
Episode 51
Alle sudah selesai bersiap untuk pemotretan hari ini. Dia memakai model busana yang baru saja mereka ingin publikasikan. Busana tersebut sangat cantik di tubuh Alle. Dengan model baju yang berlengan panjang di sertai bagian leher yang lumayan terbuka, tubuh baju tersebup crop dan membentuk tubuhnya di padukan dengan celana panjang sedikit manly tetapi tidak mengurangi keanggunan tubuh Alle saat ini, dengan sepatu kets berhag tinggi dengan warna yang senada dengan busana yang dia pakai. Alle terlihat anggun walaupun hanya memakai make up yang tipis dan rambut yang sembarang di geraikan.
Dia keluar dari ruang rias menuju tempat pemotretan, dia sebentar mengedarkan pendangannya dan tepat saja kalau yang mereka bicarakan sejak tadi di ruang rias bersama Juny. Orang tersebut sedang menuju kepadanya dengan ekspresi yang tidak bisa di jelaskan. Alle hanya menyambutnya dengan mengerutkan kedua alisnya tidak mengerti dengan tatapan itu.
"Kenapa kau memakai baju seperti ini?" ucap orang tersebut
"Kenapa aku harus menjawabnya? Bukankah anda tahu, anda berada disini" ucap Alle cuek kepada orang tersebut
"Ganti dengan baju yang lain, entah kenapa harus baju ini yang kau pakai untuk pemotretan" jawabnya
"Ini untuk tema pertamanya pak, makanya aku memakainya" ucap Alle lagi sedikit meninggikan suaranya.
"Maaf pak Harry, tetapi untuk tema hari ini memang seperti ini model busananya, kita sudah mengaturnya pak" ucap Juny menimpali percakapan mereka,
"Permisi pak," lanjutnya lagi yang tidak ingin menyia-nyiakan waktu berlama- lama disana karna akan memperpanjang perdebatan mereka. Alle dan juga Juny pun berlalu dari sana dan menuju studio pemotretan yang ada di depannya. Alle sudah memulai pemotretannya dan berpose sana sini. Sementara orang yang tidak menyukai baju tersebut yang tak lain adalah Dipta hanya merasa panas dan kesal yang membara di hatinya.
"Bagaiaman dia bisa santai begitu mengenakan baju seperi itu" gerutunya pada dirinya sendiri yang duduk lumayan jauh dari staf pemotretan disana sehingga tidak ada yang mendengarnya.
"Apa dia merasa nyaman mengumbar tubuhnya itu?" ucapnya lagi, berpikir sejenak, melihat Alle yang sangat sigap dan profesional dalam mendalami perannya saat ini.
"Ya!!! Tubuh mu dengan bebas di pandangi semua lelaki itu" ucap Dipta tanpa mengeluarkan suara saat tatapan Alle dan dia beradu sebentar, Alle hanya mengacuhkannya, karena Alle tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Dipta.
__ADS_1
"Apa dia mengacuhkan ku sekarang? Ah bukan kah dia memang selalu mengacuhkan ku?" dia menjawab pertanyaannya sendiri.
Alle sudah menyelesaikan pemotretan busana pertamanya dan masih ada empat busana lagi yang akan dia kenakan untu pemotretan selanjutnya. Alle pun turun dari panggung pemotretan tersebut. Dipta langsung menghampirinya ingin mengatakan sesuatu.
"Jangan mengenakan pakaian seperti tadi, jika masih model seperti itu, pemotretan ini di batalkan saja" ucapnya dengan geram saat dia berada di hadapan Alle sekarang.
"Kenapa tidak? Bahkan busana selanjutnya lebih terbuka dari pada ini? Apa masalahnya untuk mu" ucap Alle dengan santai dan senyuman mautnya. Alle sudah biasa berbicara santai dengan Dipta karena Dipta tidak mempermasalahkannya. Jika di ruang rapat atau bertemu dengan klien dia akan sopan layaknya atasan dan sekretaris. Alle pun langsung memasuki ruangan rias untuk mengganti busana selanjutnya.
Sementara Dipta saat ini dalam keadaan panas yang akan meledak seperti gunung merapi, dia berusaha menahannya. Kenapa dia terlihat sangat tidak suka dengan pakaian Alle yang terbuka, sementara sebelum itu dia biasa saja dengan hal tersebut di lain pemotretan sebelumnya.
"Bisa gila aku jika harus melihatnya memakai pakaian yang lebih terbuka" gerutunya mondar mandir di tempat itu.
"Apa yang salah dengannya? apa dia tidak bisa melihat semua mata tertuju padanya? Aku sampai kesal melihat mata pria keranjang itu melihat tubuhnya?" ucapnya lagi masih dalam keadaan mondar mandir.
Apakah Alle akan menyetujuinya? Sepertinya tidak akan, mereka akan beradu mulut karena hal itu, dan pada akhirnya Dipta lah yang akan mengalah di antara mereka. Dia akan tunduk kepada Alle, jika sudah menyangkut pekerjaan.
Apa Dipta mempunyai cara lain untuk meyakinkan Alle supaya berganti model perhiasan? ahk aku sampai tidak bisa memikirkannya.
Dia menunggu kedatangan Alle dari dalam ruang rias. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk berganti busana selanjutnya karena akan menganti tema keseluruhan. Make up sampai model sepatu yang akan di kenakan juga akan berubah. Alle akan melakukan pemotretan berlanjut samapai ke empat rancangan busana tersebut dia kenakan, dan satu busana akan berdampingan dengan busana lelaki. Bagaimana busana tersebut akan menarik perhatian orang- orang yang disana? Juny sudah mempersiapkan model laki- laki untuk pasangan Alle dalam busana ganda saat pemotretan terakhirnya.
####
Di perusahaan HW terlihat peserta rapat yang sedang berada di puncak pembahasan rapat. Dipta mengirimkan karyawannya untuk menggantikan dirinya menghadiri rapit tersebut. Karena hanya rapat rutinits bulanan saja, sehingga bisa di gantikan. Jika rapat itu adalah rapat penting maka dia akan turun tangan.
__ADS_1
Rapat pun telah selesai, Lela sudah menutup rapat dan membacakan hasilnya. Mereka yang sudah hadir pun juga akan segera keluar dari ruangan.
"Utusan perusahaan cabang HJ silahkan tunggu sebentar" ucap Lela menghentikan niat salah satu utusan dari HJ untuk segera berlalu dari sana.
"Siapa nama mu?" tanya Justin yang langsung ke poin yang akan dia sampaikan.
"Rudi pak" ucap Rudi salah satu karyawan HJ yang di utus oleh Dipta. Terlihat umurnya seperti sama dengan Justin sehingga dia berbicara biasa.
"Sampaikan pesan ku kepada atasan mu. Jika dia mengutus kalian menggantikannya kembali, maka aku akan membunuhnya" geran Justin yang tidak terkontrol lagi saat sedang rapat tadi.
"Ba... Baik pak" ucapnya terbata karena takut dengan tatapan Justin. Dia pun di persilahkan untuk keluar ruangan tersebut.
"Bagaiman bisa dia membiarkan ku sendiri membereskan masalah perusahaan besar saat ini" gerutu Justin yang sudah bersandar di punggung kursi tempat duduknya saat ini.
"Beliau sudah mempercayakan anda pak, untuk menyelesaikannya. Lagian juga bukan masalah yang besar pak, masih bisa di atasi" ucap Lela menyemangati Justin
"Jika bukan karna bunda yang membelanya, aku akan benar- benar membunuhnya" ucap Justin. Dan mereka pun berlalu dari sana dan kembali keruangan mereka seperti biasanya akan menyelesaikan tugas lainnya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗