CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
Menyelesaikan hubungan karena keterpaksaan


__ADS_3

Mobil Radit memasuki parkiran sebuah restauran, Radit bergegas masuk kedalam setelah mobilnya terparkir dengan baik.


Radit , memilih sebuah meja, yang berada disudut restauran menunggu Aliya yang belum terlihat disana.


Radit hanya memesan coklat panas, dia masih terlalu kenyang karena sudah sarapan dirumah key. Radit melirik jam tangannya , sudah hampir jam sepuluh pagi, namun Aliya kenapa belum datang


Radit mengambil handphone nya untuk menelpon aliya, namun belum sempat Radit menghubungi nomor Aliya, Radit pun melihat Aliya dipintu masuk restauran.


Dan Aliya terlihat mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Radit, dan akhirnya matanya menangkap keberadaan Radit disalah satu meja.


Aliya melangkah kan kakinya ke arah meja Radit, sambil memperlihatkan senyum nya.


"Silahkan duduk Al!"


"Iya mas, terimakasih."


"kamu pesan aja dulu."


"Iya mas, Mas Radit ingin bicara apa dengan aku, sepertinya sangat penting."


"Kamu makan dulu ,kalau memang ingin makan."


"Tidak apa-apa mas, sambil menunggu pesanan ku datang, mas bicaralah, seperti ada hal yang penting ."


Aliya terus memperlihatkan senyumnya pagi itu ,saat itu yang ada di pikiran Aliya adalah Kalau Radit akan membahas masalah pernikahan mereka makanya Radit meminta dia untuk bertemu pagi ini.


Karena selama ini Radit tidak pernah meminta aliya untuk bertemu lebih dulu, biasanya Aliyah lah yang lebih dulu menghubungi Radit untuk bertemu.


Aliya merasa bahagia saat itu, dia berpikir mungkin dengan cepat menikah dengan Radit, kehidupan nya dan mama akan terjamin, apalagi dalam kondisi perusahaan kakak nya yang hampir bangkrut itu.


Setalah pesanan datang, Radit masih belum bicara apapun dengan aliya, dia memberikan kesempatan untuk aliya menghabiskan makanan nya terlebih dahulu.


Karena sedikitnya yang akan Radit sampaikan mungkin akan menjadi hal yang buruk untuk Aliya, dan bisa jadi hal yang membahagiakan, begitulah pikir Radit saat itu.


"Mas Radit tidak makan?" tanya Aliya.


"Tidak, Saya baru selesai makan." jawab Radit.


Wajahnya terlihat serius, perasaan Aliya menjadi tidak enak, melihat tatapan Radit yang datar, karena walupun Radit tak pernah bersikap ramah dengan dirinya, Tapi dia tak pernah memasang tatapan dinginnya.


Aliya segera menghabiskan makanan yang sudah dipesannya, Dan menyiapkan hatinya untuk mendengar apa yan akan Radit sampaikan.


"Mas , bicaralah." pinta Aliya.


Radit terlihat menarik nafas berat, Dan membuangnya perlahan. dia bingung harus memulai nya dari Mana terlebih dahulu.


"Al!" panggil Radit.


Aliya mengalihkan pandangannya ke arah Radit, mata mereka sejenak saling bertatapan, namun Aliya langsung membuang pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


"Saya sebenarnya tidak tau harus memulainya dari mana, tapi saat ini anggap saja saya dengan mengajak kamu untuk bekerja sama."


"Bekerja sama?" tanya Aliya bingung.


"Iya bekerja sama, mungkin saya harus to the poin saja."


sesaat Radit diam, dan begitu juga dengan Aliya, hanya diam karena Aliya merasa kalau saat ini di hanya sebagai pendengar saja.


"Aliya, apa kamu bahagia dengan pertunangan kita?" tanya Radit.


Yang saat itu, sontak membuat Aliya terkejut, dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya, Samapi Radit bertanya tentang dia bahagia atau tidak.


"Kenapa hanya diam, jawab lah dengan jujur, kamu jangan khawatir saya buka ingin memaksa kamu untuk, atau ingin marah dengan kamu, tapi saya ingin kejujuran kamu Al."


"Saya!" jawaban Aliya tertahan dia takut dan ragu untuk menjawab.


"Jawab lah aliya, katakan semuanya Yanga da di hati kamu."


"Mas Radit, ada apa sebenarnya? kenapa tiba-tiba mas bertanya tentang hal ini?"


"Aliya, jika kita menikah, itu yang dibutuhkan bukan hanya sekedar nyaman, tapi juga kebahagiaan dan perasaan masing-masing."


"Mas, aku bahagia, dan aku juga bersedia menikah dengan mas kan."


Karena Aliya terus berkeras, dan tak ingin jujur dengan perasan nya, Radit pun tak ingin berbasa-basi lagi.


"Apa maksud mas, bicara begitu, tentu saja untukku juga sama pernikahan itu sekali se umur hidup."


"Aliya, saya sudah tau semuanya, kalau kamu tidak pernah mencintai saya, dan tidak pernah tulis menginginkan Pertunangan ini kan?"


"Mas apa maksud mas?" Aliya mulai gugup.


"Al, saya tau kamu mencintai pria lain."


"Cukup mas, apa maksud mas Radit ?" tanya Aliya dengan suara sedikit meninggi.


"pelan kan suara kamu Aliya, karena itu hanya akan mempermalukan kamu sendiri."


"Tapi mas, apa yang mas katakan itu tidak masuk akal."


"Tidak masuk akal kamu bilang Al, saya kan sudah bilang jangan tutupi apapun lagi saya sudah tau semuanya."


"Apa yang mas tau, apa mas bisa membaca isi hati Aku saat ini?" Aliya terlihat terpancing emosi.


"Saya tidak perlu membaca isi hati kamu lagi Aliya, jika saya bisa mendengar semuanya dari mulut kamu."


"Apa maksud mas."


"Aliya, saya tau kalau kamu tidak pernah mencintai saya, yang kamu butuhkan Hanay materi dan materi untuk menopang hidup kamu kan?" Radit masih bicara dengan tenang.

__ADS_1


"Dan saya juga tau kalau kamu mencintai lelaki lain, tapi kamu tidak Berani mengungkapkan nya karena kamu takut kehilangan semua nya."


"Cukup mas Radit, mas Radit bicara apa, apa yang terjadi dengan mas, apa Kayra yang telah mencuci otak mas?" suara Aliya tak lagi terkontrol.


Namun Radit masih bersikap tenang, dia bukan ingin membuat keributan tapi memperjuangkan cintanya kepada Kayra saat itu.


"Al, kamu jangan menyalahkan Key, Hanya untuk menutupi kesalahan yang ada pada diri kamu sendiri, dan dalam hal ini key tidak tau apapun."


"lalu apa yang membuat mas seperti ini?"


"Kamu Aliya, kamu sendiri yang membuat saya bertanya-tanya seperti ini, karena perlu kamu tau kalau saya sudah mendengar semua yang kamu katakan kepada pria kemarin malam di restauran.


Aliya terdiam, wajahnya pucat pasi, dia mengingat-ingat tentang pembicaraan nya kemarin malam, dengan kekasihnya Andi, tapi dia tidak melihat Radit disana lalu siapa yang mengatakan kepada Radit.


"Mas, kamu jangan percaya semua itu bohong!" jawab Aliya berbohong


"Aliya, jangan berbohong lagi, apa kalau begitu saya tidak bisa percaya dengan kamu? karena semua itu saya dengar dari mulut kamu."


"Dan kamu tau Aliya saya juga berada di restauran yang sama dengan kamu, Bahakan saya Mendengar dengan jelas apa yang kamu katakan."


"Mas, maaf kan say tapi saya Hanya ingin menikah dengan mas saja." mata Aliya mulai berkaca-kaca.


Dia takut ditinggalkan oleh Radit, dan bisa kehilangan kehidupan mewahnya selama ini.


"Maaf Aliya, tapi saya tidak bisa melanjutkan hubungan kita, karena saya tidak ingin hidup dengan orang yang tak pernah mencintai saya."


"Mas, cinta itu akan datang dengan sendirinya."


"Cukup Al, Jangan terus bersandiwara, kamu carilah kebahagian kamu sendiri, menikahlah dengan orang yang sangat kamu cintai itu."


"Tapi mas!"


"Aliya, saya tidak marah, apalagi mengambil semua yang sudah saya berikan kepada kamu dan kakak kamu Al, saya hanya ingin kamu bekerja sama dengan saya saja."


"Bekerja sama?"


"Iya, saya ingin kamu membantu saya menjelaskan kepada mama, kalau kita memang tak pernah saling mencintai Al."


"Tapi mas Radit, Aliya tidak ingin semua menjadi seperti ini."


"Al, tapi kita tidak mungkin melanjutkan hubungan yang penuh kebohongan ini, besok saya ingin kamu bertemu mama."


"Mas Radit aku tidak bisa."


"Al, kita akan bicara dengan mama kamu dan mama saya, Dan carilah sesuatu yang membuat kamu bahagia Al."jawab Radit.


Dan Radit bangun dan meninggalkan beberapa uang seratus ribu untuk membayar makanan siang itu, Radit kali ini terlihat tersenyum, tapi Aliya tidak tau arti senyum dari Radit.


Dan akan kah hubungan Pertunangan keduanya kandas begitu saja?

__ADS_1


__ADS_2