
Episode 74
Sesuai dengan yang telah di rencanakan oleh semua pihak keluarga untuk mengadakan pernikahan anak mereka yaitu Dipta dan juga Alle. Setelah bersiapan yang dilakaukan oleh keluarwa wijaya, semua yang berhubungan dengan acara dan resepsj pernikahan pun sudah siap.
Hari ini adalah hari dimana acara pernikahan Dipta dan juga Alle dilaksanakan di sebuah aula besar dengan semua dekorasi yang didominasi dengan warna hijau. Semua para tamu undangan sudah duduk di kursi yang di siapakan, dan pembawa acara juga sudah berada di atas Altar yang disediakan disana.
****
Disebuah kamar terlihat Dipta sudah mengenakan jas yang berwarna senada dengan celananya, busana pengantjn tersebut sangat cocok di tubuhnya, menambah ketampanan yang sudah dia bawa sejak lahir. Mary baru saja memasuki kamar tersebut untuk memanggil anaknya segera keluar dan berdiri di altar untuk menanti sang calon istrinya.
"Sayang apa kau sudah siap?" tanya Mary yang menepuk bahu Dipta dari belakang, yang ditanya hanya menghembuskan nafas kasar, sepertinya dia gugup.
"Apa kau sedang gugup?" tanya Mary kembali yang melihat raut wajah Dipta yang menandakan bahwa dia sedang di landa kegugupan saat ini,
"Sedikit bun,,,, apa Dipta sanggup melakukannya?" tanya Dipta memangdang bundanya dari balik kaca di hadapannya, dan memegang erat tangan bunda Mary,
"Kau pasti bisa sayang" semangat yang di berikan oleh Mary
Dipta menarik nafasnya dalam- dalam dan menghembuskannya, kemudian dia pun berdiri, dengan dk gandeng oleh Mary, mereka munuju Altar dimana dia akan melaksanakan pernikahan, dan juga di saksiakn oleh tamu mereka.
****
Tidak lain halnya dengan Alle yang sedang bertata rias di sebuah kamar di yang menyatu dengan aula tersebut, Alle juga menghembuskan nafasnya berkali- kali untuk mengusir rasa canggung dan gugupnya saat ini. Dia di temani oleh Juny dan juga bu Ruami di kamar tersebut.
__ADS_1
"Bu, sepertinya Alle tidak siap untuk melakukan ini? Apa sebaiknya dibatalkan saja yah bu?" tanya Alle sambil menggenggam erat tangan Bu Rusmi,
"Tidak sayang, kau pasti bisa, berdoa terlebih dahulu, semuanya akan lancar" ucap bu Rusmi menenangkan Alle,
"Kau tidak perlu takut, ada kami bersama mu disini,,, tarik nafas dulu,,, lau buang" ucap Juny juga menenangkan Alle,
Alle menuruti ucapa Juny, tarik napas dan memmbuangnya, tidak sedikit dia melakukannya, Alle sering melakukan itu untuk menetralisir keadaannya saat ini.
"Kau sudah siap? Ayo, semua orang sudang menunggumu sayang" ucap bu Rusmi memapah Alle untuk berjalan dan Juny mengkondisikan gaun pernikahan Alle di belakangnya.
****
Dipa sudah berdiri di atas Altar menunggu kedatangan calon istrinya yang akan menjadi istri sahnya untuk beberapa menit kemudian. Dia berdiri tegap disana, memperhatikan setiap orang yang menghadiri pernikahannya.
"Mari sayang, anak gadis ayah sangat cantik hari ini" ucap Martin menyambut Alle,
"Jangan gugup, ada ayah disini" lanjutnya yang sudah meraih tangan Alle dan dia merasakan kegugupan Alle saat ini.
"Ayah, apa Alle biaa melakukannya?" tanyanya menatap lekat lelaki paruhbaya yang sedang dihadapannya itu,
"Ayah percaya kepada mu sayang" ucap Martin dan menggandeng Alle, lalu berjalan seiringan dengan alunan musik yang terdengar untuk mengiringi mereka masuk ke dalan Aula dan menuju Altar.
Semua mata yang pada awalnya tertuju pada Dipta sekarang berpindah kearah pintu masuk, dimana sanga pengantin wanita yang sedang berjalan memasuku Altar di dampingi dengan Ayahnya. Semua suara riuh ricuh dengan banyak pujian yang menatap keanggunan Alle saat berjalan serta kecantikan yang memana hati dari wajah Alle.
__ADS_1
Melihat hak tersebut Dipta juga tak kalah ketinggalan menyaksikan kedatangan istrinya di depan sana, dia terlihat takjup melihat penampilah cantik nan anggun Alle hari ini.
"Seperti malaikat, sangat cantik" guman Dipta hanya dia yang bisa mendengarnya,
"Jantungnya berdetak kencang sekali, jangan gugup, jangan gugup tolong" gumanya kembali mengelus bagian jantungnya supaya kembali normal.
Alle pun sudah tiba di depan Dipta saat ini, Martin yang akan menyerahkan anak gadisnya itu kepada menantunya seakan tidak rela,
"Dipta, tugas ku untuk menjaganya sudah selesai, sekarang adalah tugasmu untuk melindungi putriku satu - satunya, tolong jangan buat dia menangis, jadilah keluarga yang bahagia" ucap Martin sembari menyatukan tangan Dipta dan Alle dalam genggamannya.
"Aku akan berusaha semampu yang aku bisa ayah, ajari aku dalam setiap kesalahanku, bantu aku untuk berjuang untuknya" ucap Dipta yang melirik Alle,
Kemudian Martin pun kembali duduk ke tempat dimana yang lainnya duduk menyaksikan pernikahan itu.
Dan Dipta juga Alle pun mengucapkan janji suci pernikahan mereka yang di saksikkn semua tamu undangan dan juga para keluarganya. Sekarang mereka sah menjadi suami istri setelah pengucapan janji suci dan pertukaran cincin pernikahan tersebut. Semuanya tampak bahagia dari tamu, keluarga dan juga Dipta dan Alle, semuanya mendoakan yang terbaik untuk mereka sang pengantin baru.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1