CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 4


__ADS_3

Episode 4


Setelah sekian lama Alle berbagi cerita dengan ayah tercintanya dan sekalian melepas kerinduan yang sudah sangat lama terpendam di dalam hati sudah tersalurkan untuk sekedar hal kecil hari ini. Dia pun mengantarkan ayah nya untuk beristirahat di kamar nya. Kemudian dia kembali ke dapur untuk mengambil air mineral untuk persediaan di kamar nya nanti dan dia pun kembali ke kamar nya.


Kamar yang sudah lama tidak dia pakai terlihat sangat rapi dan terurus kebersihannya. Dia merebahkan tubuh nya di atas ranjang yang bernuanya galaksi berwarna navy tersebut. Sebenarnya dia tidak terlalu menyukai model tersebut, tetapi karena terlihat nyaman, dia menyukai nya.


Dia melihat pemandangan di atap kamarnya dan dia mengambil remote di laci nakas di samping tempat tidur tersebut. Dia menekan tombol on dan secara otomatis atap kamar tersebut sebagian terbuka transparan. Sehingga terlihat langit malam yang di penuhi oleh bintang- bintang. Hal tersebut di design setelah dia lulus sekolah menengah, karena dia sangat tertarik dengan design sehingga ide tersebut muncul di pikirannya. Dan saat ini itu terwujud dan sangat menyenangkan untuk nya.


Dia mengingat semua kenangan masa kecil, remaja dan beranjak dewasa dengan Ayah sekaligus Ibu untuknya di dalam kamar tersebut. Jika dia ada masalah atau sedang bahagia atau sekedar menikmati waktunya dengan ayah nya dia akan mengajak Ayah nya ke kamar itu dang menghabiskan waktu disana. Karena masa- masa itu sangat berarti baginya walau pun tidak banyak.


Setelah puas memandangi langit yang begitu indah, dia pun menutup kembali atal tersebut dan dia pun tertidur dalam mimpi indahnya hari ini. Senyuman dan seri wajahnya tersirat dengan bahagia itu dapat di lihat dengan mata telanjang.


####


Pagi ini Alle bangun cukup pagi dan membantu pelayan di dapur menyiapkan makan sarapan pagi untuk mereka semua. Itu sudah menjadi kebiasaan diri nya. Walaupun ayah nya selalu melarang hal tersebut. Tetapi dia juga perempuan yang akan mempunyai suami dan melayani suaminya. Dan perempuan juga harus mengetahui pekerjaan dasar seperti itu supaya dapat di hargai oleh suami maupun keluarnya nanti.


Setelah menyiapkan sarapan pagi, dia pun pergi menyiapkan keperluan ayah nya di kamar nya. Dia memasuki kamar yang sudah lama tidak dia injakkan kaki disana. Dia merasakan ke kagumannya kepada ayah yang sangat dia sayangi.


"Ayah..... Apakah sudah bangun?" tanya nya langsung masuk setelah mengetuk pintu kamar itu.


"Iya sayang.. Masuk lah nak" ucapnya Martin dari dalam kamar.


Alle pun mendekati ayah nya yang sudah terlihat membaca buku bersandar di punggung tempat tidur nya.


"Apakah ayah tidak bekerja hari ini? Apa yang perlu Alle siapkan ayah?" tanya Alle yang sidah duduk di pinggiran tempat tidur itu.


"Ayah hanya akan mengunjungi beberapa panti asuhan nak, jadi tidak perlu menyiapkan apa- apa" jawabnya. Alle sudah beranjak dari duduk nya untuk menyiapkan sekedar pakain ayah nya saat mengungjungi panti asuhan nanti sehingga ayahnya tidak terlalu kecapaian.


"Apakah kamu sudah mempunyai rencana hari ini nak? Jika tidak ada, ikut lah dengan Pak Yusuf ke perusahaan untuk sekedar melihat- lihat keadaan disana. Bagaimana pun juga kamu adalah pemiliknya" Tanya Martin yang melihat anak perempuannya sudah sibuk memilih pakaian untuknya.

__ADS_1


"Kebetulan belum ada yah. Nanti aku akan ikut dengan pak Yusuf" jawab Alle tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya.


"Apa kamu bernian untuk menjalankan peruhasaan itu nak? Ayah akan meminta pak Yusuf mengajari mu nanti?" mencobq untuk membujuk anak gadis tersebut.


Alle sudah menyelesaikan pekerjaannya dan segera beranjak menuju temlat tidur dan duduk di sebelah Martin. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan Martin. Dia memengang erat tangan Martin dan menepuknya, seakan dia berusaha meyakinkan kepercayaan ayah nya kepada diri nya.


"Ayah kita sudah pernah membahas jni sebelumnya. Alle akan menjalani karier Alle terlebih dahulu, dan saat menikah nanti, suami Alle akan mengambil alih nya Ayah" jawab Alle sudah berada di dekat ayahnya dan memegang erat tangannya.


"Ya baik lah dan ayah harap kamu akan menemukannya secepat yang ayah pikirkan" jawab Martin sembari tersenyum lebar kepada Alle dengan penuh arti.


"Ayah, aku akan mengaturnya" ucap Alle yang tidak tahu apa maksud ayahnya.


"Baiklah mari kita sarapan dan supaya ayah dapat merasakan udara pagi, itu akan baik untuk kesehatan ayan nantinya" ajak Alle menuntun ayah nya keluar dari kamar tersebut.


Mereka menuju taman belakang rumah untuk tempat mereka sarapan. Selain dari pwmandangan yang indah, tanamn itu pun sangat sejuk dan udara pagi disana baik untuk kesehatan juga. Makanan sudah tersusun rapi di sana sehingga mereka pun memulai acara makan mereka.


####


Dia turun dari kamarnya ke ruangan makan untuk sarapan dengan keluarganya. Justin juga turut serta disana dengan tusedo berwarna abu- abu hitam dengan dasi yang senada dengan kemejanya dan tidak mengurangi ketampanannya. Demikian juga halnya dengan Wijaya dan Mary.


Setelah dia duduk, mereka juga kedatangan gadis cantik nan anggun dari kejauhan. Pricilya hari ini memakai gaun berwarna hijau lengan panjang dan setinggi lutut dan di padukan dengan sepatu santai putih. Rambutnya di gerai dan sedikit polesan make up tipis di wajahnya yang tampak natural.


Mereka pun semuanya berkumpul dan sarapan pun sudah di mulai.


"Aku kira kau akan pulang tengah malam ke apartemenmu dude" cercah Dipta kepada Justin yang memecah keheningan di meja makan tersebut.


"Bagaimana aku bisa berani kepada Bibi, yang ada aku akan di kirimkan ke pulai tanpa penghuni" jawab Justin asal.


"Itu ide yang sangat bagus nak, jika kau tidak mau pulang ke rumah ini, aku akan mengancam mu seperti itu supaya kau tinggal disini" jawab Mary yang merasa hal itu akan berhasil, supaya mereka dapat berkumpul bersama seperti saat ini.

__ADS_1


Hal itu membuat semua orang tertawa di meja makan, dan masih banyak lagi perbincangan mereka saat itu, sehingga terlihat sangat ramai disana. Setelah selesai sarapan mereka pun satu per satu berangkat meninggalkan Mary di rumah dengan kesibukannya.


Jika dia di rumah sendirian, dia akan membuat banyak kue dan membagikannya kepada orang- orang yang dia anggap membutuhkan, begitulah kerutinan kegiatan istri dari Wijaya orang terkaya di negara itu.


####


Setelah sampai di lobby kantor perusahaan pusat HW, Dipta, Justin dan juga Wijaya langsung menuju lift yang akan membawa mereka ke ruangan rapat umum pemilik saham dan orang penting di laksanakan.


Mereka memasuki ruangan yang cukup besar tersebut. Sudah terlihat banyak orang berkumpul disama untuk mengikuti rapat tersebut.


Wijaya dan Dipta duduk di kursi utama, sementara Justin menemui sekretaris pribadinya untuk menanyakan apakah semua bahan yang akan di bahas hari ini sudah siap di tampikkan. Setelah itu dia pun menuju kembali ke tempat dimana Dipta dan Wijaya duduk di ruangan itu.


Sementara Lila sekretaris pribadi Justin sudah menampilakan slide pembahasan di depan mereka. Lila pun melakukan pembukaan rapat dan menjelaskan runtutan rapat yang akan di laksanakan saat itu.


"Demikian lah disini para dewan penting, pemilik saham dan direktur utama beserta anak nya sudah berkumpul. Saya ingin menyampaikan runtutan acaranya. Setelah ini kita akan memulai dengan pembahasan dari bapak Sam Wijaya selaku direktur utama perusahaan" itulah pembukaan dari Lila.


Setelah selesai menyerahkan pembicaraan pembahasan kepada direktur utama. Wijaya pun memulai membahas setiap hal penting dari perusahaan tersebut, termasuk penyerahan jawabatannya yang akan di gantikan oleh anak nya.


"Seperti yang kita bahas tadi. Disini saya ingin mengalihkan jabatan saya kepada anak sulung saya yaitu Harry Pradipta Wijaya. Dia akan bertanggung jawab penuh dengan keseluruhan perusahaan HW. Tetapi dia meminta satu syarat akan hal itu" sebelum dia melanjutkan apa yang akan di tuturkan oleh anaknya nanti.


"Saya akan memberikan dia kesempatan untuk mengatakan persyaratan tersebut dan semua keputusan ada di tangan kalian yang mendukung kemajuan perusahaan ini" ucap Wijaya mengakhiri dan kembali duduk. Sementara Dipta pun berdiri dari kursinya dan akan melanjutkan rapatnya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah

__ADS_1


__ADS_2