CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 45


__ADS_3

Episode 45


Juny melihat Dipta yang seperti harimau lapar sedang duduk manis di ruangan tunggu disana. (Ruang tunggu tersebut bergabung dengan ruangan karyawan tidak ada pembatas. Hanya ruangan direktur yang mempunyai pembatas ruangan khusus disana. Juny pun menghampiri Dipta disana.


"Permisi pak" ucap Juny, yang sembari duduk di depan Dipta sekarang ini. Dia memberanikan diri menghadari atasannya yang sedang dalam mood kurang baik sekarang.


Dipta hanya melirik orang yang memanggilnya. Dia tidak ingin menjawab siapa pun. Hanya satu yang dia tunggu saat ini, Alle. Alle yang akan menemaninya di ruangan kerjanya untuk bekerja bukan orang yang berada di depanya saat ini. Itulah pemikiran Dipta saat ini.


Juny yang melihat tatapan tajam, walau hanya sebentar saja ,tetapi Juny mampu menciut di buatnya.


"Maaf pak, saya hanya ingin menyampaikan kalau Alle hari ini tidak masuk ka.." belum sempat Juny menyampaikan semua informasi yang dia ketahui. Tiba- tiba saja Dipta langsung menyambar perkataan Juny.


"Apa? Kenapa dia tidak masuk? Apa dia pikir pekerjaan kartor tidak banyak?" ucap Dipta mengeraskan suaranya, dia sudah cukup lama menunggu tetapi Alle malah tidak masuk. Bagaimana nasipnya? Dia pun menjadi emosi.


Juny dengan hati- hati menyampaikan informasinya, jika salah sedikit saja dia akan kena semprot lagi oleh atasannya itu. Suaranya sangat keras. Jjny hanya mempunyai satu jantjng sehingga dia cari aman.


"Katanya Alle sedang sakit pak" ucap Juny dengan menundukkan kepalanya. Dipta tercengang mendengar Alle sedang sakit. Pikirannya pun kalang kabut. Tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Yang ad di pikirannya adalah Alle, Alle, Alle dan Alle. Dia sangat khawatir.

__ADS_1


"Dimana rumahnya?" ucap Dipta dingin dan menatap Juny. Juny yang begitu takut langsung memberitahu alamat tinggal Alle. Dia tidak ingin menanggung resiko lagi, dia pun memberitahunya.


Dipta segera melangkahkan kakinya dengan langkah seribu, dia sudah tidak memikirkan apapun tentang orang lain, atau pekerjaannya. Di pikirannya hanya ada Alle sakit. Alle saki. Alle sakit, hanya itu yang dia tau.


Dia segera memasuki lift dan menekan tombol lobby untuk membawanya ke lantai lobby. Setelah tiba disana, dia bergegas ke parkiran mobilnya, dia masuk dan segera melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.


"S**t!!! Kenapa jalanan ini padat sekali" umpatnya memukul setir yang ada di hadapannya. Dia sudah tidak sabar lagi akan memastikan jika Alle sakit saat ini,, dia menunggu, berkali- kali dia menghubungi Alle, tetapi tidak di angkatnya.


####


Sementara Alle saat ini sedang bersama bu Rusmi di pasar tradisional berbelanja untuk keperluan rumah mereka. Seperti biasanya, buk Rusmi akan berbelanja dengan pak Yusuf atau pelayan lainnya disana, karena Alle bekerja.


####


Dipta sudah sampai di kediaman Rendra Martin, dia tidak susah menemukan alamat yang di berikan oleh Juny tadi waktu di kantor, karena alamat itu terkenal dengan derumahan elit sehingga Dipta dengan mudah menemukannya.


Diapun memarkirkan mobilnya di sekitar halaman rumah yang begitu asri tersebut. Dia keluar dari mobil nya dan langsung menuju puntu rumah Alle. Dia menekan bel rumah tersebut.

__ADS_1


Sekali........ Dua kali...... Tiga kali..... Dan yang ke empat kalinya. Pintu pun terbuka, dia sudah tidak sabar lagi ingin bertemu dengan Alle. Dia melihat seorang wanita paruh bawa keluar dari rumah Alle,


"Cari siapa Tuan?" tanya wanita tersebut. Dia tidak mengenali siapa yang datang ke rumah majikannya saat ini.


"Apa Alle dirumah?" tanya Dipta dengan dingin, tetapi saat ini hatinya sunggu tidak tenang.


"Maaf tuan nona Alle ti...." saat ingin mengatakan sesuatu, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah tersebut. Dipta pun segera memutar tubuhnya.


Dia melihat mobil yang baru saja memasuki halaman rumah tersebut. Dia mengerutkan dahinya, mengingat bahwa mobil itu pernah dia Lihat, dan ternyata itu adalah mobil Alle.


Dipta mengedarkan pandangannya, tidak ada Alle disana, hanya wanita paruh baya yang terlihat keluar dari dalam mobil dan membawa tentengan plastik di tangannya. Dipta semakin bingung. Dimana Alle.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗


__ADS_2