
Episode 18
Kejadian ini sehari sebelum di lakukan nya wawancara para calon karyawan baru yang sudah terlebih dahulu di seleksi cv lamaran mereka oleh bagian HRD dan kembali di serahkan berkas cv yang lolos dalam tahap pertama kepada diretur bagian.
Dipta memberi tahu kepada pihat HRD untuk menyerahkan berkar pelamar kepadanya terlebih dahulu, kemudian di berikan kepada direktur bagian bidang. Untuk melakukan wawancara nantinya.
Saat ini Dipta pun sudah mendapati berkas tersebut di atas meja kerja nya. Dia mulai membuka satu persatu cv lamaran itu. Di tersenyum saat satu cv yang di periksa mengalihkan perhatian nya.
"Kenapa kebetulan sekali, dia melamar di perusahaan ini" ucap Dipta berbicara kepada dirinya sendiri. Dia membaca setiap bagian cv yang terlihat milik seseorang itu.
"Aku akan mewawancarai nya langsung" senyum misterius terlihat di wajah nya. Dia menyisih kan cv itu, dan memeriksa kembali cv yang lain nya. Dia menyisih kan sekitar tiga cv lagi dan itu terlihat cv yang berjenis kelamin laki- laki.
Dia pun menghubungi pihak HDR untuk menyerahkan kembali berkas cv lamaran itu kepada direktur bagian. Untuk mereka dapat memeriksa cv lamaran karyawan yang akan mereka wawancarai nanti.
Dipta memeriksa kembali cv lamaran yang dia sisih kan terlebih dahulu tadi, dan membolak balikkan cv lamaran tersebut.
"Apa yang harus aku lakukan dengan wanita ini? Senyum jahat terlihat disana. Ternyata cv yang di sisih kan pertama yaitu cv wanita. Tetapi siapa?
Ya itu adalah Alle.
####
Di ruangan lain Juny sudah menerima cv lamaran yang akan dia wawancarai besok. Dia adalah direktur bidang Busana. Dia pun meriksa setiap cv yang ada.
"Pak, kenapa cv nya hanya 11 orang, bukan kah yang mendaftar ke bidang busana ada 12 orang,?" tanya Juny kepada pihak HDR.
"Tadi berkas cv ini di periksa terlebih dahulu oleh pak Harry, dan beliau mengambil sebagian cv lamaran untuk beliau wawancarai secara langsung besok buk" jelas pihak HRD.
__ADS_1
"Baik lah pak, terimakasih" Juny pun memeriksa semua berkas itu, sepeninggalan pihak HRD.
Junu sibuk memeriksa dan mencocok kan berkas hard cv dan juga soft cv. Sudah hampir selesai dia periksa. Semua yang dia periksa sekitar 11 orang dia melihat namadan juga tujuan motif mereka masuk perusahaan.
Juny melihat tertera nama Allessa di soft cv.
"Kenada nama Alle tidak ada di hard cv? Apa tidak di print out?" Juny mencari siapa tahu terjatuh atau ter selip. Ternyata tidak ada. Dia pun mencocok kan setiap nama, sudah 11 orang tetapi berkas Alle memang tidak berada di sana.
"Astaga!!! Apakah dia akan di wawancarai oleh pak Harry? Bagaimana ini? Haruskan aku memberitahunya?" Juny sibuk berfikit, tiba- tiba di panggil oleh rekan kerja lain nya, untuk membahas suatu proyek, sehingga dia melupakan untuk mengabari Alle. Hingga saat tiba wawancara.
Terjadi lah seperti yang sudah di alami oleh Alle saat ini. Menurutnya kesialan yang hqq sudah menimpa nya. Dia menyerahkan cv lamaran ke perusahaan ini, hanya ingin bekerja. Tetapi beda urusan nya hari ini, seperti nya dia akan mendapat kan masalah dari direktur utama.
####
Dipta melajukan mobil ke kantor perusahaan HW untuk menemui Justin dan membahas tentang urusah pekerjaan lain nya yang akan mereka lanjutkan setelah ini. Dia pun sampai di perusahaan dan dia menuju ruangan saudara nya itu.
"Aku sangat lapar, tolong antarkan makan siang ke ruangan saya segera" pinta Dipta kepada Lela (sekretaris Justin) sebelum memasuki ruangan nya.
"Bawa sekalian saya untuk Justin" jawab Dipta.
"Baik pak" Dipta pun berlalu dari meja Lela, sementara Lela langsung pergi menuju kantin untuk mengambilkan pesanan atasan nya.
Dipta memasuki ruangan nya besama Justin. Dia mendapati Justin masih berkutan dengan berkas dan laptop di hadapan nya dengan serius. Dia tidak salah menebak kau Justin belum makan siang.
"Jangan terlalu serius bekerja. Perhatikan juga perut mu yang sudah meronta- ronta ingin makan" Dipta menduduk kan dirinya di kursi sofa ruangan itu.
Walaupun terlihat ketus tetapi dia juga perhatian kepada Justin.
__ADS_1
"Hanya sedikit lagi akan selesai, jadi tanggung untuk di tinggal kan. Sekalian di selesaikan saja" jawab Justin masih meporak- poranda kan pekerjaan nya.
"Nanti bisa kau lanjutkan. Sekarang waktu nya makan siang" Dipta masih memperhatikan sahabat sekaligus saudaranya tersebut.
"Apa kau sudah menjadi istri ku sekarang, sangat perhatian seperti bibi" Justin pun menyungging kan senyum nya. Kemudian dia beranjak menuju sofa dimana Dipta duduk. Dia sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
"Sungguh menjijik kan. Aku hanya khawatir jika kau mati, tidak ada yang akan mengerjakan pekerjaan disini" jawab Dipta berkilah, bahwa dia perhatian kepada Justin.
Justin pun hanya senyum menanggapi nya. Dia merasa bangga mempunya saudara dan sahabat seperti dude yang di depan nya itu. Terdengan ketukan pintu dari luar, Lela pun permisi untuk masuk dan meletak kan makanan yang di pesan kan Dipta sebelum nya.
"Terimakasih Lela. Seperti nya kamu harus menikah dengan Justin supaya ada yang memperhati kan nya." Dipta menebak- nebak dengan sesuka nya. Tanpa memikirkan perasaan dua manusia yang sedang dia jodoh kan.
"Tidak pelu sungkan pak. Saya permisi dulu" jawab Lela yang tidak menanggapi perkataan Dipta. Karena dia tahu atasan nya itu hanya bercanda. Itu sungguh tidak akan mungkin.
"Jaga lah cara bicara mu dude. Kau bisa menyakiti perasaan orang lain " Justin memperingat kan Dipta. Supaya tidak terjadi kesalah pahaman di antara mereka.
"Tidak ada yang salah dengan itu dude, kau bisa mencoba nya" jawab Dipta yang tidak ingin kalah dari Justin.
"Dia sudah bertunangan dude. Jangan terlalu banyak berhayal, sebaik nya kau mengurusi urusan asmara mu sendiri saja. Jangan mengurusi orang lain" Justin membuka kotak makanan mereka. dan menyerahkan nya satu kepada Dipta.
"Selama jalur kuning melengkung, tidak masalah dude" Dipta menggodanya. dan akhir nya dia mendapatkan lemparan bantal kecil di wajah nya.
Dua manusia itu pun makan siang bersama. Setelah itu mereka membahas pekerjaan selanjutnya. Banyak yang akan mereka lakukan dan rencanakan hari ini sampai akhir saat nya pulang kerja dan menuju ke rumah untuk beristirahat.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
__ADS_1
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah