
Episode 30
Saat Justin dan Pricilya tiba di ruang utama. Pricilya langsung menemui bunda nya ke dapur untuk mengurus makan malam nanti. Sementara Justin menuju kamarnya untuk bersiap untuk mandi dan mengganti pakaiannya. Satu hari ini dia sangat penuh dengan keringat. Sehingga dia merasa lengket di badan nya
Setelah menghabiskan waktu 30 menit kemudian dia pun sudah selesai, dia memakai baju tidur piyamanya. Dia berjalan menuju tempat tidur king size yang bermotif polos silver gelap tersebut.
Dia membuka ponselnya, mencari sesuatu yang ingin dia periksa saat ini. Dia menghubungi Lela menanyakan masalah perusahaan. Dan Lela mengabari nya bahwa masalah perusahaan hari ini sudah dia bereskan semuanya.
Setelah selesai mengecek emaik perusahaan yang masuk, dia pun merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya sesaat. Tanpa ada aba- aba atau angin apa pun, tiba- tiba dia mengingat sekilas wajah wanita yang dia temui di super market sebelum nya.
Justin menikmati, memilah- milah potongan ingatan tersebut, dia pun juga tsringat dengan Hans anak dari wanita yang dia pikirkan saat ini (Juny).
"Apa bemar Hans tidak mempunyai Ayah?" Ucapnya lirih
"Tetapi itu tidak mungkin, bagaimana Hans ada jika tidak mempunyai ayah? Sungguh pikiran yang tidak berarti .
" apakah dia bercerai dengan ayah Hans? Tetapi bagaimana mungkin lelaki meninggakan wanita cantik seperti dia?" Ucap Justin lirih dia masih memejamkan mata.
Karena sibuk dengan lamunan nya sehingga dia tidak sadar jika Bunda Mary memasuki kamar nya, sehingga bunda Mary mendengar jika dia menyebutkan wanita cantik, hanya sepenggal kata itu yang Mary dengar. Tetapi itu mampu menarik perhatian dan ke ingin tahuan bunda Mary.
"Siapakah wanita cantik itu nak?" Tanya Mary yang sudah duduk di tepi ranjang Justin. Tujuan utama Mary hanya untuk membangunkan Justin untuk makan malam, tetapi karena ada segelintir kata yang menarik perhatiannya sehingga dia beralih dulu.
"Ahk bunda"
"Kapan bunda masuk, kok aku ngak dengar bunda mengetuk pintu?" Jawab Justin yang terkejut saat melihat bunda Mary di sampingnya. Apa bunda mendengar apa yang dia ucapkan tadi?" Pikir Justin dalam hati nya.
"Kamu saja yang tidak menjawab bunda nak, makanya bunda langsung masuk"
__ADS_1
"Jadi siapa wanita cantik itu?" Tanya bunda Mary dengan tatapan menyekidiki putranya itu,
"Siapa wanita cantik bunda?" Tanya Justin berpura- pura tidak tahu,
"Kamu tadi mengatakan ada wanita cantik" Mary memastikan bahwa yang dia dengarkan tadi tidak salah,
"Tidak ada bunda"
"Ayo, bukan kah bunda ke sini untuk mengajak ku makan malam? Ayo, kita sudah di tunggu" Ajak Justin yang sudah beranjak dari tempat tidur nya mendorong bunda Mary supaya keluar dari kamar tersebut dan tidak menanyakN kebodohannya mengucapkan itu tadi.
Mereka pun sudah berkumpul di meja makan, mereka makan malam dengan seksama dan tenang. Tidak membutuhkan waktu lama, mereka menyelesaikan kegiatan makan malam tersebut.
Mereka memutuskan untuk berkumpul di ruangan keluarga, sebelum akhirnya mereka istirahat mengumlpulkan energi mereka untuk besok bekerja kembali.
"Ayah, sepertinya anak kita sudah melihat- lihat calon menantu kita" ucap bunda Mary yang menggoda Justin kembali,
"Justin ayah, tadi dia mengucapkan wanita cantik, bukan kah itu berarti dia sedang menyukai seorang wanita?" Mary menjelaskan kepada Wijaya
"Apakah itu benar Justin, kenapa kamu tidak membawanya kerumah ini? Kenapa tidak mengenalkannya kepada kita semua?" Wijaya menanyakan langsung kepada Justin
Justin yang mendengar kesalah pahaman itu, dia memijat pelipisnya, saat ini bunda dan Ayah nya salah paham dengan ucapan nya. Bagaimana bisa aku tidak menyadari kalau bunda ada di kamar" rutuk Justin pada dirinya sendiri.
"Itu tidak betul ayah, aku tidak pernah mengatakan itu, bunda saja yang salah mendengarnya" ucap Justin berkilah
"Wah dude apa kau tidak mengakui wanita itu? Sunggu kejamnya diri mu" Dipta ikit memberikan kompor panas kepada Bunda dan Ayah nya supaya Justin segera menikah karena di usianya yang sudah tua.
Dalam hati Dipta, dia sangat senang jika Justin akan menikah, jadi dia akan mendung semua apa yang di katakan oleh bunda dan ayahnya. Hitung- hitung mengerjai Justin. Itulah yang terpikir oleh Dipta saat ini.
__ADS_1
Sementara Pricilya mencoba mencerna keadaan dan percakapan antara kaka dan bunda ayah nya. Seketika dia teringat dengan kelakuan Dipts yang mencurigakan juga sore tadi saat dia lulang bekerja.
"Bunda sepertinya kak Dipta juga sedang memikirkan wanita. Soalnya tadi sewaktu Pricil pulang bekerja, Pricil melihat kak Dipta tersenyum- senyum memandangi ponselnya" certa Pricilya.
"Apakah seperti itu? wah itu sangat bagus, jika kalian akan menikah secara bersamaan, bunda akan segera menyiapkan segalanya. Iya kan ayah?" Mary sangat antusian mendengar jika kedua anaknya akan segera menikah karena sudah mempunyai wanita yang mereka inginkan.
Sementara kedua manusia yang di hadapan mereka sedang berusaha bagaimana cara menjelaskan kesalah pahaman inim Jangankan ingin menikah, melirik wanita saja mereka enggan melakukannya. Karena mereka sangat sibuk dengan perusahaan, sehingga tidak memiliki waktu untuk memikirkan wanita.
"Itu sangat bagus jika kalian bersamaan menikah. Benar yang bunda katakan. Baiklah kalau begitu ayah akan mengurus segala keperluan untuk itu. Jadi kalian tidak perlu khawatir akan kerepotan. Semuanya serahkan pada Ayah dan Bunda. Maka semua akan beres, jadi kalian hanya perlu mengenalkan wanita kalian kepada kami. Maka urusan Selesai" Wijaya juga mendukung ide yang di berikan oleh Mary
"Benar, Pricil juga akan membantu Ayah dan Bunda untuk mengurunya. Pricil jadinkepikiran, seperti apa wanita yang kalian inginkan itu" Pricil menebak- nebak bagaimana tipe wanita kedua kakak nya tersebut.
"Bunda juga sangat penasaran. wanita cantik mana yang sudah melukuhkan hati kedua anak mami" ucap Mary juga penasaran.
"apakah seperti model papan atas? atau artis luar negeri? atau bahkan anak pengusaha?. Oh iya atau bahkah anak dari teman kera ayah?" semua di sebutkan oleh Mary setiap tipe wanita yang dia pikirkan.
"Jika itu rekan kerja ayah, itu akan sangat menguntungkan Bun, dan kita tidak perlu susah lagi untuk beradaptasi dengan mereka" timpal ayah Wijaya.
Mereka bertiga sedang asyik dengan pikiran mereka masing- masing, saling menebak bagaimana dan siapa, tanpa memikirkan perasaan kedua manusia yang mereka bicarakan.
Sementara kedua manusia tersebut....
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗