CEO Pujaan Hatiku

CEO Pujaan Hatiku
patah hati kedua kali


__ADS_3

Akhirnya hari itu key membatalkan niatnya untuk bertemu pembimbing, dia sudah tidak bersemangat lagi, kehadiran Radit dikampus membuatnya jadi tidak bersemangat.


Key dan Rita masih duduk di taman kampus, key yang sudah lebih tenang mulai menceritakan apa yang terjadi.


Saat itu Rita hanya menatap sahabatnya, Rita tau pasti sulit untuk key melupakan Radit, apalagi setelah Radit juga menyatakan cintanya kepada key.


Hal ini pasti membuat key semakin susah untuk move on dari Radit, tapi key tetap harus melakukan hal itu agar tidak ada orang lain yang terluka hatinya.


Karena key tau bagaimana rasanya, mencintai namun tak dicintai,dan tak dapat memiliki itu menyakitkan.


Rita dan key akhirnya meninggalkan kampus, mereka memutuskan untuk pulang dan beristirahat.


Key yang berada dikamar nya mencoba menyelesaikan skripsi ya, agar dia tak terlalu kepikiran dengan Radit , namun key tentunya tidak bisa fokus untuk hal itu.


Key terus kepikiran dengan Radit , apa yang akan dilakukan Radit ,jangan sampai dia nekat dan menyakiti hati Aliya


Key mengambil handphone nya yang saat itu berdering, ternyata Kevin yang menelpon nya, memang akhir-akhir ini Kevin selalu menelpon atau pun mengajaknya makan siang bareng.


Namun hari ini Kevin sudah bilang kalau akan sedikit sibuk dirumah sakit ,jadi tidak bisa makan siang bareng.


"Hallo mas, Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam, Kamu sedang sibuk key?"


"Tidak kok mas, key lagi dirumah."


"Katanya ke kampus mau bimbingan."


"Iya tadi pagi key ke kampus tapi ini sudah dirumah "


"Kamu baik-baik saja key?"


"Baik kok Mas, kenapa?"


"Tidak, sepertinya suara kamu terdengar sepeti tidak sehat, apa terjadi sesuatu hari ini?"


"Tidak Mas, semua baik." jawab key berbohong.


"Kamu sudah makan siang?"


"Sudah ,Mas jangan khawatir, tadi key sudah makan siang dengan Rita."

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu, istirahat!"


"Memangnya ada apa mas telpon?"


"Tidak ada, hanya memastikan kamu baik-baik saja, kalau begitu saya tutup ya?"


"Iya Mas, Assalamualaikum!"


"Waalaikum salam."


Sambungan telpon terputus, key menyimpan handphone nya, dalam hati key memang mengakui kalau Kevin adalah pria yang baik dan perhatian dengan dirinya.akan tetapi key benar-benar belum bisa membuka hati untuk Kevin.


Key sebnarnya tak ingin memberikan harapan kepada Kevin, tapi Kevin sendiri yang meminta dirinya untuk memberikan dia kesempatan untuk saling dekat, dan hal itulah yang sedang key lakukan.


Saat itu, key mendengar notifikasi di handphone nya , key mengambil handphone dan ternyata Radit yang mengirim pesan.


"Key, do'akan semuanya lancar dan baik-baik saja."


Key yang membaca kiriman pesan singkat tersebut menjadi gundah, bagaimana jika Radit mengatakan semuanya kepada mama nya? apa yang dipikirkan mama Radit tentang dirinya.


Key pun membalas pesan dari Radit , key takut kalau harus menjadi perusak hubungan Radit dan mama nya.


"Pak Radit, jangan lakukan apapun yang akan menyakiti hati mama pak Radit."


Dan kata-kata itu yang selalu membuatnya tak mampu untuk membantah, karena semua nya kaan baik-baik saja.


Dan key yakin kalau Radit akan lebih bijak dalam menentukan sikap, walaupun sebenarnya key yakin tidak yakin dengan Radit.


Namun key, tak ingin ambil pusing, Dia takut malah akan membuat Radit bertindak gegabah.


Dan setelah malam itu, Key dan Radit tak pernah lagi bertemu, bahkan Radit tak mengirimkan pesan pun kepadanya


Apa yang terjadi sebenarnya, dan kenapa Radit seakan menghilang begitu saja, setelah mengajak dirinya untuk memperjuangkan cinta mereka Radit malah tak lagi menghubunginya.


Akan kah key harus kecewa dan hancur hatinya untuk kedua kalinya, setelah kembali berharap kepada radit.


Seminggu telah berlalu, namun Radit tak juga terdengar kabarnya, Dan hanya Kevin dan Kevin yang selalu ada untuk dirinya saat itu, Namun perasaan key belum juga bisa berpaling kepada Kevin.


Semakin Radit jauh, key semakin merindukan dirinya, namun key tak ingin menghubungi Radit atau apa pun, karena key ingin memberikan waktu untuk hati nya, mungkin dengan Rafit menjauh itu semua menjadi sedikit lebih mudah untuk nya.


Apalagi saat ini key juga disibukkan dengan skripsinya, dan kuliahnya yang sudah berada di semester akhir.

__ADS_1


Minggu demi Minggu terus saja berlalu, sampai Akhirnya, kedua orang tua key dan Kevin pun merencanakan pertunangan anak-anak mereka.


Karena orang tua key berpikir kalau key mungkin sudah melupakan Radit Seiring waktu , tapi andai saja mereka tau kalau putrinya tak pernah merubah perasaan nya kepada Radit, mungkin mereka tak akan berani berencana.


Setelah sebulan lebih Key kehilangan sosok Radit yang terus mengisi hatinya, Hari ini key mendapatkan sebuah kejutan yang luar biasa.


Kejutan yang membuatnya hancur , bahkan dengan rasa sakit yang luar biasa dirasakan oleh key.


Siang itu, papi cepat pulang dari kantornya, Papi langsung menemui mami yang juga berada dirumah, Key yang mendengar suara papinya pun langsung menuju ke ruang keluarga.


"Papi udah pulang ?" tanya Key.


"Iya sayang, papi mau istirahat kepala papi sedikit pusing." jawab papi yang memang terlihat lelah.


"Kalau begitu papi istirahat saja dulu, atau apa perlu key panggilkan dokter Pi?"


"Tidak perlu sayang, papi hanya perlu istirahat.


"Ya sudah papi istirahat."


Papi siang itu ditemani mami pergi ke kamar untuk istirahat, karena mungkin terlalu capek papi sampai melupakan tas nya.


Key pun berniat untuk mengantarkan tas tersebut ke ruang kerja sang papi, namun key mengurungkan niat nya karena key melihat selembar kertas, lebih tepat nya sebuah undangan.


Karena penasaran, Key pun meletakkan kembali tas kantor milik papinya, dan meraih undangan yang tadi berad dibawah tas kerja Papi.


Sebuah nama yang tertulis disitu ,yang sempat membuat key, bergetar, namun key memastikan nama di undangan tersebut dengan membuka perlahan sebuah undangan berwarna pink muda itu.


Dan ternyata benar, di sebuah undangan tertulis nama Radit dan Aliya, ya nama Raditya pria yang selama ini menjadi pujaan hati nya.


Radit yang selama sebulan lebih ini menghilang, Radit yang mengajak dirinya untuk memperjuangkan cinta mereka, Radit yang meminta kesempatan kedua kepada dirinya.


Namun ternyata ,Radit malah sedang mempersiapkan pertunangan dirinya dengan Aliya, ternyata Radit hanya memberikan dirinya harapan palsu, bahkan untuk kedua kalinya.


Key terduduk lemas, di atas sofa ruang kelurga rumah nya, Key merasa kan nafasnya sesak , ada luka dihatinya namun tak berdarah.


Key lemes, terasa sendi-sendi nya tak sanggup digerakkan, key menahan tangisnya, namun air mata itu lolos juga begitu saja ke pipinya


Key tak kuasa menahan luka yang diberikan Radit hari ini, key tak mampu rasanya, untuk berkata apapun.


Tubuh key merosot sampai kelantai,air mata tak mampu lagi dibendungnya, sakit, kecewa tak dapat di ungkapkan oleh key saat itu.

__ADS_1


Bibik yang melihat key menangis pun berjalan dengan terburu-buru ke dekat key, memeluk nona mudanya yang saat itu sedang menangis tersedu.


Begitu banyak pertanyaan dihati si bibik saat itu , Namun bibik belum berani bertanya tentang apa yang terjadi, Namun banyak pertanyaan dihati bibik saat itu, Apa yang terjadi dengan nona nya saat itu?


__ADS_2