
Episode 9
Setelah melewati hari yang panjang, pekerjaan yang menguras tenaga, membuat para manusia yang merasakan nya menjadi sangat lelah. Sehingga mereka memerlukan istirahat untuk mengumpulkan kembali kekuatan dan tenaga mereka. Sehingga mereka dapat memulai hari baru dengan semangat di ke esokan hari nya.
Begitu pun juga dengan Alle yang merasa sangat lelah di hari sebelumnya telah berkeliling di sekitar taman kota tersebut. Begitu melelahkan sehingga dia beristirahat.
Pagi ini terdengar suara kicauan burung yang sanagt merdu, di temani dengan terbitnya matahari di pagi hari, membuat nya sangat indah. Cahaya matahari masuk ke dalam kamar Alle dari sela- sela tirai jendela di kamarnya. Membuat dia harus bangun dari tidur nya.
Dia pun membuka mata, mulai menyesuaikan masuk nya cahaya tersebut ke dalam kornea mata nya. Dia perlahan menggerakkan tubuh nya untuk meregangkan otot- otot tubuh tersebut.
Dia telah bersiap untuk beranjak dari tempat tidur nya menuju kamar mandi, mebersihkan diri dan akan membantu buk Rusmi menyiapkan sarapan pagi. Setelah beberapa menit untuk bersiap, dia pun selesai dan segera turun dari kamar menuju dapur.
Dia perlahan melangkahkan kaki jenjang nya ke arah dapur. Disana dia sudah mendapati buk Rusmi sedang sibuk menyiapkan sarapan, di bantuh oleh beberapa pelayan rumah. Dia pun mendekati mereka, dan bermaksud untuk sedikit membantu.
"Selamat pagi buk" sapa Alle setelah sampai di dapur.
"Kamu sudah bangun nak, kenapa cepat sekali, apakah kamu ada acara hari ini? Tanya buk Rusmi, menurut nya Alle sangat pagi sekali bangun.
"Tidak buk, hanya ingin membantu menyiapkan sarapan saja, lagi pula Alle anak gadis, harus bangun pagi buk" jelas Alle yang sudah dewasa saat ini, walaupun terlihat masih muda.
"Ternyata anak ibu tidak lagi anak- anak, sudah besar rupanya" buk Rusmi mengusap ujung kepala Alle dengan rasa sayang. Dia bangga karena Alle tidak manja seperti anak orang kaya pada umum nya.
"Kalau begitu, kami menyiapkan jus untuk ayah dan bapak saja yah nak, biar ibu saja yang masak" lanjut buk Rusmi memberikan Alle membantu sedikit.
Mereka pun menyiapkan sarapan pagi mereka. Dengan berbagai makanan sehat untuk sarapan. Makanan yang kaya akan karbohidra dan bermacam jus buah untuk menambah stamina.
Dari sudut lain Pak Yusuf dan ayah Martin juga sudah terlihat rapi untuk siap berangkat bekerja ke kantor. Mereka menuju ruang makan untuk sarapan pagi supaya menambah energi pagi mereka.
Mereka sudah duduk di meja makan, untuk menunggu santapan mereka pagi ini yang di siapkan oleh buk Rusmi dan juga Alle ikut membantu sedikit.
__ADS_1
Setelah mereka menyelesaikan sarapan pagi tersebut, mereka pun sedikit berbincang untuk sekedar menunggu waktu berangkat ke kantor bekerja.
"Alle apa rencana mu hari ini? Tanya ayah Martin kepada Alle
" Sepertinya tidak ada ayah. Alle akan di rumah bersama buk Rusmi"
"Apakah kamu tidak akan melamar pekerjaan, atau kamu ikut dengan Yusuf saja bekerja di kantor kita sayang" tanya ayah Martin memastikan Alle supaya mengisi waktu luang nya.
"Sesekali Alle akan ikut ayah dengan pak Yusuf. Kalau dengan pekerjaan Alle, Alle masih mencari- cari tempat yang tepat untuk Alle ayah, yang sesuai dengan bidang yang Alle tempuh di studi" jelas Alle yang memang masih mencari kenyaman untuk pekerjaan nya. Dimana dia akan menyerahkan lamaran nya nanti nya.
"Baik lah kalau itu keputusan mu nak, ayah akan mendukung mu selalu. Tetapi jika waktu luang, kamu akan tetap belajar dengan pak Yusuf sayang. Untuk sekedar menambah ilmu dan pengalaman mu." Martin meberitahu Alle jika dia harus tetap belajar.
"Baik Ayah, hari ini Alle akan berada di rumah dulu, dan nanti mungkin Alli akan mencari tahu tempat kerja Alle nanti" Alle mulai mengumpulkan peralatan makan mereka dan segera mencuci nya.
Pak Yusuf dan ayah Martin pun juga berpamitan untuk berangkat kerja ke kantor. Mereka berlalu dari rumah. Melajukan mobil mewah mereka masing- masing, karena mereka memang berbeda tujuan.
####
Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Bukan karena para manusia tersebut baru pertama kali melihat mahluk itu. Tetapi juga karena ke tampanan yang di miliki ke dua mahluk Tuhan yang sanagt sempurna tersebut.
Mereka memandangi setiap detik langkah kaki ke dua pria itu, sampai- sampai mereka menganga tidak mampu untuk mengungkap kan sepatah kata pun di depan pria itu. Sampai saatnya pun mereka tertelan oleh lif yang berlalu.
Setelah ke dua pria itu berlalu. Baru lah para manusia yang di tunggalkan mulai bersungut- sungut menyebarkan gosip di kantor mereka, bahwa ada mahluk ajaib di dalam kantor mereka.
"Oh Tuhan itu tadi pria itu sangat tampan"
"Tidak, bukan tampan lagi, tetapi sempurna"
"Apakah mereka sudah menikah? Aku ingin memiliki ciptaan tersebut"
__ADS_1
Masih banyak lagi gosip di group percakapan para wanita di kantor itu. Para karyawan wanita asyik bergosip dan sembari melakukan pekerjaan mereka juga tidak terlupa dari itu.
Sedangkan Dipta dan Justin, sudah sampai di dalam ruangan mereka. Ya Dipta dan Justi berada dalam satu ruangan kerja, tetapi masih terbagi dua di dalam ruangan tersebut. Dipta berada di dalam ruangan tertutup dan Justin berada di ruangan ter buka. Sedangkan Lela sekretaris Justin berada di luar ruangan mereka berdua.
"Jangan lupa dude, kumpulkan semua karyawan di aula kita akan melalukan pengumuman, adanya kita berdua di dalam perusahaan ini" ucap Dipta dan segera berlalu ke ruangan nya.
Justin kemudian menghubungi Lela untuk mengumpulkan para karyawan, seperti yang twlah di beritahukan oleh Dipta tadi nya. Kemudian setelah melakukan perintah Dipta. Mereka bertiga pun menuju aula yang dimana sudah berkumpul para karyawan perusahaan tersebut.
"Baik lah, kalian sudah berkumpul semua disini, seperti yang kalian lihat ada dua pria di sebelah saya. Mungkin kalian bertanya siapa mereka ini, kenapa tsrlihat sangat asing di mata kalian. Saya akan memperkenalkan mereka, mohon perhatian nya" jelas Lela yang langsung kepada inti dari pertemuan yang mereka lakukan secara mendadak di aula tersebut.
Para karyawan sebelumnya memang bingung dan bertanya- tanya satu sama lain di antara mereka. Mereka berfikir itu adalah keadaan darurat yang akan merugikan kepada mereka. Tetapi tidak seperti yang mereka pikirkan saat ini.
"Mereka adalah orang yang sangat penting di perusahaan kita saat ini" lanjut Lela menjelaskan.
"Yang di sebelah kanan saya. Dia adalah Direktur umum perusahaan ini. Nama adalah bapak Justin. Dia akan mempimpin perusahaan disini, jadi mohon kerja sama nya."
"Sedangkan yang di sebelah kiri beliau adalah Direktur bapak Harry Pradipta yang akan membantu bapak Justin dalam pekerjaan nya nanti di perusahaan kita ini". Lela menjelaskan dan memperkenalkan Dipta dan Justin sesuai dengan hasil rapat yang telah mereka lakuka di waktu lalu.
Kenapa Lela tidak memperkenalkan diri?
Sebenarnya Justin sudah bekerja di perusahaan HW telah lama. Tetapi tidak banyak yang mengenalnya karena dia bekerja di belakang layar, atau tidak terlalu menonjol. Ssdangkan Lela memang sudah sering datang ke perusahaan untuk urusan pekerjaan yang membantu Justin juga dalam pekerjaan mereka.
Jadi lebih sering dang lebih di kenal oleh karyawan adalah Lela yang di utus oleh Justin setiap pekerjaan yang mengharuskan nya datang ke perusahaan pusat.
Setelah menyelesaikan perkenalan tersebut. Para karyawan pun bekerja kembali di setiap meja kerja mereka. Begitu pula dengan Dipta, Justin dan Lela, kembali ke ruangan dan meja kerja mereka untuk menyelesaiakan beberapa pekerjaan hari ini dan proyek pembangunan. Mereka juga membahas tentang pembanguna perusahaan baru yang sudah mereka rencanakan.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
__ADS_1
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah