
Episode 44
Pagi hari ini terlihat sangat cerah, seakan menandakan hari ini adalah hari yang baik untuk setiap orang yang menikmati keindahan di pagi hari ini. Alle terbangun dari tidurnya. Sepertinya dia terlambat bangun dari hari biasanya.
Jika hari biasa dia akan bangun cepat dan akan membantu ibu Rusmi untuk menyiapkan sarapan pagi. Ternyata hari ini, ibu Rusmi lah yang membangunkannya. Alle terlihat masih terlelap dalam mimpi.
Bu Rusmi pun menyingkapkan gorden penutup jendela kamar Alle, dan membuka jendela tersebut. Matahari sudah mulai muncul, sehingga cahayanya lolos menembus ke dalam ruangan itu. Alle sedikit merasa silau karena cahaya tersebut. Diapun terpaksa untuk membuka matanya menyesuaikan dengan cahaya yang datang dari jendela tersebut.
"Nak bangun, sudah setengah tujuh, apa kamu tidak kerja hari ini?" Ucap bu Rusmi mengguncang tangan Alle bermaksud membangunkannya.
"Hhhmmm bu,, apa sudah siang? Rasa Alle tidak ingin bangun hari ini" ucap Alle yang kembali memejamkan matanya dan memeluk tubuh bu Rusmi.
"Jika kamu kelelahan, istirahatlah, ibu akan mengatakan pada ayah mu, supaya kamu di ijinkan tidak masuk kantor yah" ucap buk Rusmi mengusap kepala Alle, dan menyelimutinya.
Sepertinya Alle benar- benar kelelahan pagi ini. Dimana dia harus bekerja ekstra saat bekerja dan akan membantu Juny membuat kue, dan kembali ke rumah dengan mengendarai mobil sendiri, membuatnya terlalu lelah, karena jarak antara tokoh dan rumah Alle lumayan jauh.
Bu Rusmi pun keluar dan memberitahukan Martin supaya mengijinkan Alle karena tidak masuk bekerja. Tentunya Martin akan sangat khawatir anak gadis satu- satunya dalam keadaan sakit. Dia pun tanpa basa- basi langsung menghubungi Juny supaya mengijinkan Alle.
(Juny sudah saling kenal dengan keluarga Alle, karena sering berkunjung juga, dan karena sudah kenal, Alle di ijinkan untuk membagi waktunya bekerja di tempat tokoh Juny)
####
Di kamar Alle
Pak Martin sudah terlihat duduk di tepi ranjang Alle dan memperhatikan wajah Alle dengan sangat Lekat. Dia sangat menyayangi anak gadisnya itu. Bahkah melebihi sayangnya terhadap dirinya sendiri.
"Ternyata kamu sudah sebenar ini nak" ucap Martin lirih, sembari mengurap kepala Alle, menyisihkan rambut yang ada di wajah Alle.
__ADS_1
"Kami tumbuh dengan baik, Ayah kangen saat masa kecilmu. Kamu sangat mirip dengan mommy mu, dia menitipkan mu kepada ayah" ucap Martin. Tanpa dia sadari air matanya pun lolos terjatuh membasahi wajahnya.
Segera mungkin dia menepisnya, supaya Alle tidak melihatnya, dan juga Istrinya yang sudah tenang disana. Dia tidak bisa terlihat sedih di depat dua wanita yang sangat di sayangi itu, walaupun mereka tidak saling bersama.
Alle pun menggeliat saat sentuhan tangan Martin menyentuh pipi Alle, dia merasakan sentuhan hangat di pipinya membuat dia harus terbangun.
"Hhmm,,,,, Ayah,,, kenapa disini?" tanya Alle yang mendapati ayahnya disana.
"Apa ayah mengganggu tidur mu nak?" ucap Martin merasa bersalah karena mengganggu tidur anaknya.
"Tidak ayah. Apa ayah tidak bekerja hari ini?" tanya Alle
"Bagaimana ayah bisa bekerja, sementara anak ayah sedang sakit" ucap Martin mengelus kepala Alle dengan sayang.
"Ayah, Alle tidak sakit, hanya saja kecapean ayah, cuman istirahat sebentar akan juga akan kembali segar lagi" ucap Alle, memang dia tidak sakit hanya saja dia sedkkit kelelahan karena pekerjaannya.
"Tidak usah ayah, Alle sehat dan kuat kok, tenang saja, Alle akan mengurusnya. Jadi Ayah tidak usah khawatir yah, sekarang ayah bekerja saja, Alle akan membantu bu Rusmi," ucap Alle yang ingin beranjak dari tempat tidurnya.
"Tapi kamu jangan terlalu kelelahan lagi yah, kesehatan yang paling utama" ucap pak Martin, mencium puncak kepala Alle dan berlalu dari sana, dia pun akan segera berangkat bekerja juga.
"Ayah juga" ucap Alle mencium punggu tangan Martin,
"yah, itu pasti nak, ayah akan berangkat bekerja sekarang. Ingat jangan terlalu kelelahan, ayah tidak akan membiarkan mu bekerja jika itu terjadi lagi." ucap Martin kepada Alle dan akhirnya Martin berlalu dari kamar Alle dan berangkat bekerja seperti biasanya.
Sebelum membuka pintu Martin juga menyampaikan pesan terpenting yang harus di ketahui dan di pikirkan Alle saat ini
"Ingat juga, bahwa Ayah akan mempunyai cucu sebelum ayah tiada Alle," ucap Martin yang tersenyum memandang Alle, dia pun keluar dari kamar tersebut, sebelum Alle akan mengamuk dan terjadi perdebatan.
__ADS_1
####
Di dalam perusahaan group HJ, sudah bisa di tebak apa yang akan terjadi disana. Ya seperti biasa, Dipta akan membuat para karyawan itu akan menciut dan tidak berani bergerak sedikit demi sedikit. Saat Dipta sudah berada bersama mereka di luar ruangan kerjanya, para karyawan disana akan merasakan hawa dingin di seluruh ruangan itu, hawa mematikan juga terpancar disana.
Juny sudah menekan tombol lift dengan angka 15. Dia akan menuju ruangan Dipta, untuk memberitahukan bahwa Alle hari ini tidak bisa hadir, karena dalam keadaan kurang sehat. Suara lift pun berbunyi, menandakan bahwa dia sudah tiba di ruangan yang dia tuju.
Dia berjalan melangkahkan kakinya, dia akan bertanya terlebih dahulu pada karyawan disana, apakah ada pak Harry di ruangan atau tidak. Dia berjalan dengan santai dan menuju salah satu karyawan disana.
Dia menghampiri seseorang bertanya apakah Pak Harry ada di dalam ruangannya.
"Permisi, apakah pak Harry di ruangannya?" tanya Juny pada salah satu karyawan disana, dia tidak memperhatikan bahwa Dipta sedang duduk di antara mereka juga.
Karyawan itu hanya menjawan dengan gerakan tangan setengah menunjuk keberadaan orang yang di tanya oleh Juny.
Juny mengikuti arah tunjukan dari karyawan itu, dan betapa terkejutnya dia melihat Dipta yang sedang duduk disana, dengan rambut berantakan, kaki di silangkan, kedua tangan di lipat di depan dadanya. Matanya tidak berkedip, baju sedikit berantakan.
"Hati- hati buk, bisa saja harimau terbangun" ucap karyawan yang di tanya Juny tadi, membuat Juny semakin merinding di buatnya.
"kondisinya sedang buruk buk, sedang mencari mangsa yang akan di terkam olehnya saat ini.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1