CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 26


__ADS_3

Episode 26


Belum lama kemudian orang yang bekerja untuk mengganti kursi Dipta pun datang. Mereka sedikit terlambat karena jalanan cukup macet, sehingga tidak dapat secepat mungkin tiba di perusahaan mereka.


Tok tok tok


Terdengar ketukan pintu mereka, Alle yang tadi nya melamum akhirnya pun tersadar. Dia segera menjumpai siapa yang mengetok pintu tersebut.


"Silahkan masuk pak" Alle mempersilahkan orang tersebut yang tak lain adalah petugas yang dia hubungi.


"Maaf buk, kami sedikit terlambat karena terjebak kemacetan di jalan" jawab Petugas tersebut menjelaskan kelalaian mereka.


"Tidak apa- apa pak, segera gantikan kursi itu pak" jawab Alle yang tidak masalah dengan itu. Hanya bos gila itu yang mempermasalahkan nya.


Untung saja dia sedang tidur sekarang sehingga dia tidak melihat mereka datang. Jika dia melihat nya, mereka akan mendapatkan sempotran sayang sangat kejam dari bos gila tersebut.


Petugas pun melakukan pekerjaan nya dengan cepat dan baik. Sebelum mereka mendapakan maslalah dari atasan mereka. Mereka pun pamit setelah itu.


"Sudah selesai buk, mohon maaf sekali lagi atas kelalaian kami. Kami permisi dulu" petugas tersebut pun berpamitan untuj pulang.


"Terimakasih pak" jawab Alle, mengantarkan mereka sampai di depan ruangan mereka. Kemudian Alle masuk kembali ke ruangan nya.


Alle melihat Dipta masih tertidur, sehingga dia tidak membangunkan nya. Dia kembali bekerja seperti biasa nya. Banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini, di tambah lagi pekerjaan atasannya yang sedang bergelayut dalam mimpi yang harus dia kerjakan.


####


Saat ini sudah waktunya untuk pulang kerja. Alle pun membereskan kerjaannya dan akan bergegas pulang karena dia sudah menyelesaikan tugasnya. Tetapi dia masih melihat bos nya itu tidur di meja kerjanya.

__ADS_1


"Bagaimana dia bisa nyenyak sekali tidur seperti itu? Apa dia tidak memikirkan pekerjaannya? Astagah dasar bos gila" ucap Alle sambil memperhatikan manusia yang tidur di depannya.


"Apa aku tinggalkan saja yah disini, apa dia akan takut lagi dan akan berteriak- teriak?" Seketika pikiran jahil Alle pun muncul kembali. Dia tertawa sendiri memikirkan bagaimana takutnya bos nya itu jika di tinggalkan sendirian.


Tetapi Alle mengingat kejadian yang telah berlalu, dia juga merasa bersalah dengan nya karena sudah mengerjai Dipta. Sehingga Alle pun menunggu Dipta terbangun dari tidur nya.


Alle asyik memaikan ponselnya sembari menunggu Dipta terbangun. Dia tidak tega meninggalkan anak kecil sendirian. Begitulah pikiran Alle saat itu. Hehehehe


Tidak berapa lama, Dipta pun terbangun dan mengedarkan pandangannya. Dia melihat sekitarnya dan mendapati Alle yang sibuk akan ponsel di tangan nya.


"Kenapa dia tidak bekerja, malah bermain ponsel?" Pikiran Dipta. Kemudian dia beralih pada arlogi di tangannya dan sudah sangat sore. Berarti dia yang sedari tadi tertidur.


"Astagah!!! Kenapa kau tidak membangunkan ku? Sudah jam segini, ada berkas yang harus ku selesaikan" teriak Dipta terkejut karena sudah menandakan jam pulang kerja.


Alle yang saat itu masih fokus pada ponselnya pun terkejut di buat suara Dipta yang berteriak- teriak


"Kenapa kau tidak membangunkan ku? Masih banyak pekerjaan yang harus aku bereskan" jawab Dipta kembali mengomel dan dia beranjak dari kursinya.


Tetapi masih tepat di depan pintu ruangan Alle dia menghentikan langkah nya. Dia tidak melanjutkan nya. Alle yang melihatnya bingung.


"Kenapa berhenti pak? Bukan kah masih banyak pekerjaan yang akan anda bereskan? Tanya Alle yang mulai mengerti kenapa bos itu menghentika langkahnya.


Dipta berbalik ke arah Alle. Dan berjalan menuju kursi nya sebelum nya. Dia kembali menduduk kan tubuh nya di kursi itu.


" apa kau sudah mengganti kursinya?" Tanya Dipta melemah.


"Seperti belum di ganti pak" jawab Alle berniat mengerjainya kembali.

__ADS_1


"Kenapa mereka lama sekali. Aku akan memecat mereka dan tidak akan ada tempat yang akan menerima mereka bekerja" jawab Dipta penuh dengan amarah. Dia merogoh ponser di dalam kantung jas nya dan akan berniat menghubungi orang lain.


Sebelum itu terjadi Alle sudah tertebih daluhu menghentikan nya. Karena memang sudah di ganti. Jika itu terjadi bagaimana nasip mereka yang bekerja itu.. Akan sangat kasihan mereka. Bagaimana mereka bisa membiayai hidup nya.


"Enak saja, main pecat- pecat. Itu kursi sudah di ganti dengan yang baru, sekaligus dengan mejanya pak" jawab Alle yang sudah merebut ponsel Dipta.


Kemudian dia berdiri dan akan berlalu dari sana.


"Jangan se enaknya memecat karyawan. Pikirkan bagaimana nasip mereka setelah itu" lanjut Alle mendekatkan wajahnya kepada Dipta dengan pandangan tajam nya. Kemudian meletakkan ponsel Dipta di meja itu dan dia pun segera bsrlalu dari ruangan itu.


Dipta yang kelagapan dengan keadaan itu. Tidak dapat mengontrol jantungnya yang berdetak. Dia masih berada pada posisinya tanpa menyadari kalau sudah tidak ada orang di dalam ruangan itu. Hanya dia yang tertinggal.


Dipta mengelus dada nya yang masih berdebar mengingat kejadian itu. Sekian menit kemudian dia tersadar bahwa tubuh Alle sudah tidak ada di sana. Dia mengedarkan pandangannnya. Dan terhenti ketika dia melihat meja kerjanya. Dia pun kelagapan ketakutan. Dia segeran berlari dari ruangan itu menggejar Alle.


"Hei tunggu aku" teriaknya memanggil Alle. Alle yang sudah berada di depan pintu keluar ruangan, dia pun berlari dan meninggalkan Dipta. Dia berlari secepat mungkin ke arah lift dan segera menutup lift tersebut. Sehingga tinggal lah Dipta di belakang.


Alle hanya bisa tertawa senang telah mengerjai Dipta dan meninggalkan nya. Sementara orang yang dia tertawakan ketakutan setengah mati. Bagaimana seorang Direktur umum seperti Dipta takut dengan hal yang belum pasti ada seperti ini. Padahal dia sudah mengatakan bahwa dia hanya bercanda. Sungguh layak nya anak kecil. Hahaha


Dipta yang mengerjar Alle karena ketakutan, tetapi dia tidak menemukan Alle di ruangan dan di luar ruangan itu. Dia mengedarkan pandangan nya, karena dia sendiri di sana, dia pun semakin ketakutan. Untung saja Lift yang di tunggunya segera terbuka dan dia pun kemudian turun ke lantai dasar dan seger berlalu pergi dari kantor tersebut.


*Bersambung


Terimakasih sudah berkunjung dan membaca novel saya 😍😍😍


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗


__ADS_2