CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 20


__ADS_3

Episode 20


Justin mengalihkan pandangan nya ke arah sumber suara berasa. Alangkah terkejut nya dia, jika yang ada di hadapan nya itu adalah orang yang menuduh nya sebagai penculik anak kecil saat pertama pertemuan mereka.


Dia segera mengalih kan pandangan nya kembali ke setiap kue yang ada di tokoh tersebut. Dia hanya tidak ingin mendapatkan tuduhan mencuri kue saat ini.


"Apa yang bisa saya bantu pak" ucap wanita itu yang sudah merasa dia mengenal lelaki di hadapan nya itu.


"Saya hanya ingin membeli kue bukan mencuri. Tolong bungkus kan saya Bolu kacang dan juga Kue crispy Almond" ucap Justin memesak kue yang di sampaikan Dipta tersebut.


"Saya sudah minta maaf kepada anda sebelum nya. Mohon di terima. Tetapi saya tidak menuduh anda saat ini tuan." Jawab wanita itu, ya dia adalah Juny yang menuduh nya ingin menculik Hans saat itu.


Juny mengoceh dan sembali membungkus pesanan Justin. Setelah selesai di pun memberikan kepada Justin dan Justin membayar nya.


"Terima kasih tuan" jawab Juny memberikan kembali kartu yang di pakai Justin untuk membayar pesanan nya.


Justin menerima kartu dan kue tersebut. Dan dia pun segera pergi dari tokoh tersebut. Dia memasuki mobil, kemudian melajukan mobil tersebut dengan ke cepatan sedang ke rumah utama.


####


Di dalam tokoh kue Andita. Terlihat seseorang yang keluar dari tempat dapur memasak kue tokoh tersebut.


"Kak sudah sore menjelang malam, aku akan pulang ke rumah besok akan ke sini lagi setelah pulang kerja bersama kaka" seseorang itu pun meminta ijin untuk pulang. Setelah dia sudah membantu Juny membuat kan kue.


"Tidak apa- apa Alle, terimakasih sudah membantu ku hari ini" jawab Juny yang merasa terbantu akan ada nya Alle disana. Ya seseorang itu adalah Alle yang menyempatkan diri membantu Juny, walau pun Juny mempunyai karyawan di tokoh itu.


"Ini bawalah ke rumah untuk kalian makan" Juny menyerahkan bingkisan kue kepada Alle untuk dia bawa.


"Kenapa harus repot- repot kak" Alle berusaha menolak nya.


"Tidak apa- apa, ambil saja, sebagai ucapan terima kasih ku" jawab Juny.


"Baik lah, tetapi aku akan selalu datang ke tokoh ini untuk membantu kak,dan tidak ada penolakan kak" jawab Alle yang akhirnya menerima bingkisan tersebut.

__ADS_1


Dia pun berpamitan untuk pulang ke rumah nya dan membawa bingkisan kue yang di berikan oleh Juny kepadanya. Dia melajukan mobilnya berantrian dengan mobil lain nya yang sedang di jalanan, sedikit lebih padat hari ini jalanan karena sudah waktu nya makan malam dan para pekerja berpulangan ke rumah mereka.


####


Alle pun akhirnya sampai di rumah mereka. Dia memarkir kan mobil yang dia pakai di garasi rumah. Dia membawa bingkisan tadi dan menuju ruang utama.


"Sore semuanya" sapa Alle berteriak, supaya yang ada di rumah mendengar nya. Hahahaha sangat lucu.


Martin yang sedang di ruang keluarga beristirahat setelah pulang dan juga Pak Yusuf yang menemani bu Rusmi menyiapkan makan malam di dapur.


"Sayang kamu sudah pulang?" Martin menoleh ke arah suara dan mendapati putri ke sayangan nya baru saja pulang ke rumah.


"Iya ayah" Alle menghampiri dan mencium tangan ayah nya. Kemudian dia beralih ke dapun untuk menyapa yang lain nya juga.


Setelah itu dia meletakkan bingkisan nya di atas meja makan.


"Kamu membawa apa nak?" Tanya pak Yusuf yang milihat bingkisan itu


Mendengar itu Martin pun menghampiri mereka dengan antusian menanyakan apakan putrinya di terima di tempat kerja nya atau tidak.


"Apakah kamu di terima nak" tanya Martin yang sedang menuju ke daput.


"Alle di terima ayah, tetapi Alle menjadi sekretaris direktur utama" jawab Alle dengan lesu. Dia bahagia telah mendapatkan pekerjaan tetapi tidak bahagian akan ke dudukan yang dia teriman.


"Bagus dong sebagai sekretaris nak, kami mendapatkan kedudukan bagus disana" jawab bu Rusmi yang merasa bahagia juga.


"Iya nak, kenapa wajah mu seperti itu" jawab Martin juga yang melihat ekspresi putrinya.


"Ayah Alle ingin bekerja sebagai karyawan biasa, sehingga Alle bisa mengeluarkan semua ide dan pengetahuan Alle tentang design" jawab Alle menjelas kan kenapa dia merasa seperti itu.


"Kamu juga bisa menyalurkan nya nak, kamu bisa memberikan ide- ide mu kepada rekan kerja mu. Itu tidak masalah sebagai sekretaris , kamu akan merangakap kedua nya dengan baik. Kamu harus profesional" jawab Martin menenangkan putrinya.


"Kamu harus bersyukur nak, apa pun itu kamu harus terima. Benar yang di katakan ayah mu, kamu bisa merangkap nya" jawab pak Yusuf menimpali penjelasan Martin. Sehingga Alle pun merasa tenang saat ini.

__ADS_1


Benar juga, dia bisa menyalurkan ide nya lewat Juny yang selaku direktur busana disana itu akan terasa menyenangkan jika dia bisa merangkap juga disana. Dia pun menyetujui hal itu.


"Sudah sudah. Sekarang mandi lah, kita kan makan malam sebentar lagi. Ibu akan menyiap kan semuanya" bu Rusmi menyuruh Alle untuk membersih kan tubuh nya karena baru saja pulang dari pekerjaan nya.


Bu Rusmi pun membuka bingkisan itu, aroma kue yang keluar pun menghentikan Alle untuk beranjak dari meja makan tersebut. Sangat harum mengunggah selera mereka semua.


"Harum nya, aku tidak tahu kalau kue ini sangat harum," ucap Alle yang kembali duduk di kursinya.


"Iya sangat harum. Sepertinya teman mu sangat pintar membuat kue. Kamu harus mengajak nya ke rumah lain hari" ucap ayah Martin yang sudah menyambar kue tersebut terlebih dahulu.


Pak Yusuf juga mengikuti Martin ingin menyambar kue tersebut juga.


Tetapi sebelum terjadi........


"Kalian juga mandi terlebih dahulu sebelum makan. Tangan kalian masih kotor" ucap bu Rusmi yang langsung menutup kue tersebut kembali. Sebelum mereka menyentuh nya.


"Sedikit aja bu" rengek Alle, mereka bertinga memasang wajah berbinar untuk memohon supaya mereka dapat memakan nya terlebih dahulu.


"Tidak!!! Kalian harus mandi terlebih dahulu" ucap bu Rusmi.


Akhirnya mereka pun bergegas ke arah kamar masing- masing untuk sesegera mungkin membersihkan tubuh dan akan bersiap untuk memakan kue yang menanti mereka. Setelah mereka sampai di kamar, mereka pun mandi secepat kilat.


Sementara di ruangan makan. Apa yang terjadi setelah Alle, pak Yusuf dan juga ayah Martin bergegas untuk membersihkan diri, menantikan akan mencicipi kue yang di bawa oleh Alle.


"Enak juga kue nya." Begitu lah ucapan manis bu Rusmi yang mencicipi kue tersebut terlebih dahulu. Ya dia tersenyum merekah karena dia bisa mencicipi nya terlebih dahulu. Sementara tiga manusia itu berharap akan mencicipi potongan pertama nanti nya. Musnah sudah harapan mereka.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah

__ADS_1


__ADS_2