, Bahkan sampai berulang kali, bik Minah yang sedang menyusun sarapan dimeja makan sampai mengomel, siapa yang pagi-pagi bertamu kerumah nya.


Dan dengan tergesa-gesa bik minah membuka pintu, dan dia sedikit kaget melihat siapa yang sedang berdiri didepan pintu rumah key saat itu.


"Den Radit, rupanya!" ucap bik Minah pelan.


"Iya bik, apa key sudah bangun?' tanya Radit.


"Sudah Den, non key sedang di taman belakang dengan non Rita." jawab bik Minah.


"Ya sudah Den Radit masuk dulu.' pinta bik Minah.

__ADS_1


Radit pun langsung masuk, dia menuju keruang tamu, untuk menunggu key, mungkin itu sedikit berlebihan, namun Radit Tek perduli akan hal itu.


Dia akan lebih tenang, kalau sebelum ke kantor bisa melihat key dalam keadaan baik-baik saja.


Bik Minah pergi kebelakang untuk memanggilkan key, dan membuatkan kopi untuk Radit, namun bik Minah bertemu dengan mami dan papi key yang baru keluar dari kamar


"Siapa yang datang bik?" tanya mami.


"Itu nyonya, den Radit ingin bertemu non key."


"Radit? datang sepagi ini?" tanya mami akhir memastikan.


"Iya nyonya."


"Ya sudah bibik panggil key, key udah bangun kan?"


"Udah tuan , nyonya." jawab bibik.


Bik Minah pergi ke taman belakang untuk memanggil key karena Radit sedang menunggu key diruang tamu.


"Non key, ada yang mencari non didepn?"


"Iya non."


"Siapa yang datang pagi-pagi begini bik?"


"Itu non, den Radit."


"Pak Radit?" tanya key lagi.


"Iya non, den Radit sedang menunggu di ruang tamu."


"Ya sudah bik, key ke sana sekarang."


Key dan Rita mengikuti si bibik menuju ruang tamu , dan benar saja ada Radit yang sedang duduk disana, dengan setelan jas formalnya.


Key yakin, pasti Radit ingin berangkat ke kantor, tapi Ada hal apa yang membuat Radit datang sepagi ini ke rumahnya.


"Selamat pagi pak!" sapa key dengan senyuman.


"Pagi Bu Kayra!" jawab Radit dengan wajah datarnya

__ADS_1


Dan jawaban Radit kali ini ,membuat key kaget, kenapa pula Radit memanggilnya Bu.


"Pak Radit kenapa"


"Tidak ada apa-apa."


Mami dan papi yang juga berada disana, mengernyitkan dahinya, melihat putrinya dan Radit, namun key saat itu masih belum paham, kalau Radit sedang memintanya merubah panggilannya.


"Pak Radit kenapa panggil saya Bu, memang nya saya mirip ibu-ibu?" tanya key.


"Lalu apa menurut Bu Kayra saya begitu mirip bapak-bapak?" tanya Radit lagi.


Dan bukannya menjawab key pun tertawa lepas begitu saja, dia baru paham Kalau Radit sedang menyindir dirinya ,Karena terus memanggil Radit dengan sebutan Pak.


Mami dan papi yang melihat keduanya terus berdebat ,akhirnya melerai dengan mengajak mereka semua untuk sarapan pagi bersama.


"Sudah-sudah ini masih pagi, jangan ribut. Mendingan kita sarapan bersama." ajak mami.


"Iya pak Radit, kita sarapan dulu."


"Tidak usah pak, saya sarapan dikantor saja." jawab Radit sungkan.


"Si bibik sudah masak seakan, kita sarapan dulu."


Akhirnya Radit tak bisa menolak lagi, dia pun ikut kemeja makan untuk sarapan bersama pagi itu, sarapan nasi goreng kesukaan key.


Setalah sarapan , semuanya Kembali keruang tamu, saat itu papi key dan juga Radit akan berangkat ke kantor. dan Radit pun pamit untuk berangkat ke kantor.


Ini kesannya, Radit ingin sarapan bersama, padahal tujuan Radit datang ke rumah key, untuk melihat kondisi key.


Tapi Radit tak lagi khawatir karena kondisi key sudah baik-baik aja, Radit melajukan mobilnya kekantor, dan bertemu dengan Daniel, setelah itu Radit langsung pergi lagi meninggalkan kantor nya.


Radit melajukan mobilnya menuju kesebuah restoran yang tak jauh dari kantor, dia ingin bertemu dengan Aliya.


Radit mencoba untuk tenang, dan berharap kalau Aliya akan setuju dengan keinginan nya, walaupun Radit tak yakin akan hal itu, tapi yang jelas Radit akan berusaha untuk berbicara dengan Aliya.


Kali ini Radit tak ingin main-main dengan perasaan nya, dia akan berjuang untuk cintanya, walaupun Radit akan berjuang sendirian, tapi Radit yakin dia bisa.


Apalagi setelah Radit mengetahui kalau Aliya tak pernah mencintai dirinya, Radit sudah tak ingin lagi berpura-pura setuju dengan perjodohan ini, namun akan kah Radit bisa menjelaskan ini semua kepada mama nya?


Ataukah Radit akan membicarakan saja mama nya yang telah percaya seratus persen kepada aliya, ada ras bahagia di hati Radit, saat tau ada celah untuk dirinya bersama key, namun juga ada rasa takut kalau hal ini kan menyakiti mama ny.

__ADS_1


__ADS_2