
Episode 50
Satu bulan sudah berlalu, kesibukan yang pekerjaan dalam sehari- harinya sudah di lalui oleh Alle dan begitu juga dengan semua orang dengan pekerjaannya. Semua akan disibukkan dengan hal itu. Sampai akhirnya tiba merekaakan merasa jenuh dengan pekerjaan yang mereka lakukan. Tetapi tidak ada pilihan lain untuk tidak melakukannya, sehingga mereka harus kembali kepada rutinitas keseharian mereka.
Selama bekerja di perusahaan HJ saat ini, Alle sudah melewati semua susah senang untuk menjalani pekerjaannya. Sudah banyak yang dia lakukan saat bekerja selama ini. Selain dia membantu setiap divisi di kantor dan menjadi sekretaris, dia juga menjadi model design busana di devisi busana pakaian yang di pimpin oleh Juny. Bukan karena mereka tidak ingin menjadikan model papan atas lainnya sebagai model mereka. Tetapi Juny yang meminta Alle sebagai modelnya untuk menghindari kejadian yang sebelumnya pernah terjadi.
Tetapi di devisi lain perusahaan HJ juga mengontrak model papan atas sebagai modelnya, mereka mengontrak banyak model. Itu adalah salah satu penunjang perusahaan sehingga berkembang dengan pesat saat ini. Setiap bulan mereka akan mengeluarkan Dua Design baru dari setiap devisi dan akan mempromosikannya lewat iklan, majalan, tv dan juga media lainnya dan banyak properti yang sudah mereka tuntaskan, walaupun masih terbilang dalam perusahaan baru.
####
Hari ini Alle akan melaksanakan pemotretan untuk design busana yang baru saja di rancang oleh tim devisi busana, dan tidak di pungkiri dia juga mengambil bagian dalam perancangan busana tersebut. Hari ini Alle akan mengenakan 5 busana wanita yang baru di keluarkan oleh perusahaan mereka.
"Alle apa kau sudah siap?" Ucap Juny yang menemui Alle di ruangan ganti mereka sedang berias wajah.
"Sebentar lagi kak" ucap Alle yang masih dalam keadaan rambutnya di tata oleh MUA perusahaan mereka tersebut.
"Baiklah. Lihatlah kamu sangat cantik" ucap Juny kepada Alle. Dia menatap lekat pada temannya tersebut yang sudah dianggap sebagai adik untuknya.
"Baru rancangan mu yang membuat aku cantik kak" ucap Alle,
"Dan kaka tidak kalah cantik dengan ku" lanjutnya lagi dengan bibir yang melengkung sempurna.
__ADS_1
Alle memang cantik saat berpakaian seperti gayanya, dan bahkan lebih cantik jika dia mengenakan gaun baru itu, dan juga di make over. Membuat siapa saja yang melihatnya tidak akan sanggup untuk berpaling.
"Ya, kamu bisa saja. Seperti biasa dia sudah menunggumu sejak tadi. Dia bahkan tidak pernah sekali pun melewatkan pemotretan mu. Dan akan berakhir pada karyawan yang kalang kabut karena pekerjaan tambahan darinya." Ucap Juny kepada Alle. Entah siapa yang di maksud itu
"Sudahlah jangan memikirkannya kak, dia tidak akan mendengarkan itu" jawab Alle juga yang tidak perduli dengan seseorang itu.
####
Di kantor HW Justin terlihat beberapa kali mencoba menghubungi seseorang, yang tidak mengangkat teleponnya, apakah dia di hiraukan atau memang dia tidak ingin mengankatnya. Yah sama saja.
Untuk yang kesekian kalinya akhirnya telepon dari Justin pun terdengar sudah terhubung dengan orang di seberang sana.
"Ada apa?" Jawab orang yang di seberang sana
"Harry Pradipta Wijaya! Apa kau lupa jika hari ini kau akan menghadiri rapat di perusahaan utama?" Justin berteriak sekeras mungkin karena orang tersebut tidak juga kunjung datang kesana.
Orang yang berada di seberang yang ternyata adalah Dipta menjauhkan ponsel di genggamannya dari telinganya.
"Hei Dude. Kenapa kau harus berteriak seperti itu, telinga ku seperti akan pecah mendengarnya" jawab Dipta dari seberang.
"Aku akan membunuh mu jika dalam lima menit kau juga tidak kunjung sampai disini" ancam Justin yang sudah sangat geram dengan kebiasaan Dipta yang mengabaikan rapat di perusahaan utama. Dia hanya akan datang jika rapat itu adalah rapat yang benar- benar penting.
__ADS_1
"Bunuh saja, maka pekerjaan akan terlimpah kepada mu semuanya dan aku akan bahagia untuk itu, Percayalah" jawab Dipta dengan santai,
"Sepertinya itu akan benar- benar terjadi pada mu. Kau ingat itu" jawab Justin dan sudah mematikan sambungan telepon dengan sepihak. Setelah itu terdengar dering ponsel yang menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk disana.
"* aku sudah mengirimkan staff ku kesana yang akan menggantikan ku. Aku ada urusan yang sangat penting 😆*" isi pesan dari Dipta yang di sertakan dengan emotikon senyum, entah apa maksud dari emotikon itu. Emotikon itu berhasil membuat Justin kesal dan Kemudian dia membalasnya.
"* Tentunya kamu tahu ini kan 🗡️🗡️*" begitulah balasan pesan dari Justin kepadanya. Yang menerima pesan pun hanya cuek dan menunggu melaksanakan pekerjaannya yang dia katakan sangat sibut tersebut. Apakah benar demikian, hanya dia yang mengetahuinya.
"*Aku tahu. Dan aku akan menyerahkan diri, jika kau mau, sekarang aku akan kesana 😎*" Balas Dipta kembali. Dia sebenarnya tidak sibuk, hanya sedang menghadiri pemotretan yang modelnya adalah Alle, dia harus memastikan kegiatan tersebut.
"*Aku tahu kau tidak sibuk dude, kau harus menghadiri rapat ini*" balas Justin sebelum akhirnya masuk kedalam ruang rapat. karena Lela sudah memanggilnya.
"*Aku ada disana (Maksud ku adalah kau) 😋*" balasan Dipta dan dia juga mematikan ponselnya supaya tidak ada yang mengganggu kegiatannya saat ini.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1