
Key dan Rita hari itu menghabiskan waktu berjam-jam bersama-sama, mereka juga ke mall bersama, walaupun hanya sekedar cuci mata saja.
Tidak lupa kali ini mereka, mampir di es krim favoritnya key, dan saat memesan es krim tanpa sengaja key dan Rita bertemu dengan Aliya.
"Mbak Aliya."siapa Key yang kebetulan melihat dia lebih dulu.
"Hai key, disini juga?" tanya Aliya balik .
"Hmm, iya." jawab key.
setelah mereka memesan es krim ,Aliya pun mengajak mereka untuk duduk bersama di satu meja dan tentu saja key tidak enak kalau menolaknya. walaupun Sebenarnya dia tidak enak hati dengan Aliya, karena telah memiliki perasaan kepada Radit bahkan saat Aliya dan Radit masih bersama.
Mereka pun duduk bertiga menikmati es krim di siang itu, untuk memecah kecanduan akhirnya key mulai bicara lebih dulu.
"Mbak Aliya dengan siapa ke sini?" tanya key basa-basi.
"Sama teman ." jawab Aliya.
"Hmm, tapi kok Mbak terlihat sendirian?"tanya Key lagi.
"Iya, teman saya sedang mencari sesuatu, Jadi saya putuskan untuk menunggu sambil makan es krim saja, kamu sendiri berdua aja ke sini?"
"Iya mbak, kita sengaja ke sini berdua karena sudah lama banget kita berdua enggak jalan-jalan ke mall bareng-bareng."
"kamu masih kerja di kantor nya Radit?" tanya Aliya.
Key yang baru saja menyebabkan es krim ke mulutnya pun hampir saja tersedak karena mendengar nama Radit disebut.
"Loh key, hati-hati makannya!" ucap Aliya.
"Iya mbak, tidak apa-apa."
Rita tahu kalau pembicaraan tentang Radit pasti akan membuat key tidak nyaman, Apalagi Key sedang bicara dengan Aliya mantan tunangannya Radit.
"Mbak Aliya saya dengar punya restauran ya?" tanya Rita mengalihkan pembicaraan.
"Iya, tapi tepatnya bukan restoran hanya cafe kecil-kecilan saja, cafe itupun saya rintis dari modal yang diberikan oleh Radit."
__ADS_1
Rita manggut-manggut, anda mengerti tentang apa yang sedang diceritakan oleh Aliyah dan Rita berpikir mungkin saat ini masih berat untuk kalian setelah ditinggalkan lagi apalagi selama ini Aliya lah yang menjadi tulang punggung untuk keluarganya.
Apalagi Rita dengar kalau perusahaan kakaknya Aliya hampir saja bangkrut dan mungkin saat ini dalam proses untuk bangkit kembali,semua ini pasti berat untuk Aliya.
"Mudah-mudahan cafenya mbak Aliya semakin maju ya!" Rita memberikan semangat untuk Aliya saat itu.
"Terimakasih ya, O iya kita belum kenalan."
Aliya mengulurkan tangannya ke arah Rita, karena memang mereka berdua belum saling kenal dan ini adalah pertemuan pertama antara Aliya dan juga Rita . Namun untuk Rita tidak susah mengenali Aliya, Karena key sudah banyak cerita tentang siapa Aliya itu sebenarnya.
Dan Rita pun menyambut uluran tangan dari Aliya sambil menyebutkan namanya.
Memang key bisa melihat kalau Aliya adalah orang yang baik, tapi key tidak habis pikir kenapa Aliya bisa berkhianat kepada Radit.
Seandainya saja Aliya bicara baik-baik ,mungkin Radit juga tidak akan memaksakan Pertunangan ini, Karen Radit sendiri juga keberatan.
"Bagaimana hubungan mbak Aliya dengan pak Radit, kapan akan ke pelaminan?" tanya Rita.
yang sontak saja saat itu mendapatkan tatapan tajam dari key, Key tidak menyangka kalau Rita bisa bertanya seperti itu kepada Aliya, padahal Rita sudah tahu kalau Aliya dan Radit sudah memutuskan hubungan pertunangan.
Aliya nampak terdiam sesaat, wajahnya yang ceria tadi tampak berubah lesu, rasa nya berat untuk Aliya menerima kenyataan kalau di Adan Radit tak lagi punya hubungan apapun, bahkan cincin pertunangan mereka pun tak lagi Aliya pakai.
"Mbak Aliya kenapa, Apa ada yang salah dengan pertanyaan saya?" Tanya Rita mencairkan suasana.
"Tidak kok Rita, tidak ada yang salah, hanya saja saya yang bingung mau cerita dari mana."
"Mbak Aliya, kalau mbak tidak ingin cerita tidak apa-apa, lebih baik kita nikmati saja eskrim nya." jawab key.
Aliya hanya tersenyum ke arah key, dan pada saat mereka sedang menikmati es krim tiba-tiba saja seorang pria yang mungkin seusia Radit datang menghampiri mereka, Key menatap ke arah pria itu dengan heran, karena Key merasa tidak mengenal pria yang ada di sampingnya saat itu.
"Maaf ,Mas ini sedang cari siapa ?"Tanya key.
Namun pria itu bukanya memberikan jawaban, dia hanya tersenyum ke arah mereka bertiga. wajah mereka pun penuh tanda tanya ,kecuali Aliya.
Key melihat sikap Aliya yang terlihat akrab dengan pria yang masih berdiri di samping meja mereka key pun merasa sedikit heran.
"Mbak Aliya kenal sama pria ini?" Tanya key penuh selidik.
__ADS_1
"Iya." jawab Aliya sambil mengangguk kan kepalanya.
Dan pria yang tadi berdiri disamping mereka memperlihatkan senyum ramahnya kepada key dan juga Rita, dan pria itu terlihat menarik salah satu kursi ke dekat meja mereka dan dia duduk di samping Aliya tepatnya.
"Saya Ronal!" ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya ke arah Key.
"Key!" menyambut ukuran tangan pria ayang bernama Ronal itu.
Dan otak key langsung berpikir untuk mencari tahu lelaki yang ada di depannya, key yakin tidak yakin dia merasa lelaki itulah yang mungkin merupakan kekasihnya Aliya.
Setalah berjalan dengan key dan Rita, lelaki itu pun bicara pada Aliya, dan dari tatapan nya kepada Aliya, key dan Rita yakin sekali kalau pria itu adalah kekasihnya Aliya.
"Ini kakak nya mbak Aliya." tanya Rita pura-pura tidak tau yang mana kakak nya Aliya.
"Bukan Ta, Ini pacar ku." jawab Aliya.
"Pacar?" tanya Rita pura-pura terkejut.
Namun key hanya diam, karena dia sudah tahu kalau kalian memiliki kekasih dan tidak mencintai Radit dan begitu juga dengan Rita, namun Key membiarkan saja Rita berpura-pura di hadapan Aliya.
"Iya Ta, key kan tadi saya sudah katakan tidak tahu harus memulai dari mana untuk menceritakan hubungan saya dengan Mas Radit saat ini."
"Berarti mbak Aliya dan pak Radit, sudah tidak lagi bertunangan?" tanya Rita.
Aliya terlihat menganggukkan kepalanya pelan ia hanya memberikan jawaban dengan gerakan tubuhnya, namun Rita tidak melihat penyesalan di matanya, itu semua mungkin karena Aliya memang tidak mencintai radit.
"Semuanya sudah berakhir, Aku dan Radit memang tidak pernah saling mencintai." jawab Aliya mempertegas.
"Sudah lah mbak Aliya, mungkin Mbak dan Pak Radit memang tidak berjodoh kalian sudah diberikan jodoh nya masing-masing." tambah Rita lagi.
"Kamu benar Ta, tidak ada gunanya memaksakan dua perasaan yang tidak saling menginginkan, mungkin saat ini waktunya kami mencari kebahagiaan masing-masing."
Key dan Rita, menatap Aliya dengan tersenyum, mungkin menurut Aliya senyum itu adalah dukungan untuknya ,tapi untuk Rita itu adalah suatu kelegaan bahwa memang benar Radit tidak membohongi key tentang hubungannya dan Aliya yang sudah berakhir.
Dan siang itu, setelah menghabiskan es krimnya ,key dan Rita pamit duluan untuk pulang ke rumah ,sepanjang perjalanan mereka hanya membahas tentang Radit, Rita terus memberikan semangat kepada key untuk bersabar tentang hubungannya dan Radit.
Malam ini key mungkin bisa istirahat dengan tenang, perasaannya sudah lega karena walaupun dia menjalin hubungan dengan Radit nanti nya dia tidak akan menjadi orang yang akan menjadi perusak hubungan Radit dan Aliya ,tapi itu semua karena pilihan mereka berdua untuk berpisah karena tidak saling mencintai.
__ADS_1