CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 8


__ADS_3

Episode 8


Setelah Alle di antar ke rumah nya oleh keluarga Juny yang sekarang mereka sudah sangat akrab dan seperti sorang keluarga dekat. Alle menawarkan mereka untuk singgah terlebih dahulu untuk sekedar mengambil nafas dan berkenalan dengan ayah Alle. Tetapi Juny memilih untuk lain kali saja berkunjung karena mereka sudah harus pulang dan Hans akan sekolah besok. Sehingga Alle pun meng- iyakan nya.


"Apakah tidak mampir terlebih dahulu kak. Didalah ada Ayah, dan dia akan senang jika kalian mampir terlebih dahulu" ajak Alle kepada mereka.


Mereka sudah sampai di halaman rumah yang bagaikan mansion tersebut. Sangat mewah dan pekarangan yang sejuk dan indah.


"Tidak Alle. Lain kali saja kami akan berkunjung, Hans akan pergi ke sekolah besok, dia perlu istirahat" jelas Juny. Yang memang sudah terlihat malam, dan Hans akan pergi ke sekolah, jadi dia perlu mempersiapkan sesuatu nya untuk besok pagi.


"Baiklah, tetapi lain waktu harus berkunjung yah. Kalau begitu aku masuk dulu kak, paman." jawab Alle dan akhir nya dia memberikan ciuman di pipi Hans yang sudah terlelap dalam tidur nya. Kemudian dia keluar dari mobil itu.


Setelah mobil yang di tumpangi nya sudah berlalu, baru lah dia segera memasuki rumah tersebut. Di dalam rumah sudah terlihat pak Martin yang sedang mondar mandir di ruang tamu, dengan pak Yusuf yang sedang berpangku kepala dengan tangan nya. Mereka terlihat bingung.


"Ayah, pak yusuf, kenapa begitu kelihatan khawatir? Apa ada masalah yang begitu besar sehingga harus seperti itu?" tanya Alle yang sedikit bingung dengan keadaan kedua orang tua itu. Dia pun mendekati mereka dan duduk di kursi sofa yang sangat empuk tersebut.


"Ah Alle, dari mana saja kamu honey, kenapa tidak ada kabar, dan pulang ke rumah setelah malam seperti ini? Ayah sangat mengkhawatirkan mu. Yusuf berkata kalau kau berkeliling kota, sehingga ayah takut kamu tersesat" cerocos Martin yang langsung menghampiri Alle di tempat duduknya. Kemudian memeluk nya, karena sangat khawatir.


"Ayah,, Alle tidak kemana- mana, dan tidak akan tersesat. Akan sangat mudah menemukan perusahan ayah, jika Alle tersesat bukan? Jadi tidak perlu khawatir" jelas Alle untuk menenangkan mereka. Terlihat pak Yusuf juga sangat menghawatirkan Alle.


"Baiklah, apakah kalian sudah makan malam? Kelihat nya kalian seperti zombi sekarang sangat pucat, " canda Alle menggoda ke dua orangtua di depannya yang dia sayangi.


"Bagaimana kami bisa makan tanpa mu nak,, pak Martin juga tidak akan makan sebelum kamu kembali, lihat lah bagaiman kondisi bapak tua ini sekarang" balas pak Yusuf juga menggoda Martin yang memang lebih tua dari nya.


"Jika kamu bosan hidup, aku akan mengirimkan mu ke gurun pasir, ingat itu" ancam Martin kepada nya dan mereka pun tertawan.

__ADS_1


Seseorang juga datang tertawa dari ruangan dapur masak.


"Apakah begitu sangat lucu bercanda kalian sehingga lupa makan?" ucapnya menghampiri mereka.


"Ibu Rusmi, kapan datang nya? Kenapa tidak memberi tahu ku?" ucap Alle yang berlari memeluk wanita itu. Dia adalah istri dari pak Yusuf. Yang baru datang dari kampung halamannya di desa.


"Ibu datang siang tadi nak, ayah mu memberi tahu ibu kalau kamu pulang, dan dia meminta ibu untuk tinggal disini menemani mu sayang" ucab ibu Rusmi menjelaskan ke datangannya.


"Itu sangat bagus, ayah tau apa yang Alle inginkan. Terimakasih ayah, bapak, ibu" ucap Alle merasa bangga kepada mereka. Sekaligus dia memeluk ketiga tiganya, mereka keluarga yang bahagia.


"Iya,, iya,, sekarang mandi lah nak, kita akan makan malam bersama setelah itu," ucap buk Rusmi. Kemudian Alle pun mengiyakan nya. Dia berlalu ke kamarnya dan membersihkan badan nya. Setelah itu mereka pun makan bersama. Dan sesekali bercerita mengisi waktu luang nya. Dan sampai akhir mereka memilih untuk istirahat, terlelap dalam mimpi masing masing.


####


Sudah cukup melelah kan untuk hari ini, Dipta melalui nya dengan penuh berkar dan pekerjaan yang harus dia selesaikan dengan segera, karena banyak nya berkas penting yang harus dia tanda tangani dan berbagai proyek kerja sama.


Setelah makn malam selesai, dia pun berdiskusi dengan Wijaya dan Justin sebentar di ruangan baca mereka, membahas tentang perusahaan yang baru saja beralih ke dalam pimpinan kedua anak Wijaya tersebut.


"Ayah, bagaiman kalau kita membuka perusahaan baru yang berhubungan dengan disign interior, outdor dan disign model baju sekaligus perhiasan" saran dari Dipta yang memikirkan hal tersebut untu mengembangkan sayap perusahaan HW.


"Apakh itu tidak terlalu berat, merangkap banyak tipe seperti itu? Sangat bervariasi akan sangat susah memadukan antar satu sama lain" jawab Wijaya yang memikkrkar bagaimana bisa merangkap langsung empat bidang seperti itu.


"Tidak paman, itu sangat bagus, banyak yang sangat menginginkan untuk bekerja disana, dan sebagian karyawan kita juga ahli di bidang tersebut, mereka akan sangat senang untuk mengembangkan itu. Di lihat dari jaman sekarang banyak anak mudah lulusan bidang tersebut tetapi tidak bisa mengaplikasikan nya, dan tidak di hargai. Maka dari itu kita bisa melatih mereka di dalam 4 bidang sekaligus, memadukan keahlian mereka" saran Justin yang antusias dalam ide yang di bahas oleh Dipta.


"Good, kau sedikit pintar ternyata. Tahu mana yang harus di kembangkan" ledek Dipta membela diri. Karena dia merasa penjelasan itu seharus nya dia yang melontarkan kepada mereka berdua. Tetapi malah Justin yang menjelaskan terlebih dahulu. Sepertinya Justin tahu apa isi pikiran ku, apakah dia dukun yang tau segalanya? Bisa membaca pikiran orang lai? begitulah Dipta merutuk di dalam hati nya.

__ADS_1


Sebenarnya itu murni dadi pikiran Justin sendiri, karena sudah sangat lama dia memikirkan hal tersebut juga. Tetapi dia belum merasa yakin akan berhasil jika melakukan perpaduan 4 bidang sekaligus. Sehingga dia merungkan nya dan mengembangkan terlebih dahulu di dalam rencananya.


"Wah dude, kau tidak tau, aku sudah begitu sangat lama memikirkan hal tersebut, tetapi masih ragu akan melakukan nya, jadi belum terpikir akan langsung terjun ke lapangan" jelas Justin membela diri.


"Katakan saja kau mengambilnya dari ku, supaya kau terlihat baik di mata ayah karena sudah naik jabatan" jawab Dipta yang sudah terlihat kesal. Justin lebih tua 3 tahun dari pada Dipta.


"Harusnya demikian, siapa yang menyuruh mu menyerahkan kedudukan kepada ku. Dan aku lebih tua dari mu, bersikap lah sopan dude" ucap Justin.


"Iya dia memang baik Dip, sama seperti mu. Jadi tidak perlu harus berdebat seperti itu. Jiak hal tersebut baik dan kalian menyukai nya. Lakukkan saja seperti itu, dan jangan lupa tanggung jawab kalian sangat besar disini, jangan sampai merugikan orang lain yang tidak sama seperti kalian" Wijaya pun mendukung mereka melakukan hal tersebut.


Wijaya yakin jika anak- anak nya dapat melakukan hal tersebut dan merasa itu adalah sesuatu yang sangat menarik dan perlu hal baru yang perlu di lakukan oleh lara anak muda. Sehingga tidak banyak lara ahli dalam hal itu pengangguran.


"Aku kadang berfikir disini siapa anak kandung pak tua ini, kenapa terlihat kau yang seperti diri ku di sini" ucap Dipta yang sangat kesal walaupun sebenarnya wijaya mendukung mereka berdua.


"Maka dari itu bersikap lah baik dude" jawab Justin menepuk- nepuk bahu Dipta menenangkan nya. Wijaya tersenyum melihat ke kompakan dan kasih sayang yang bereka tunjukkan, sangar berbeda dengan keluarga lainnya di luaran sana.


Setelah mereka selesai membahas semua yang akan mereka rencanakan, sudah semakin matang perencanaan nya. Dua hari ke depan mereka akan mulai mempersiapkan segala sesuatunya dengan pembukaan cabang perusahaan baru tersebut.


Dan mereka pun memilih untuk beristirahat. Masih banyak yang harus di kerjakan besok, banyak yang akan mereka hadiri rapat penting. Sehingga perlu untuk beristirahat mengisi kembali energi mereka untuk hal besar yang terjadi besok.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah


__ADS_2