
Episode 58
Di kediaman Rendhra Martin, Martin baru saja memasuki ruangan keluarga, menenmui bu Rusmi yang terlihat sendiri sedang menikmati siaran televisi di hadapannya. Martin mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan, dia tidak melihat seseorang yang sedang dia cari saat ini. Kemudia dia menghampiri bu Rusmi untuk menanyakannya.
"Dimana Alle, kenapa tidak bersama mu?" tanya Martin mendudukkan dirinya di kursi sebelah Bu Rusmi. Ternyata yang dia cari adalah Alle.
"Ada apa? Dia belum pulang ke rumah. Mungkin masih di tokoh Juny" jawab Bu Rusmi mengalihkan pandangannya kepada Martin.
"Sudah beberapa kali aku menghubunginya tetapi tidak juga di jawab olehnya" sambung Martin sudah mengalihkan ponsel yang ada pada genggamannya ke arah daun telinganya.
"Mungkin dia sedang sibuk, tunggulah sebentar lagi" jawab bu Rusmi menenangkan Martin.
Kemudian pak Martin kembali ke kamarnya untuk berbenah diri sebelum dia akan melaksanakan kegiatannya yang lain. Tetapi sebelum dia kembali ke kamarnya dia berpesan sesuatu kepada bu Rusmi.
####
Di sebuah cafe yang berjarak tidak terlalu jauh dari kantor tempat Alle bekerja, dia dan juga Dipta sedang duduk menunggu pesanan mereka datang. Setelah pesanan datang, mereka pun menikmati hidangan bersantai mereka sebentar. Beberapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan keheningan yang ada di meja tersebut.
"Apa yang ingin kau katakan? Cepatlah, aku tidak mempunyai waktu luang yang banyak untuk meladeni mu" ucap Alle sembari menyandarkan tubuhnya pada punggung kursinya. Dia terlihat sangat kenyang hari ini.
"Sikap ku seolah kau lah atasan disini" ketus Dipta menyunggingkan bibirnya karena sikap Alle yang begitu anformal kepadanya, tidak seperti sekretaris dan atasan di kalangan umum.
"Akhir- akhir ini keluarga terus menerus memaksaku untuk menikah, dan mereka ingin menjodohkan ku" ucap Dipta lirih, dia mencurhatkan isi hatinya kepada Alle, dia sangat percaya kepada Alle sehingga dia berani menceritakan hal tersebut.
Puufff
Alle menahan mulutnya dengan salah satu tanggannya, karena tidak ingin Dipta melihat bahwa dia menertawakannya. Tetapi itu terlambat, Dipta mendengarnya.
"Hei, aku ini serius, tidak bercanda" ucap Dipta kesal,
__ADS_1
"Ya ya ya ya lanjutkanlah" jawab Alle dengan pasrah.
"Kenapa nasip kami sama?" batin Alle yang juga prihatin dengan kondisi Dipta dan juga dirinya.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, aku tidak mempunyai wanita yang ingin di jadikan sebagai istri, dan aku tidak ingin orangtua ku menjodohkan ku dengan wanita pilihan mereka" lanjut Dipta meratapi kemalangannya.
"Lalu?" tanya Alle semakin penasaran. Kalau itu masalahnya kenapa Dipta harus mengajaknya berbicara berdua seperti ini?
####
Baru saja Justin memasuki kediaman Wijaya, dia bersama dengan Dipta. Setelahenyelesaikan pertemuannya dengan Alle, dia segera menjemput Justin ke kantornya, kemudian melajukan mobilnya menuju kediaman mereka.
Mereka pun memasuki rumah mewah tersebut, di ruangan keluarga sudah terlihat ayah dan Pricil sedang menikmati cemilan dan siaran televisi, mereka duduk dengan santai. Ketika melihat anaknya sudah pulang, ayah Wijaya langsung memanggil mereka.
"Kemarilah sebentar" ucap ayah Wijaya memanggil kedua anaknya, dan mereka pun menghampiri Wijaya di ruangan keluarga tersebut, dan mendudukkan tubuhnya di kursi sofa.
"Ayah mengundang teman ayah untuk makan malam nanti, jadi kalian cepatlah bersiap untuk itu" ucap Wijaya,
"Dalam rangka apa ayah?" tanya Dipta. Dirinya sudah menebak- nebak apa yang akan terjadi nanti,
"Hanya untuk merayakan sebuah pertemuan setelah sekian lama" jawab Wijaya dengan santai.
####
Flash back
Pertemuan Wijaya dan juga seorang teman yang sudah lama tidak bertemu. Mereka pernah bertemu sekali, sebelum akhirnya tidak bertemu kembali karena kesibukan masing- masing pihak. Mereka bertemu disebuat restoran tanpa sengaja. Wijaya yang sedang bertemu dengan klien kerjasama dan temannya yang sedang makan siang di sana.
Wijaya sudah menyelesaikan pertemuannya dengan klien, dia hendak pulang ke rumah, tetapi ketika dia melewati sebuah meja restoran tersebut. Dia melihat seseorang yang sangat dia kenal. Ya dia adalah teman lama Wijaya.
__ADS_1
"Hei Dra, kamu sendirian disini?" ucap Wijaya menyapa nya, karena temannya itu sedang sendirian.
"Kau disini juga?" tanya seseorang tersebut mengalihkan pandangannya.
"Ya, tadi ada urusan pekerjaan sedikit" jawab Wijaya dan kemudian dia duduk di hadapan temannya tersebut.
Lama mereka berbincang, sembari menanyakan kabar masing- masing, dimana mereka juga memberitahukan bahwa keadaan mereka membaik, hanya saja sudah semakin tua. Dan pada akhirnya mereka sampai pada topik yang sangat menarik. Lama kelamaan, karena waktu yang sudah tidak memungkinkan, Wijaya pun mengakhiri pertemuan tersebut.
"Aku tidak bisa berlama- lama, untuk itu, kita harus melaksanakan itu. Datanglah nanti kerumah ku untuk makan malam, aku mengundang mu" ucar Wijaya untuk mengakhiri pertemuan mereka dan akan di lanjutkan nanti saat makan malam di rumahnya.
"Baiklah, berhubung aku sedang tidak ada acara malam ini, aku akan datang" ucap seseorang tersebut.
"Aku akan menunggu mu malam ini, jangan sampai terlewatkan" ucap Wijaya yang berdiri dari duduknya dan akan segera berlalu dari sana.
"Ya, aku akan mengabari mu" jawab orang tersebut yang melihat kepergian temannya, Dia melengkungkan bibirnya.
Kemudian Wijaya pun menyetujuinya dan dia pun berlalu segera dari restoran tersebut dan meninggalakn temannya. Ada rasa bahagia di hatinya sehingga terlihat di wajahnya bibir yang melengkung sempurna.
Wijaya pun meninggalkan restoran tersebut dan menuju mobilnya yang sudah terparkir di depat restoran itu. Dia memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi, dia memasang sabuk pengaman mobil tersebut.
"aku telah menemukannya. Tidak begitu sulit untuk mencarikan untuk Dipta." ucapnya dengan senyuman kemenangan yang melengkung sempurnya pada bibirnya. Dan segera menancapkan gas untuk melajukan mobil yang dia kendarai.
Flasback off.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗