CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
sikap cuek kayra


__ADS_3

Sore itu key, dan Rita pulang dari butik, namun hari ini key mengantarkan Rita ke rumahnya, karena malam tadi Rita sudah menginap dirumah nya key.


Walupun besok mereka tidak ke kantor,tali Rita ingin pulang kerumahnya, Rita saat itu juga melihat kalau key sudah lebih tenang, setalah mengantarkan Rita pulang seperti biasa, key langsung pulang dan beristirahat.


Malam ini key melewatkan makan malam, Karena dia masih kenyang. Key duduk disisi tempat tidurnya ,menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih.


Pikirannya menerawang entah kemana, dia kepikiran dengan apa yang sudah dia lakukan, dan bagaimana cara key menghadapai Raditya saat berada dikantor, dua bulan yang dirasakannya begitu cepat berlalu karena kebersamaan nya dan Raditya, Namun kalau ini sebulan malah terasa begitu lama, karena ungkapan perasaan kepada Raditya.


Seandainya saja, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, mungkin saat ini key akan menjadi orang yang paling bahagia.


Malam itu key berusaha untuk tidur, walupun sebenarnya sulit untuk key, Bahkan malam ini tak jauh beda dengan malam yang kemarin. Key terlelap dalam lamunannya, bahkan dia kesiangan pagi ini.


Key bangun dan mandi, Namun karena kesiangan key hanya sarapan sendiri, maminya sudah berangkat ke butik.


Key tak ingin kemana-mana ,dia beristirahat saja dikamar. berdiri di balkon kamarnya dan menatap sekeliling, dari lantai atas.


Bahkan hari itu dilalui nya hanya dengan berdiri di balkon kamarnya, seolah-olah key sedang mempersiapkan dirinya untuk besok bertemu Raditya.


Banyak perubahan yang terjadi pada key, hanya dalam hitungan hari, key yang selalu ceria, menjadi pendiam, seakan ada yang hilang dalam dirinya.


Senin pagi, key sudah bersiap untuk ke kantor, key menggunakan mobilnya menembus jalan raya dipagi hari, key tersenyum getir, saat mengingat apa yang terjadi tiga hari yang lalu.


Dia yang dengan percaya dirinya mengungkapkan cintanya kepada Radit, dan hasilnya saat ini dia lah kecewa dan patah hati.


Andai nya ada pilihan lain, mungkin key, tidak akan pernah kembali ke kantor Radit, akan tetapi key tidak ingin Karena keegoisan nya malah membuat dia gagal dalam kuliah nya.


Mungkin key, harus pura-pura tak melihat Radit selama sebulan kedepan. Perlahan mobil yang dikendarai oleh key, memasuki parkiran kantor yang megah itu.


Key turun dan menarik nafas panjang, mencoba untuk tenang, entah kenapa key malah berpikir kalau dia menyesal telah jatuh cinta pada Raditya, pria yang baru saja dikenalnya.


Key berjalan dengan menuju ke ruangannya, menggunakan lift milik pegawai. Dan tentunya saat itu Radit belum datang, karena memang masih terlalu pagi, key sengaja datang lebih cepat, agar tidak perlu berpapasan dengan Raditya.


Key begitu sampai langsung memeriksa mejanya, apakah ada pekerjaan untuknya, dan mengecek jadwal Raditya hari ini, dan ternyata Radit akan ada meeting jam 10.00 pagi ini.

__ADS_1


Key langsung saja mempersiapkan semuanya, berkas dan bahan untuk meeting Dan meletakkan nya di meja Radit. Key memeriksa sampai begitu detail, dia tidak ingin Radit m manggil dirinya


Rasanya key belum ingin bicara, atau bertemu Radit, walaupun key sadar ini bukan kesalahan Raditya, karena dia lah yang salah mencintai orang yang tidak mencintai dirinya. dan bahkan orang yang dia cintai sudah memiliki calon istri.


Key kembali ke ruangannya, dia mentik nafas berat dan melepaskan nya dengan kasar, dia membuka laptop yang ada dihadapannya, dan mengotak-atik file yang masih perlu perbaikan.


Mencoba menyibukkan dirinya dengan banyak pekerjaan, sampai akhirnya dia melihat kalau Radit memasuki ruangannya, karena ruangan mereka berdua hanya dibatasi oleh dinding kaca saja.


key langsung mengalihkan pandangan ke layar laptop nya, dia tidak ingin kalau sampai harus bertatap mata dengan Raditya, hatinya terasa terluka.


Dan tak berpa lama Radit datang, telpon dimeja key pun berdering.key tau itu pasti dari Radit, dengan malas key mengangkat telpon tersebut.


"Hallo, Apa yang harus saya bantu pak?" dia tak lagi memanggil Radit dengan sebutan tuan.


"Tolong buat kan saya kopi."


"Iya." key langsung mematikan telponnya.


Namun kali ini tidak seperti biasanya, key tidak bangun dari duduk nya, dia menekan nomor ditelpon yang ada di atas mejanya, dan menelpon ke ruangan pantry, meminta office girl yang ada disana untuk mengantar kopi ke ruangan Radit.


Dan ternyata dari ruangan sebelah ,Radit juga memperhatikan key, yang dilihatnya tidak pergi untuk membuatkannya kopi, dan terdengar pintu ruangannya diketuk.


Dan ternyata office girl yang mengantarkan kopinya, Radit memang selama dua bulan ini sudah terbiasa dengan key yang selalu menyediakan apa yang di butuhkan.


"Kenapa kamu yang mengantar?"


"Iya tuan, tadi Bu Kayra meminta saya untuk mengantar kan kopi."


"Ya sudah terimaksih."


"iya tuan."


Office girl itu pun langsung keluar, Radit mengambil handphone nya dan menelpon nomornya Kayra.

__ADS_1


Kayra menatap handphone nya yang tertera sebuah nama pujaan hati , key bukannya mengangkat tapi malah menonaktifkan handphone.


Radit yang merasakan perubahan sikap Kayra pun memutuskan untuk tidak menelpon lagi, dia bangun dari duduk nya, dan berjalan ke tempat dimana Kayra berada. tentunya tanpa mengetuk pintu dia langsung nyelonong masuk ke ruangan key, maklum saja Radit kan bos nya


"Key, kenapa telpon saya di matikan?"


"Maaf pak, baterainya habis!" menjawab namun tanpa menatap ke arah Radit.


"Mana handphone kamu?"


"Handphone itu privasi."


"Saya hanya ingin lihat saja."


"Apa ada masalah dengan handphone saya?"


"Key, kamu ini kenapa?"


"Maaf pak, hari ini bapak ada meeting jam 10.00 pagi, semua berkas sudah saya siapkan ,bapak bisa cek kalau ada yang kurang."


"Saya tidak tanyakan hal itu, saya tanya kamu ini kenapa?".


"Maaf pak saya tidak kenapa-napa."


"Key, kenapa kamu jadi aneh hari ini, biasanya kamu yang selalu buatkan saya kopi, tapi kenapa hari ini malah office girl?"


"Bukanya itu memang tugas mereka, dan pak saya hanya mahasiswi magang, bahkan saat ini saya sudah salah tempat , sekretaris itu bukan basic saya pak ." masih tak ingin menatap.


"Kayra, kalau ada masalah lebih baik kita selesaikan dulu, saya tidak ingin mengganggu kinerja kita, kamu harus profesional."


"Saya rasa, saya sudah sangat profesional, bekerja sesuai tugas saya, dan apa ada yang salah dengan pekerjaan saya? saya rasa malah bapak yang tidak profesional."


Radit terdiam, memang benar, key tidak melakukan kesalahan apapun, hanya dia saja yang merasa key berubah dan malah protes padahal apa yang dikatakan key sudah benar adanya.

__ADS_1


Entah kenapa Radit bukannya pergi malah duduk dikursi yang berada didepan meja Kayra, menatap gadis dihadapannya, Namun yang ditatap seakan tak perduli, Dan bahkan mungkin ber anggapan tidak ada siapa-siapa disana.


Apa yang sebenarnya terjadi, Radit jelas-jelas menolak pernyataan cinta dari key, namun dia malah merasa aneh dengan perubahan sikap Kayra.


__ADS_2