
Episode 17
Selang beberapa menit para pihak yang berkepentingan dalam kegiatan wawancara karyawan baru terlihat memasuki ruangan dimana para calom karyawan berada. Pintu pun terbuka dan semua orang besar itu pun masuk dan segera duduk di kursi tepat berada di depan mereka yang akan mengikuti wawancara.
"Selamat siang semuanya" sapa Dipta yang sebagai direktur utama turut hadir dan mewawancari para peserta. Setelah semuanya menyapa kembali, Dipta pun duduk dan mulai memeriksa berkas cv di meja nya.
"Baiklah perhatian semuanya. Pekenalkan nama saya Harry Pradipta Wijaya selaku direktur utama di perusahaan ini. Saya akan ikut serta mewawancarai kalian dan saya juga di bantu oleh direktur bidang lainnya. Persiapkan diri dan juga banyak lah berdoa." Dipta memperkenalkan diri nya.
Wawan cara itu dilaksanakan oleh setiap direktur dari bidang pembagian perusahaan, diantaranya dari bidang design interior dan outerior, design perhiasan, design model pakaian, mereka berjumlah 4 orang dan di tambah oleh Dipta yang akan random memilih siapa yang akan dia wawancarai.
Direktur pembagian tersebut mewawancari calon karyawan sesuai dengan bidang mereka, dan cv yang sudah di serahkan oleh karyawan.
Di tempat duduk calon karyawan Alle merasa tidak asing dengan lelaki yang memperkenalkan diri sebagai direktur utama tersebut. Betapa terkejut nya dia melihat siapa yang berada di depan itu.
"Kenapa laki- laki itu berada di sini dan dia bilang apa tadi? Direktur utama? Terlihat berbeda dengan orang yang datang ke perusahaan ayah." Alle sangat bingung saat ini.
Kemudian dia mengedarkan pandangan kepada direktu bagian yang juga ikut mewawancara hari ini. Dia juga di buat terkejut saat melihat wanita yang tidak asing bagi nya.
"Bukan kah itu kak Juny, dia bekerja disini? Sebagai direktur bagian design Busana? Ah lega nya"
"Sungguh banyak kejutan hari ini, ku harap aku akan di wawncarai oleh kak Juny dan itu tidak akan terlihat canggung nantinya" Alle hanya bisa mempersiapkan diri nya sendiri, dan menyemangati di hati nya.
Tetapi pupus sudah harapan Alle, dimana dia berharap bahwa Juny akan mewawancarai nya, karna di cv lamaran Alle memilih design busana, karna menurutnya itu lebih baik. Tetapi berbada pada kenyataan yang dia terima.
"Allessa Viery Martin. Design Busana." Suara berat tetapi tidak mengurangi ke seksian suara tersebut memanggil mana Alle. Alle tersentak terkejut. Bagaimana bisa dia di wawancarai oleh direktur utama.
"Ya saya" Alle mau tidak mau harus menerima kenyataan, dia berdiri di kursinya.
"Silahkan maju" Dipta mempersilah kan Alle duduk di kursi yang berada di depan nya.
__ADS_1
Kemudia Alle pun duduk dan menatap lelaki itu dengan tatapan penuh selidik. Sementara Dipta sedang memeriksa cv lamaran Alle.
"Apa yang membuat anda tertarik dengan perusahaan ini" tanya Dipta yang masih membolak- balik kan cv Alle, tanpa melihat ke arah orang yang sedang dia wawancarai. Alle merasa jengkel dengan hal itu. Wawancara macam apa ini? Rutuk Alle dalam hati.
"Jawaban jujur atau berkilah pak?" Tanya Alle kembali tanpa sadar. Karena dia sudah merasa jengkel di buat oleh lelaki itu. Tidak di terima juga bukan masalah besar, aku bisa membuka butik sendiri dengan uang ku. Begitu lah le menyimpulkan tekatnya.
Dipta mengerutkan dahi nya bingung, apa yang di maksud wanita ini? Dipta berfikir sejenak.
"Terserah pada anda" begitulah akhirnya jawaban Dipta.
"Saya hanya ingin bekerja pak, dan menyalurkan bakat yang saya miliki" Alle menjawab dengan santai.
"Jika kamu di tanya lebih memilih pekerjaan atau urusan pribadi. Anda akan memilih yang mana" Sepertinya Dipta tidak ingin mewawancarai nya sebagai karyawan.
"Saya akan memilih di tengah jalan pak" jawab Alle asal. Membuat Dipta tersenyum tipis hampir tidak terlihat oleh orang di sekitarnya.
"Silahkan kembali ke tempat anda" Dipta pun menyelesaikan wawancara nya dengan Alle. Alle hanya mengikuti apa perintah dari direktur utama tersebut.
Semua wawan cara berjalan dengan lancar seperti yang di harapkan oleh pihak perusahaan. Tetapi berbeda dengan Alle yang merasa wawancara nya tidak ada mamfaat nya sama sekali.
"Sekian wawancara hari ini. Pengumuman nya akan keluar nanti setelah makan siang, kalian bisa datang kemari untuk melihat nya" Dipta kemudian keluar dari ruangan tersebut. Setelah wawancara di tutup para pihak yang berwawancara juga bepergian untuk makan siang. Alle langsung memanggil Juny sebelum perempuan itu keluar dari ruangan.
"Kak Juny tunggu Alle" teriak Alle dan berlari ke arah Juny. Sebenarnya Juny sudah mengetahui jika Alle melamar di perusahaan nya. Cuman dia tidak mempunyai kesempatan untuk mewawancari nya. Karena satu hal terjadi.
"Alle apakah kamu menyelesaikan wawancara mu dengan baik?" Tanya Juny yang sudah berhenti menunggu Alle di depan pintu ruangan itu.
"Sepertinya wawancara ku gagal kak, tidak ada yang berhubungan dengan pekerjaan" jawab Alle lesu.
"Ayo kita makan siang ke kantin dulu, baru kita bercerita disana" ajak Juny dan mereka pun segera menuju kantin.
__ADS_1
Setelah memesan beberapa makanan dan sudah di antarkan oleh penjaga kanti di meja mereka. Alle dan Juny pun menyelesaikan makan siangnya terlebih dahulu, kemudian mereka akan melanjutkan cerita yang telah tertunda tadi.
"Sudah berapa lama kaka bekerja disini? Kenapa tidak memberi tahuku kalau kaka bekerja disini? Tadinya setelah melihat kaka, aku berharap kaka yang akan mewawancarai ku, tetapi tidak. Musnah sudah." Alle mengajukan pertanyaan kepada Juny, dia merasa sangat tidak bersemangat setelah wawancara tadi.
"Aku bekerja di perusahaan cabang dari group HW, kemudian mereka membuka perusahaan ini, dan kaka di pindahkan karena kaka ahli pada salah satu bidang disini. Bagaimana memberi tahukan mu, kaka sungguh sibuk, setelah pembukaan ini" jawab Juny menjelaskan kepada Alle.
"Jadi kenapa kamu tidak bersemangat setelah wawancara tadi? Apa terjadi sesuatu? Kenapa kamu tidak yakin dengan wawancara mu?" Tanya Juny. Memang pantas jika Alle tidak percaya diri karena dia berhadapan dengan direktur utama. Bagaimana mungkin semudah itu.
"Kaka tahu lelaki itu hanya menanyakan hal yang tidak penting kepada ku, tidak satu pun pertanyaan nya yang berhubungan sama sekali" jawab Alle penuh dengan rasa kesal.
"Apa yang di tanyakan pak Harry kepada mu?" Juny penasara dengan pertanyaan yang di ajukan atasan nya. Juny tidak tahu tujuan nya apa.
"Jika mengingat itu sunggu memalukan kak. Dia bertanya kau akan memilih perusahaan atau urusan pribadi, begitu lah pertanyaan nya" jawab Alle.
"Lalu kau menjawab apa? Juni penasaran setengah mati. Apa yang terjadi pada mereka.
" aku menjawab. Aku akan memilih di tengah jalan" Juny di buat tertawa terbahak- bahak karena jawaban Alle sangat lucu. Bagaimana dia bisa berani menjawab itu saat atasan yang menanyakan nya.
"Aku tidak bisa menjamin mu Alle. Jawaban mu sungguh luar biasa" Juny masih tertawa sampai perutnya terasa sakit dia memegangi nya. Satu tangan nya memuluk- muluk meja di hadapan nya. Dia tidak bisa menahan saking lucu nya.
"Jangan meledek ku kak. Aku akan pasrah pada hasil nya" akhirnya Alle pun pasrah pada ke adaan saat itu. Mereka melanjutkan cerita nya, sambil menunggu pengumuman mereka di keluarkan. Siang itu penuh tanda tanya di kepala Juny dan juga Alle.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah
__ADS_1