
Episode 35
Pricilya menyiapkan semua pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini. Dia melihat Kevin masih berada di sampingnya memperhatikan dirinya. Dia mulai curiga kenapa dia ada disini?
"Hei, kenapa kau masih disini, bukan kah sudah ku katakan bahwa aku baik- baik saja?" Ucap Pricil kepadanya.
"Tetapi belum mengetahui siapa nama mu?" Jawab Kevin dengan santai dan senyuman seribu gaya yang dia buat.
"Tidak perlu" ucap Pricil karena dia merasa tidak perlu memperkenalkan diri.
"Kamu tidak bisa curang. Tadi aku sudah memberitahu mu nama ku, sekarang giliran mu," jawab mantap dari Kevin,
"Yah siapa suruh kau menyebutkan nama mu? Jadi tidak harus bagi ku untuk memberitahu mu" jawab Pricil. Dia mengambil sesuatu dari tas nya dan memakainya.
Kevin yang melihat itu, sigap memperhatikan benda tersebut. Dia pun tersenyum telah menemukan sesuatu pada benda itu. Sehingga dia pun berlalu dari hadapan Pricilya.
"Ariana Pricilya. Hhmmm, Nama yang cantik. Seperti orangnya" ucapnya Lirih dan dia terus berjalan entah kemana arahnya.
####
Justin di meja kerjanya dengan komputer yang menghadap dirinya masih terlihat serius mengotak- atikan semua pekerjaannya supaya cepat selesai. Dan akhirnya pun sudah selesai.
Dia melihat arlogi di tangan kanannya (karena dia kidal) menunjukkan bahwa sebentar lagi akan jam makan siang. Dia menekan bel di meja kerjanya, memanggi Lela segera keruangannya, karena ruangan Lela memang di luar.
Lela pun masuk kedalam ruangan tersebut.
"Lela apa jadwal saya hari ini?" Tanya Justin setelah Lela mendekatinya,
"Setelah makan siang anda akan bertemu dengan klien kita untuk membahas tentang investasi di perusahaan XY intertement pak, kemudian akan ke perusahaan cangan HJ" ucap Lela mantap.
Kinerja Lela memang sangat memuaskan dia dapat menyelesaikan semua pekerjaannya dengan teratur dan juga rapi. Dia selalu menyisihkan waktu pribadi di setiap jam kerja Justin.
__ADS_1
"Baiklah, kamu bisa kembali" setelah mendengar jadwalnya, Justin pun menyuruh Lela untuk bekerja kembali.
"Tunggu, juga Pesankan bolu kacang dari tokoh kue Andita untuk Lela," pesan Justin. Dia tiba- tiba menginginkan bolu buatan seseorang itu.
"Baik pak, apa sekalian dengan makan siang pak?" Tanya Lela,
"Tidak usah Lel, cukup bolu itu saja" jawab Justin dan kemudian Lela pun kembali ke ruangannya dan melaksanakan tugas yang baru saja di beritahu oleh atasannya itu.
Beberapa menit kemudian pesanan Justin pun datang dan Lela mengantarkannya ke ruangan Justin.
"Pak ini bolunya, sudah saya siapkan" ucap Lela yang membawa sepiring potongan bolu dan juga minuman mineral di nampan yang berada di tangannya.
"Terimakasih Lela" ucap Justin yang kemudian menerima nampan tersebut.
Justin melihat isi nampan tersebut sangan banyak kue, jika dia menghabiskan sendiri, mungkin perurnya akan segera meledak, sehingga terbesit di pikirannya mengajak Lela untuk memakan kue itu juga.
"Apa kau sudah makan siang Lela?" tanyanya,
" Jika memakan kue ini sendirian perut ku akan meledak Lela, jadi bantu lah aku memakannya" ucap Justin yang kemudian berlalu ke sofa ruangan tersebut, meninggalkan Lela yang masih berdiri.
Lela masih mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Justin kepadanya. Apa dia mengajak ku untuk makan siang bersamanya? Apa aku tidak salah dengar? pikiran Lela masih menerawang kemana- mana.
"Apa kau akan berdiri disana sampai kiamat?" ucap Justin membuyarkan lamunan Lela,
"Kemari lah, ikut makan kue ini. Ini sangat banyak, bantu aku menghabiskannya" pinta Justin dan Lela langsung menghampiri Justin dan duduk di hadapannya, di sofa seberang.
Dia pun mengambik sepotong kue itu dan memakannya.
"Rasanya enak" ucap Lela menikmati gigitan pertama potongan kue tersebut
"Apa bapal sudah sering memesan kue disana, rasa nya sangat enak dan khas, berbeda dengan tokoh kue lainnya" ucap Lela bertanya pada Justin
__ADS_1
"Tidak, hanya beberapa kali aku kesana. Karena kuenya terasa enak makanya aku menyuruh mu membeli nya" ucap Justin yang senyum- senyum sendiri setelahnya, seperti salah tingkah.
Lela yang melihatnya pun mengerti. "aah,, pasti wanita yang membuat kue ini cantik sehingga membuay pak Justin senyum- senyum seperti itu. Seperti salah tingkah. Tapi memang enak sih" ucap Lela dalam hati. Ia kembali memakan kuenya untuk makan siang.
Setelah selesai memakan kue tersebut, dia pun membereskan sisanya dan berterimakasih kepada Justin karena sudah mengijinkannya menikmati kue yang sangat enak tersebut. Kemudia dia pun berlalu dari ruangan itu dan pergi ke kantin, karena dia masih merasa belum kenyang. hehe hehe hehe hehe
Lela membeli beberapa cemilan dan juga air minum untuk di nikmati saat bekerja nanti, supaya dia tidak mudah lapar dan akan menghalanginya membereskan pekerjaannya. (Lela jika mengemil atau memakan permen, dia akan bekerja dua kali lipat cepatnya dari sebelumnya)
####
Kesibukan sebagai ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia, bisa mengurus anak- anak dan juga suaminya. Sudah cukup dengan memperhatikan perkembangan dan pertumbuhan anak- anaknya, tidak membuat seorang ibu akan merasa cukup. Memberikan semua kasih sayang kepada anak dan suami juga sudah dilaksanakan sepenuhnya. Itulah oeran dari seorang ibu.
Tetapi hari ini bunda Maryesa tidak merasa puas dengan itu. Bunda Mary sudah memberikan perhatian dan kasih sayangnya kepada keluarnya. Tetapi setelah anak- anaknya beranjak dewasa dan sudah sibuk dengan semua pekerjaan mereka membuat bunda Mary merasa ingin menyalurkan kasih sayangnya kepada orang lain yang membutuhkan.
Itulah yang membuat bunda Mary berinvestasi ke sekolah- sekolah dan sering berkunjung kesana untuk melihat banyak anak- anak yang ingin dia perhatikan. Melihat anak- anak kecil, mengingatkan dia kembali pada masa kecil anak- anaknya yang sudah dewasa. Dia ingin menjaga anak- anak kecil dan mengasihi mereka.
Hari ini bunda Mary berkunjung ke sekolah dasar Amertha, sekolah dasar ternama dan terelit di kota itu. Memutuskan untuk berkunjung kesana karena dia akan berjumpa dengan anak kecil.
Saat memasuki taman bermain anak- anak, dia melihat banyak anak- anak kecil yang dalam perkiraannya kelas 1 dan 2 bermain disana. Dari segerombolan anak kecil tersebut. Pandangannya teralih pada tiga anak yang sedang mengepun anak lain di dalamnya.
Dia pun menghampiri anak tersebut dan melihat kalau ke tiga anak tersebut mendorong anak satunya sehingga dia sampai terjatuh.
"Hei,, apa yang kalian lakukan?" Ucapnya sembari membantu anak yang terjatuh itu bangun dan membersihkan baju dan celana sekolahnya yang kotor.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗
__ADS_1