CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Rasa yang Tak Wajar


__ADS_3

Key akhirnya meletakkan kertas-kertas yang tadi dipegangnya, Karena tak ada yang dikerjakannya.


"Kenapa berhenti?" Tanya Radit.


"Pak, sepetinya dari tadi tidak ada yang salah dari proposal ini, jadi lebih baik saya Kembali ke kantor saja."


"kamu lupa apa yang dikatakan Daniel ,kalau dia akan menjemput kamu?"


"Tidak apa-apa, saya ke kantor menggunakan taksi aja."


"kamu tau kan kalau saya sedang sakit, dan bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan saya"


"Kan ada bibik pak, dan saya yakin mama bapak sebentar lagi akan pulang "


"Kalau begitu temani saya sampai mama pulang."


"Tapi pak."


"Aduh!" Radit terlihat memegang perut nya secara tiba-tiba.


Dan key yang masih duduk, Reflek bangun dan mendekat ke arah Radit.


"Pak Radit kenapa?"


"Perut saya sakit key."


Dan saat itu memang Radit terlihat kesakitan dia terus memegangi perutnya Key menjadi panik, Karena tidak tau apa yang harus dia lakukan saat itu.


"Pak ,apa saya perlu panggilkan dokter?" Tanya key panik.


"Tidak usah key, tolong ambilkan saya minum?"


"Iya pak, tunggu sebentar "


Key bergegas mengambilkan air mineral untuk pak Radit, Dia tak ingin hal buruk terjadi lagi kepada pak Radit.


Dan setelah meminum hampir setengah gelas air yang tadi di ambil kan oleh key, belum juga Radit terlihat sehat, dia masih saja memegangi perut nya.


Key mengambil handphone nya dan menelpon daniel.


"Hallo mas Daniel!"


"Iya key, kenapa?"


"Mas ini pak Radit kesakitan."


"Apanya yang sakit?"


"Perutnya , dia terus saja memegangi perutnya."


"Itu bukan hal yang serius, Nanti dia akan membaik dengan sendirinya, kamu temani saja pak Radit."


"Tapi mas Daniel, saya mau kembali ke kantor saja."


"Sudah tidak apa-apa, kamu disitu saja, sampai nanti saya Kembali."

__ADS_1


Daniel pun mematikan handphone nya, dan key sebenarnya kesal, tapi mau gimana lagi, dia tidak mungkin meninggalkan pak Rafit dalam keadaan sakit.


"Pak ,apa sudah berkurang sakit nya?"


Radit hanya menggeleng, tak memberikan jawaban, Key pun terduduk lemas disamping Radit, menatap ke arah pria itu.


"Kamu tidak ikhlas menemani saya?"Tanya Radit.


"Ikhlas kok pak."


"Tapi muka nya kok sepeti itu?"


"Memang dari sana nya pak, muka saya begini."


Dan saat keduanya sedang berbincang diruangan kerja Radit, Mama nya Radit datang, dan mengagetkan keduanya.


"Mama, kapan pulang?" tanya Radit.


"Baru aja sampai, rupanya ada key juga ya?"


"Iya Tante, ini ada proposal yang harus diperbaiki."


"Radit, dibawah ada tamu untuk kamu."


"Siapa seh ma?"


"Pokoknya surprise."


"Kenapa tidak disuruh ke atas saja ma."


"Tamunya nunggu dibawah, yok.kita kebawah dulu."


Pastinya mamanya akan langsung menelpon dokter keluarga mereka. Radit bangun, tapi perlahan seakan masih merasakan sakit.


"Pak Rafit, apa perlu saya bantu?" tanya key.


"Saya bisa."


"Kamu kenapa, apa sakit lagi?" tanya mamanya Radit Tante Maria.


"Enggak ma, hanya masih lemas saja."


"Apa perlu mama papah?"


"Tidak usah ma,Radit bisa sendiri."


Ketiganya turun ke lantai satu, dimana tamu yang dibilang mama nya Radit ingin membuat surprise itu Radit itu menunggu.


Dan ketika berada diruang tamu, Ternyata disana ada Aliya, Dan Radit yang tadi bersusah payah untuk turun ke bawah Bukannya merasa surprise, tapi Rafit malah terlihat biasa saja.


Aliya yang melihat Radit pun langsung berjalan ke arah Radit, namun belum sempat dia menyapa Radit, dia mengalihkan pandangan ke arah key.


Aliya menatap key beberapa saat, dia merasa pernah melihat key, tapi Aliya lupa dimana, Namun lain hal nya dengan key, dia tersenyum ke arah Aliya.


Mungkin saat ini, sudah waktunya key pulang dan pergi dari rumah Radit, karena disana sudah ada dua orang yang bisa menjaga Radit.

__ADS_1


"Mas Radit bagaimana keadaan nya, kok bisa mas Radit sakit?" Tanya Aliya sambil mendekat ke arah Radit.


Radit berjalan menjauh dari Aliya dengan duduk disofa ruang tamu, Namun key masih mematung ditempatnya.


Sepertinya hari ini kesabaran hatinya akan di uji, melihat Aliya yang memberikan perhatiannya kepada Radit. Tapi sebenarnya itu hal yang wajar, Karena memang seharusnya Aliya sebagai calon istri Radit, perhatian dengan Radit.


Aliya ikut duduk disamping Radit, Aliya mencoba menarik nafas nya pelan, untuk menenangkan hatinya saat itu.


key masih saja mematung ditempatnya, melihat drama percintaan dihadapannya, melihat Aliya yang mulai mengupas jeruk untuk Radit dan menyuapinya.


Ada perih yang key rasakan saat itu, namun sebenarnya rasa itu tak pantas dia rasakan.


"Key kenapa berdiri saja, ayo duduk!" ajak mama Radit.


"Iya Tante tidak apa-apa key lebih baik kembali ke kantor saja."


"Sayang, kok gitu, buru-buru sekali, kita makan siang bersama duku." Ucap mama Radit.


"Tapi Tante, key kan harus kerja, nanti takutnya berkasnya belum selesai." Jawab key berbohong.


"Sudah tidak apa-apa, Radit kan bos nya."


Dan karena terus dipaksa, Key pun tak bisa lagi menolak mamanya Radit, akhirnya dia pun setuju dan ikut duduk diruang tamu, padahal saat itu key benar-benar ingin pergi dari sana.


Key membuang pandangan nya ke arah lain, saat Aliya memberikan perhatian kepada Radit dihadapannya, padahal dia Oun tau kalau Radit bisa makan dan minum sendiri, tidak perlu harus disuapi.


"Pak Radit!" panggil key.


"Iya key."


"Saya mau izin ke atas dulu,untuk mengambil berkas dan tas saya "


"Iya silahkan "


Sebenarnya,Radit sedikit kecewa karena kehadiran Aliya dia yang mencoba untuk bisa kembali dekat hubungannya dengan key jadi terganggu.


Andaikan Radit bisa jujur dengan maminya, kalau dia tak pernah mencintai Aliya, mungkin dia akan membuka hatinya dengan lebar-lebar untuk key.


Karena Radit pun merasa kalau saat ini dia pun telah jatuh hati pada key, walaupun mungkin dia terlambat menyadari nya, namun Radit yakin inilah cinta sebenarnya yang selama ini tidak dia sadari.


Radit menatap punggung key yang mulai menghilang dari tangga, Dia menarik nafas. berat, andai saja namanya saat itu mengizinkan key pulang, Radit pun tidak keberatan, Dia tau pasti kalau mungkin saat ini key sedang menutupi luka dihatinya.


Begitu key turun , mama Radit langsung mengajak mereka semua untuk makan, Dimeja makan key yang duduk tepat dihadapan radit membuatnya jadi serba salah.


key ingin mengambil kan nasi ke piring Radit dan mamanya, namun key takut kalau menyinggung perasaan Aliya, jadi key hanya diam, sampai Radit juga mengambilkan nasi nya sendiri.


Mereka ber empat makan, tanpa ada yang bicara, karena memang tradisi dirumah itu tak ada yang perlu dibicarakan saat sedang makan.


Setelah selesai makan, sepeti malam tadi, key langsung bereskan piring-piring kotor, dan key juga ikut kembali duduk diruang tamu bersama ketiga nya.


"Tante Maria, pak Radit, key mau izin pulang dulu, Apalagi pak Radit sudah ada Tante jadi key pulang dulu ya pak."


"Duduk lah dulu Sampai Daniel datang menjemput "


"Iya pak, tapi lebih baik saya ke ke kantor sja, sebenarnya alasan key simpel, di tak ingin melihat sepasang kekasih itu bermesraan dihadapannya, Dan sebnarnya akan kah key snaggup dan mampu untuk berada disana lebih lama.

__ADS_1


Dia tak bisa orang yang dia cintai bersama wanita lain dihadapannya, walaupun sebenarnya wanita lain itu adalah calon istrinya.


Dan sebenarnya, apa Radit memang memiliki cinta kepada key, itu hanya masih perasaan saja, dan hanya Radit yang tau semua jawaban nya.


__ADS_2