
Episode 33
Melihat Alle keluar dari ruangan rias, semua orang tertuju padanya tak terkecuali Dipta yang tidak jauh dari mereka.
Melihat Alle sangat anggun memakai model busana baru mereka, ada rasa kagum dihati Dipta.
Sunggu karya Tuhan yang sangat indah, rancangan gaun yang unik dan di padukan dengan wanita yang memakainya saat ini, sangat cantik. Dan lebih cantik lagi, Dipta sangat mengaguminya.
"Cantik" lirihnya yang terus memandangi Alle tanpa berkedip sekali pun. Dia melihat senyum manis di wajah Alle. Keindahan tiada tara saat melihat pemandangan tersebut. Tersirat hatinya ingin memiliki wanita cantik itu, tetapi dia tidal menyadari hal tersebut. Senyumnya merekah saat Alle berjalan menemui Juny.
Lenggak- Lenggokan tubuh Alle, mampu mencuri penuh perhatian Dipta. Keanggunan yangbdi pancarkan Alle menghipnotis Dipta saat ini. Tidak hanya dirinya saja tetapi semua laki- laki yang berada di ruangan itu juga terhipnotis olehnya.
"Kenapa jantung ku seperti ingin meledak? berdegup kencang? apa aku sedang sakit?" Dipta mengelus dada nya dimana jantunya berdegup kencang karena kehadiran Alle yang mencuri perhatiannya. Tetapi dia tidak tahu itu.
"Hei berhenti lah, ada apa dengan mu?" Dipta bertanya pada jantungnya seolah jantung tersebut bisa menjawab pertanyaan nya.
Diapun teringat dengan masalah kecil tadi, dia merasa di permainkan oleh model kecil itu, berani- beraninya mereka tidak menghadiri pemotretan sementara sudah menanda tangani kontrak.
"Jangan berharap aku tidak melakukan apapun" geramnya saat mengingat hal tersebut. Dipta seperti di permaikan saat ini oleh model kalangan kecil seperti itu. Seorang Dipta tidak pernah bermain- main dengan waktu, apalagi berurusan dengan perusahaan. Sekecil apa pun masalahnya harus di musnahkan sampai tuntas. Supaya tidak terjadi masalah lain di hari berikutnya.
####
Dia berjalan mendekat kearah orang yang menyaksikan pemotretan disana. Dia berdiri di samping Juny yang juga menyaksikan itu dan menikmati kecantikan Alle.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan pada model itu" ucap Dipta kepada Juny tanpa mengalihkan pandangannya dari bidadari di depan mereka. Dia merasa geram dan kesal saat mengingat kembali kejadian tadi.
Apa yang akan terjadi, jika tidak ada Alle yang membantu mereka. menggantikan model murahan itu. Mereka akan sangat rugi besar, jika penundaan Publikasi beberapa model busana baru perusahaan mereka. Dia akan kehilangan banyak uang untuk itu.
"Ah iya? Maksudnya pak?" Tanya Juny bingung kelagapan karena tidak menyadari Dipta berada di sampingnya.
"Lenyapkan dia dari dunia modeling" ucap Dipta singkat tapi sudah menjelaskan semua yang akan dilakukan oleh Juny.
__ADS_1
"Baik pak" Juny pun mengerti
Fina menghampiri Juny disana, karena sudah memastikan semuanya beres, dan selanjutnya giliran Alle yang harus menguasai semua pemotretan.
"Bu Alle sangat cocok jadi model busana buk" ucap Fina kepada Juny,
"Kamu benar, dia sangat cantik" ucap Juny, bermaksud menjawab pernyataan Fina. Tetapi di sambut oleh seseorang di samping mereka.
"Dia sangat sangat cantik" ucap Dipta tanpa sadar. Membuat kedua orang disampingnya melongo tidak percaya.
"Apa pak?" Tanya Juny mencoba memastika apa yang baru saja dia dengarkan saat itu.
"Apa? Kenapa?" Ucap Dipta menyadari kebodohannya saat ini. Dia berpura- pura tidak tau apa maksud dari pertanyaan Juny.
"Bapak baru saja mengatakan Alle cantik" ucap Juny dengan hati- hati supaya dia tidak mendapatkan masalah jika dia salah.
"Kapan aku mengatakannya? Sepertinya kau tidak pernah membersihkan telinga mu" ucap Dipta berkilah dan berlalu dari kedua manusia tersebut, sebelum dia merasa malu karena kebodohannya.
"Sepertinya aku juga me dengarkan itu" timpal Fina,
Tetapi mereka segera menepis itu, mereka tidak ingin mendapatkan masalah lagi.
####
Pemotretan pun telah selesai. Alle pun mengganti gaun model tersebut dengan baju kerjanya sebelumnya. Setelah itu dia menghampiri Juny dan yang lainnya. Dia mengedarkan pandangan ke semua sudut ruangan.
"Kak, apa semuanya berjalan dengan lancar?" Tanya Alle, dia masih mencari seseorang di ruangan itu. Tetapi dia tidak menemukannya
"Apa bos gila itu membuat masalah untuk kalian kak?" Tanya Alle lagi pada Juny,
"Berkat mu, pak Harry tidak mempermasalahkannya Alle, terimakasih banyak sudah membantu kami" jawab Juny memeluk Alle dan terharu karena Alle menyelamatkan mereka semua.
__ADS_1
Tidak terpungkiri semua yang ambil alih dalam pemotretan itu pun berterimakasih kepada Alle karena sudah menyelamatkan mereka.
"Tetapi Alle, apa kamu pernah jadi model, kamu sangat profesional dan lihat saat pemotretan tadi" tanya Juny penasaran dengan kemampuan Alle,
"Saat kuliah disign di L*nd*n kemarin, aku pernah jadi model majalah di kampus dan juga model disign busana di beberapa perusahaan disana kak, cuman aku tidak ingin di sorot saja" ucap Alle menjelaskan.
"Pantasan saja kamu bisa menguasai pemotretan tadi. Karna kamu sudah membantu ku, nanti saat pulang bekerja aku akan membuatkan kue spesial untuk mu" Juny merasa sangat beruntung hari ini.
"Terserah kakak saja aku akan menerimanya dengan senang hati. Baiklah aku akan kembali bekerja" ucap Alle yang permisi untuk kembali ke ruangannya.
"Baiklah, terimakasih Alle" ucap Juny kembali
"Sama- sama kak" Alle pun berlalu dari sana dan segera menuju ruangan kerjanya, sebelum bos gilanya itu mengamuk karena tidak melihat Alle di ruangan itu.
Alle segera menekan tombol lift angka 15 untuk segera membawanya menuju ruangan tersebut. Akhirnya Alle pun sampai di ruangan itu, sebelum mekasuki ruangan mereka, dia terlebih dahulu mengedarkan pandangannya, bahwa karyawan lain disana dalam keadaan aman.
Memang jika Alle tidak berada di ruangan itu, mereka akan mendapatkan masalah, berbagai macam keluhan sudah mereka rasakan, saat Alle keruangan lain untuk mengantar atau menjemput berkas dan mungkin urusan lain yang mengakibatkan Dipta di ruangan sendiri. Sungguh di luar dugaan, seorang piria dingin yang di kagumi oleh para Wanita, akan takut dengan candaan seorang Alle. Haha haha haha
saat Alle mengedarkan pandangannya, betapa terkejutnya dia melihat semua karyawan terdiam mematung, kaku, tidak bisa bergerak leluasa di meja kerjanya. Wajah mereka mengartikan bahwa kiamat hari ini sudah tiba.
Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Ada apa sebenarnya? Apa yang membuat karyawan itu begitu menderita? Alle tidak habis pikir.
Dia masih berdiri di tempat dia semula, saat keluar dari lift, hanya beberapa langkah lagi, dia akan mendekati pintu ruangannya.
Tetapi dia berhenti dan menjadi sekaku batu saat melihat teman kerjanya juga merasakan hal yang sama. Dia merasa bersalah kepada mereka.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗