
Sesampai dirumah key langsung menuju kamar nya, dia tak ingin mami dan papi melihatnya yang baru menangis.
key tak ingin kedua orang tuanya khawatir dengan dirinya, key duduk disisi tempat tidur menarik nafas berat, dia tak menyangka kalau Radit yang baru berpa hari menolak cintanya, namun hari ini malah dirinya yang mengutarakan cinta.
Key merasa seperti sedang dipermainkan perasaan nya, disaat dia begitu berharap pada Radit, tapi di malah tak di anggap, namun disaat dia mencoba melupakan malah Radit hadir dengan membawa sejuta harapan.
Key memejamkan matanya, untuk sedikit menahan rasa sakit dihatinya, dia tak ingin terus larut dalam perasaan yang hanya akan menyiksa batin nya.
Key bangun dan meraih handuk yang berada didekat pintu kamar mandi, key ingin mandi dan bersiap-siap ke acara peresmian hotel milik papi nya.
Setelah selesai, key pun menuju lemari pakaian, key berdiri dan menatap ke arah baju-baju Yang tergantung rapi didalam lemari, namun key bingung baju mana yang akan dia pakai malam ini.
Karena baju-baju itu masih banyak yang sama sekali tak pernah dia gunakan, itu karena key paling jarang ikut, Bahkan hampir tak pernah ikut ke acara-acara perusahaan papi nya.
Saat sedang bingung mau mengenakan baju yang mana, pintu kamar nya pun diketuk.
Key bergegas membuka pintu dan melihat siapa yang datang, dan ternyata bik Minah.
"Bibik!"
"Iya non, ini ibu minta bibik memberikan ini untuk non." menyodorkan sebuah paper bag.
"Apa ini bik?" tanya key heran.
"Bibik juga enggak tau non, non key lihat aja."
"Terimakasih ya bik."
"Iya non, bibik kebawah dulu ya non."
"Iya bik."
Key membawa paper bag itu dan meletakkannya di atas meja rias, key mencoba melihat apa isi nya. Dan ternyata sebuah gaun berwarna maroon.
"Key menatap gaun tersebut, sangat cantik, tapi kenapa mami harus memberikan dirinya gaun lagi, padahal yang selama ini mami berikan masih belum dia pakai.
Namun key juga tak ingin ambil pusing dengan hal itu, dia langsung mengenakan gaun mewah yang sudah diberikan maminya.
Dan gaun itu begitu indah dikenakan key, dan modelnya juga pas di badan key, setelah mengenakan bajunya key pun tersenyum menatap bayangannya di cermin.
Ternyata mami begitu pintar memilihkan baju untuk nya, dan memang kalau untuk kwalitas nya key tak pernah meragukan, karena pasti yang mendesain setiap gaun di butik maminya adalah desainer terbaik.
__ADS_1
Key menoleh wajahnya dengan bedak yang tipis, karena dia memang tak suka berdandan, tapi rasanya tidak serasi kalau menggunakan gaun namun tak menggunakan riasan diwajah.
Setelah dirasa cukup key pun langsung turun dengan membawa sebuah tas ditangannya.mami dan papi yang ternyata sudah menunggu, Sampai pangling melihat putrinya yang begitu cantik dengan gaun nya.
"Sayang, putri mami ternyata sangat cantik." Ucap mami memuji key.
"Kok putri mami, putri papi juga dong mi." jawab papi.
Mereka memang sangat menyayangi key, makanya malam ini papi dan mami memaksa key untuk ikut bersama mereka.
Mereka pun memutuskan untuk langsung pergi, key langsung masuk dan duduk di belakang setir, Namun papi memintanya untuk pindah kebelakang, karena malam ini papi yang akan menyetir.
Key, hanya tersenyum dan langsung pindah, tumben - tumbenan si papi mau menyetir, biasanya key lah yang selalu di minta menyetir.
Namun key tak mempermasalahkan hal itu, Dan mobil mereka mulai menembus jalan raya menuju ke hotel milik papi key.
Sekitar setengah jam perjalan, key dan kelurga pun Sampai ditempat acara. mereka bertiga langsung turun dan disambut oleh staf hotel.
Key memperlihatkan senyumnya kepada semua tamu yang hadir, key yang begitu cantik dengan rambut di ikat tinggi seperti ekor kuda, memperlihatkan lehernya yang jenjang dan putih.
Saat itu banyak mata yang terpesona dengan kecantikan key, putri seorang pengusaha yang selama ini hanya di dengar namanya , Namun baru kali ini mereka bisa bertemu.
setalah banyak para tamu yang sudah hadir, acara pun dimulai, papi membuka peresmian hotel mereka ,dan memperkenalkan key di depan umum.
"Selamat malam pak."
Papi dan koleganya terlihat berjabat tangan, key hanya tersenyum ramah saja.
"Ini putri pak Ardian?"
"Iya ini putri kesayangan saya, Key." ucapa papi.
"Cantik sekali."
"Terimakasih om." jawab key ramah.
"O iya, kenal kan ini putra Om, Kevin."
Key menyambut ukuran tangan dari pria yang tadi diperkenalkan sebagai Kevin denah senyuman, walupun key tidak suka dengan acara seperti ini, namun key juga tak ingin mempermalukan papi dan maminya.
"Key sudah selesai kuliah?" tanya papa nya Kevin.
__ADS_1
"Belum om, ini key sedang magang."
Pembicaraan mereka pun terlihat semakin akrab, sampai akhirnya, papi dan mami ya juga meninggalkan key bersama Kevin, Karena ingin bertemu kolega yang lain.
Sebenarnya Key sedikit canggung, tapi Key berusaha untuk bersikap biasa saja, Dan ternyata ditempat itu juga ikut hadir Radit, yang juga ikut di undang oleh Papi nya key, karena Radit juga merupakan partner bisnis papinya.
Namun saat itu key belum menyadari kalau Radit ada disana, Key terus berbincang dengan Kevin, dan ternyata Kevin adalah seorang dokter umum disebuah rumah sakit ternama di kota itu.
Dari jauh Radit terus memperhatikan key, dan Radit terlihat cemburu melihat kedekatan key dan juga Kevin, namun Radit tak bisa melarang Key untuk dekat dengan siapapun, karena memang Radit dan key tak punya hubungan apapun.
Akan tetapi bukan Rafit namanya, jika tidak mencari cara untuk tidak membiarkan Key dan Kevin hanya berdua, Radit berjalan ke arah Key.
"Hai key!" sapa Radit.
Key memutar badannya menghadap ke arah suara , dan saat itu key sedikit terkejut, melihat Radit berada disana, namun key dengan cepat langsung bersikap biasa saja.
"Pak Radit, ternyata pak Radit disini juga?" tanya key basa-basi.
"Iya key."
Radit menatap ke arah Kevin, dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan lelaki yang bersama Key saat itu.
"Hai, saya Radit!" ucap Radit.
"Kevin!" sambil menyambut ukuran tangan dari Radit.
"Saya sepetinya belum pernah bertemu anda!" ucapa Radit lagi.
"Oh, iya saya menemani orang tua saya kesini, saya juga bukan pebisnis jadi tentu kita tidak pernah bertemu."
"Key apa kita bisa bicara?" tanya Radit.
"Maaf pak, saya tidak bisa meninggalkan mas Kevin, apa ada hal yang penting." tanya key.
"Ya sudah kita bicara dikantor saja besok."
"Iya pak."
Radit terlihat sedikit kesal ,dengan sikap key yang selalu memanggil lelaki lain dengan sebutan mas, dan hanya dirinya saja yang dipanggil dengan sebutan pak.
Padahal Radit tau kalau lelaki didepannya juga mungkin sepantaran dengan dirinya. Radit pun tiba-tiba berpikir apa benar kalau key sudah memilliki pria lain dihatinya? dan apakah pria dihadapannya ini adalah kekasih key?
__ADS_1
Banyak pertanyaan dibenak Radit , Namun dia belum bisa menemukan jawabnnya.