
Episode 12
Lama sudah Alle kembali berfikir apa yang terjadi kepada dia tadi saat di jalan raya. Dia pun melajukan mobil nya untuk segera bergegas pergi meninggalkan lokasi tersebut. Mereka pun akhirnya samapi di tujuan, yaitu kediaman Martin. Setelah memarkirkan mobil di bagasi, Alle pun membantu buk Rusmi membawa belanjaan yang mereka beli tadi nya.
Setelah memasuki rumah mewah tersebut, mereka langsung menuju dapur ruangan masak, mereka membereskan semua belanjaan dan memasak untuk makan siang. Mereka pun bergerak kesana kemari untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Dan akhirnya pun selesai juga.
"Nak setelah ini ,ada baiknya kamu ke kantor untuk mengantarkan makan siang kepada ayah dan bapak, mungkin mereka belum juga makan. Biasa nya ayah akan ke kantor jika makan siang sudah tiba" ucap bu Rusmi
"Baiklah bu, tetapi kita harus makan dulu dan Alle akan berberes terlebih dahulu dan akan mengantarkan bekal siang nya bu," jawab Alle yang setuju dengan ide buk Rusmi.
"Iya, mark kita makan terlebih dahulu" mereka pun makan siang dan setelah itu Alle pergi ke kamar untuk berberas sebelum pergi mengantar makanan ke kantor ayah nya. Sedangkan bu Rusmi membereskan dapur yang mereka pakai untuk memasak.
Tidak menunggu banyak waktu, Alle pun segera berpamitan kepada bu Rusmi dan melajukan mobil nya segera ke kantor. Selang empat puluh lima menit dia pun tiba di kantor perusahaan Martin, dia memasuki lobby dan menuju lif untuk sampai ke lantai gedung, dimana kantor ayah nya dan pak Yusuf berada.
Ting
Suara lift menandakan bawah dia sudah sampai di lantai tersebut. Dia pun menemui sekretari pak Yusuf terlebih dahulu untuk menanyakan apakah ayah dan pak Yusuf berada di kantor.
"Permisi, apakah ayah dan pak Yusuf di kantor bu," tanya Alle kepada wanita yang sudah terlihat berumur itu, yang sedang duduk bekerja di meja kerjanya.
"Non Alle, pak Martin dan pak Yusuf sedang menghadiri rapat di ruangan rapat nona, sebentar lagi mereka akan keluar, ada baiknya nona tunggu di ruangan saja" jawab sekretasis tersebut.
"Baiklah" ucap Alle. "Mari saya antarkan Nona" kemudian sekretaris itu pun mengantar Alle ke ruangan yang di maksud kan.
Tidak menunggu lama akhirnya Martin dan pak Yusuf pun datang memasuki ruangan tersebut.
"Alle, kenapa kamu disini sayang? Apa ada masalah?" tanya Martin yang mempercepat langkah nya mengahnpiri Alle yang sedang duduk di sofa ruangan tersebut.
"Tidak ada ayah, Alle hanya ingin mengantarkan bekal makan siang kalian, ibu sudah menyiapkan nya dari rumah" jawab Alle dan kemudian membuka kotak bekal yang sudah dia bawa tadi nya.
__ADS_1
"Kebetulan sekali, kami tadi nya ingin makan di luar, eh ternyata kamu sudah datang duluan" jawab pak Yusuf yang juga sudah berada di sofa seberang Alle.
”Ayo kalian makan lah, sudah hampir lewat makan siang" jawab Alle dan mereka pun makan bekal yang sudah di bawa Alle dari rumah.
"Ini sangat enak" Martin berbicara, dengan lahapnya dia memakan makanan tersebut dan memang rasanya sangat enak.
"Tentu saja enak. Ini masakan istriku" jawab Yusuf yang juga tidak kalah lahapnya memakan bekalnya.
"Yah kau menang" mereka pun melanjutkan makan siang nya. Itu tidak luput darj perhatian Alle yang merasa senang melihat orang yang dia sayangi.
Setelah selesai makan siang, mereka pun tepar karena ke kenyangan akibat makanan enak tersebut. Makanan tidak boleh bersisah Alle, begitu lah jawab mereka berdua, saat Alle menyarankan bahwa jangan di paksakan menghabiskan makanan nya. Tetapi mereka bersikeras ingin menghabiskan makanan itu.
"Alle nanti akan ada rapat kerja sama dengan group perusahaan HW, ada baiknya kamu ikut untuk sekedar mempelajari nya" Martin membuka pembicaraan dan mengajak Alle untuk ikut belajar tentang perusahaan mereka. Alle pun menyetujui hal tersebut.
Apa pun yang ayah nya ingin kan dia akan ikuti selagi itu masih dalam jalan nya dan tidak hal negatif. Dia mempelajari tentang perusahaan bukan sekedar karena ayah nya. Tetapi juga dia berfikir jika dia suatu saat akan memimpin perusahaan, dia sudah bisa menjalankan nya karena sudah belajar mulai dari sekarang. Walaupun kemungkinan itu hanya sedikit, karena untuk saat ini dia tidak tertarik dengan bidang tersebut.
####
Mereka mengunggu direktur dari rekan kerja mereka tiba di kantor.
Tepat pada waktunya direktur yang di tunggu pun telah tiba dan memasuki ruangan tersebut. Mereka duduk di kursi yang telah di sediakan sebelum nya.
"Selamat dapang pak Justin" sapa amartin berdiri menyambut ke datangan Justin dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Iya pak Martin" Justin pun menjabat kembali tangan Martin. "Perkenalkan ini sekretaris sya, yang menghubungu bapak sebelumnya" jawab Justin memperkenalkan diri mereka.
Justin dan Lela adalah untusan dari perusahaan HW. Dan memang di muka publik Justin lah yang menjadi Direktur umum, sehingga dia hang akan turun tangan.
"Dan ini adalah Yusuf yang menjalankan perusahaan ini, sedangkan di samping nya adalah putri saya Alle" lanjut Martin memperkenalkan juga peserta rapat penting mereka.
__ADS_1
Yusuf menjabat Justin dan juga Lela secara bergantian memperkenalkan dirk, selanjut nya juga di lakukan oleh Alle dan kemudian mereka semua duduk kembali dan memulai rapat kerja sama mereka.
"Baiklah pak Martin,saya akan memulai menjelaskan tentang kerja sama yang akan kita laksanakan di kemudian hari" Justin memulai rapat tersebut.
"Silahkan pak" jawab Martin.
"Baiklah, disini perusahaan HW yang saya jalankan untuk saat ini sedang membangun perusahaan cabang baru di 4 bidang, dan mengapa saya ingin mengajak anda bekerja sama dengan perusahaan yang akan di kembangkan ini, karena salah satu bidang nya sama dengan bidang di perusahaan anda pak. Mohon di lihat proposalnya" Justin menjelaskan maksud kerja sama tersebut.
Kemudian Lela memberikan proposal kepada pak Martin dan pak Yusuf tidak lupa dengan karyawan lainnya. Alle tidak mendapatkan nya karena dia hanya menghadiri semata tidak terlibat di dalam nya, sehingga dia hanya bisa mendengarkan percakapan mereka dan berusaha memahami nya.
Setelah satu jam berlalu, mereka pun saling memutuskan dan menyetujui proyek kerja sama tersebut. Setelah menandatangani kontrak mereka bertukar kontrak dan kemudian bersalaman. Setelah mengucapkan terimakasih mereka pun keluar dari ruangan tersebut dan Justin serta Lela pun pergi meninggalkan perusahaan itu.
####
"Alle, apa kamu tidak tertarik untuk bekerja disana? Itu sesuai dengan keahlian mu nak" pak Yusuf mencoba menyarankan ide tersebut. Setelah mereka masuk keruangan mereka dan duduk bersantai di sana.
"Akan Alle pikirkan terlebih dahulu pak" jawab Alle.
"Ide ide yang bagus sayang, nanti ayah akan mengaturnya" jawab Martin menyetujui saran pak Yusuf.
"Jangan ayah, jika Alle mau, Alle akan berusaha sendiri tanpa bantuan ayah, Alle akan berusaha semampu Alle yah" jelas Alle yang tidak ingin tergantung dengan kekuasaan ayah nya.
"Baiklah itu semua keputusan di tangan mu nak, lakukan apa yang menurut mu baik untuk diri mu, ayah akan ada untuk mu sayang," Martin mengwlus kepala anak kesayangan nya itu. Semua keputusan selalu di berika kepada Alle jika itu menyangkut hidup Alle dan jika itu baik dan tidak mencelakakan anak nya itu.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah