CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 76


__ADS_3

Episode 76


Alle berjalan dari aula hotel menuju kamar mereka yang sudah di pesankan untuk kamar pengantin. Setelah berjalan beberapa saat, dia pun sampai di depan pintu kamarnya. Alle sudah beberapa kali mengetuk pintu dan memanggil Dipta supaya membukakan pintu. Tetapi tidak kunjung juga pintu terbuka.


Karena merasa sangat lelah, Alle pun merosotkan tubuhnya di samping pintu kamar tersebut untuk sejenak beristirahat mengnunggu Dipta membukakan pintu untuknya.


Tetapi Dipta yang sedang mandi di kamar mandi tidak mendengar suara ketukan oleh Alle, dia masih saja melanjutkan acara mandinya sampai selesai.


Dipta pun mengganti pakaiannya yang sudah di siapkan oleh pelayan rumahnya. Dipta menunggu kedatangan Alle pun merasa kebingungan karena yang di tunggu tidak kunjung datang menemuinya. Dipta pun memutuskan untuk menghampiri Alle di Aula.


Saat dia membuka pintu, dia merasa ada gaun yang di injak oleh kakinya. Dipta pun menoleh ke arah kakinya.


Betapa terkejutnya Dipta saat tahu bahwa yang di injak ya adalah gaun Alle yang sedang tertidur dilantai dengan bersandarkan dinding kamar tersebut.


"Alle!!!" Teriak Dipta


Dipta pun berjongkok ke bawah dan mendekatkan dirinya kepada Alle.


"kenapa dia tertidur disini, kenapa dia tidak mengetuk pintunya saja?"


Akhirnya Dipta mengangkat tubuh Alle yang sedang dalam keadaan tertidur. Dipta dengan lihainya merebahkan tubuh Alle di atas tempat tidur tanpa membangunkan Alle sedikit pun. Alle hanya menggeliat dan membenarkan posisi tidurnya dengan nyaman.


"Dia seperti orang mati saja. Apa dia tidak merasakan kalau sudah berpindah tempat?" ucap Dipta dengan menggelengkan kepalanya.


"Dia sangat cantik"


Disela- sela Dipta memperhatikan wajah Alle, tiba- tiba Alle berguman meminta air minum karena dia sedang haus.


"Air,,,,, Air,,,, aku ingin Air" guman Alle sambil meraba-raba kan tangannya untuk menemukan Air yang dia inginkan.


Dengan segera Dipta pun beranjak dari tempat tidur dan menuju meja yang ada di kamarnya untuk mengambilkan air minum yang di minta oleh Alle.


Dengan perlahan Dipta mengangkat tubuh Alle supaya bisa minum dengan baik.


Alle pun menerimanya dan meminum tanpa membuka matanya yang terpejam, kemudian dia melanjutkan acara tidurnya dengan aman.


"Oh astagah, minum saja dia dengan kondisi tertidur"

__ADS_1


"bagaimana kalau orang jahat yang ada di kamar ini" lirih Dipta dan menyimpan gelas tempat air minum Alle tadinya. dan Dipta pun ikut membaringkan tubuhnya di samping Alle dan memeluknya.


"Apa ini yang dinamakan malam pertama?" ucap Dipta dan kemudian dia juga ikut tertidur di samping Alle dan memeluknya. Mereka pun bersama menjelajahi alam mimpi.


*****


Setelah selesai mengurus semua acara resepsi pernikahan Dipta dan Alle, setiap keluarga pun sudah ber- pulangan termasuk keluarga Dipta dan juga Alle.


"Bun, Justin akan pulang ke apartemen, tidak ke rumah utama, yah" ucap Justin berpamitan dengan bunda Mary dan juga ayah Wijaya,


"Kenapa tidak ke rumah utama sayang?" tanya bunda Mary


"Masih ada pekerjaan yang harus Justin selesaikan Bun"


"Justin pamit dulu Bun, yah dan adikku yang manis. kalian hati-hatilah" ucap Justin dan menyalami Mary dan juga Wijaya.


Justin memeluk Alle dan mencium puncak kepalanya, karena dia sangat menyayangi adik perempuannya tersebut.


Justin pun melangkahkan kakinya keluar dari Aula tersebut dan menuju parkiran mobil, dimana dia memarkirkan mobilnya tersebut.


Saat ingin memasuki mobilnya yang sudah dia buka, tidak sengaja dia melihat seorang wanita yang mungkin dia kenal.


hhuuffff


Justin menghembuskan napasnya dengan kasar dan kemudian dia pun memasuki mobilnya. kemudian melakukan untuk menuju ke apartemen miliknya.


******


Keesokan harinya Alle pun terbangun dari tidurnya. Alle merasa ada sesuatu yang menimpa perutnya seperti beban yang lumayan berat, sehingga dia sedikit kesulitan untuk bernafas. Dia pun membuka kelopak matanya dengan sangat malas, dia mengedarkan pandangannya, tertuju pada jam dinding yang ada di kamar tersebut. Alle menyipitkan kedua matanya untuk memastikan sekarang sudah jam berapa.


"hhmm masih sangat pagi sekali" gumamnya.


Alle pun mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya, dan betapa terkejutnya dia mendapati sebuah tangan yang terletak di atas perutnya.


Kemudian dia mengedarkan kembali pandangannya ke arah samping, dan bertambah terkejut hatinya saat mendapati wajah Dipta yang sangat dekat dengannya dengan keadaan tertidur pulas.


Alle merasa bingung, dia berfikir keras bagaimana bisa seperti saat ini.

__ADS_1


"Kapan aku sudah berpindah di atas tempat tidur ini?"gumamnya


"apa kami sudah...." Alle yang masih dalam keadaan terkejut seketika refleks menyingkapkan selimutnya dan memeriksa keadaan tubuhnya di bawah selimut tersebut.


"Pakaian ku masih utuh tidak terbuka sedikit pun"


"berarti kami tidak melakukan hal itu" ucap Alle dengan pelan, ada rasa lega di hatinya setelah mengetahui bahwa mereka tidak melakukan hal yang seharusnya di lakukan oleh pengantin baru pada umumnya.


Alle menggerakkan kepalanya mengarah kepada Dipta. Dia memperhatikan dengan lekat wajah lelaki yang sekarang ini sudah menjadi suami sahnya. Kemarin mereka telah melaksanakan pernikahan.


Sungguh tidak di sangka kalau mereka akan di jodohkan dan akan menjadi pasangan suami istri seperti saat ini.


Alle pun sudah berpasrah kan diri pada apa yang terjadi saat ini. Dia hanya berharap bahwa pernikahan nya saat ini bisa berjalan dengan lancar seperti apa yang di inginkan oleh keluarga mereka.


Di saat Alle dengan asyiknya memperhatikan wajah Dipta, tanpa dia sadari kalau Dipta pun sudah bangun dan juga memperhatikan Alle yang sedang menatapnya.


"apa yang sedang dia pikirnya sampai tidak sadar bahwa aku sudah bangun begini" ucap Dipta dalam hati dengan seulas senyum tipisnya.


Karena tidak ada respon dari Alle, akhirnya Dipta pun mencium kening Alle untuk menyadarkannya. Alle yang mendapatkan perlakuan seperti itu terkaget dan mengerjapkan matanya untuk memastikan bahwa yang di rasakan nya tidak lah salah atau sedang berhalusinasi.


"Kau kenapa memandangi ku seperti itu?" Akhirnya Dipta membuka suara untuk menyadarkan Alle dari lamunannya.


"Siapa yang memandangi mu?" kilah Alle dan memalingkan wajahnya supaya Dipta tidak dapat melihat wajahnya yang kini sudah memerah seperti kepiting rebus.


"Bangun dan mandi lah, kau sangat bau, dari kemarin sore tidak mandi" ucap Dipta dengan santainya tetapi tidak melepaskan tangannya yang memeluk tubuh Alle.


"Kau menyebalkan sekali" ucap Alle dan mengangkat tubuhnya untuk bergerak ke kamar mandi dan segera membersihkan tubuhnya.


Tetapi karena terhalang oleh tangan Dipta, dia sedikit kesusahan untuk segera bangun,


"Kau, singkirkan lah tangan mu ini, tangan mu sangat berat" ucap Alle mengangkat tangan Dipta.


Dipta pun menggeser tangannya dari tubuh Alle dan memperhatikan Alle yang sedang menuju kamar mandi. Setelah Alle masuk, Dipta pun kemudian melanjutkan tidurnya sembari menunggu Alle selesai mandi dan mereka akan bergantian untuk mandi membersihkan tubuhnya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄

__ADS_1


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗


__ADS_2