
Episode 59
Akhirnya waktu makan malam pun telah tiba. Di kediaman Wijaya semua orang sudah bersiap menyambut tamu yang akan mereka jamu pada malam ini. Hanya ayah Wijayalah yang mengetahui siapa tamu yang akan datang hari ini. Dia sengaja tidak memberitahukan kepada keluarnya supaya menjadi surprise.
"Ayah siapa yang akan datang malam ini? Kenapa harus formal seperti ini?" tanya Pricil yang bingun kenapa dia harus memakai gaun yang angggun dan semua keluarganya memakai pakaian yang formal juga.
"Apa jangan- jangan ayah akan menjodohkan aku?" Pricil menebak asal apa yang akan terjadi.
"Oh tidak, aku harus kabur sekarang" lanjutnya sudah berdiri dari dursinya dan akan beranjak dari sana, tetapi ayah Wijaya menghentikannya sebelum itu sampai terjadi.
"Duduk yang manis jangan membuat malasalah" ucap Wijaya dengan tegas kepada anak gadisnya tersebut.
"Ayah hanya mengundang teman ayah, kenapa kalian terlihat begitu tegang?" ucap Wijaya yang mencoba membuyarkan suasana canggung di antara mereka.
"Apa yang salah kalau ayah mengundang teman untuk makan malam di rumah, inikan rumah Ayah" ucap Wijaya mengangkak kedua bahunya seolah bodoh amat dengan komenter para anak nya.
"Jangan bilang ayah akan menjodohkan aku?" ucap Justin memikirkan hal yang sama juga dengan Pricil.
"Jangan ini sampai terjadi, gawat. Aku juga harus segera bertindak, bagaimana kalo hal itu sampai terjadi. gawat. gawat " batin Justin, dia mulai was- was. Bagaimana tidak, dia menyandang status anak pertama di keluarga itu, sangat benar kemungkinan dia akan di jodohkan seperti yang pernah di katakan ayahnya.
"Apa itu aku?" tanya Dipta yang ikut merasakan ketidak beresan pada adanya makan malam saat ini.
__ADS_1
"Diamlah, sebertar lagi mereka akan tiba" jawab Wijaya dengan santai supaya tidak ada yang mulai curiga kepadanya. Biarlah mereka menebak dengan semau mereka. Asalhkan rencananya tidak hancur malam ini.
"Ayah. Apa kau mengundang selingkuhan mu yang sudah mempunyai anak, dan akan tinggal di rumah ini?" tanya bunda Mary dengan tiba- tiba dan semua yang ada di meja makan tersebut menjadi tercengang.
Pikiran mereka berlomba- lomba menebak setiap apa yang mereka lintarkan. Sontak Wijaya terkejut. Bagaimana bisa istrinya berfikir hal bodoh seperti itu?.
"Apa yang kau pikirkan. Jangan seperti orang bodoh" jawab Wijaya meresa kesal dengan pikiran istrinya.
"Kenapa tidak? Di siaran televisi aku pernah melihat adegan seperti ini. Dimana suaminya mengumpulkan semua anggota keluarga untuk makan malam, dan dia mengundang selingkuhannya untuk ikut dan selingkuhannya itu tinggal serumah dengan mereka" jawab Bunda Mary mengingat- ingat kembali apa yang pernah dia tonotn pada siaran televisi dimana ada sin*tr*n yang berjudul @j*b.
"Huh. Kenapa kalian meninggalkan bunda sendirian di rumah? Begini akibatnya" jawab Wijaya dengan santai yang sudah tau apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya tersebut.
"Apakah kau tidak tahu kalau yang kau tonton adalah siaran pembodohan? Ada baiknya jika kau secepatnya mempunyai menantu. Supaya tidak oleng seperti ini" desah Wijaya yang prihatin dengan istrinya.
Alle baru saja sampai di rumah, setelah dia bertemu dengan Dipta. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan membenahi diri dengan mandi. Kemudian dia mencari ibu Rusmi untuk menanyakan apa yang harus di masak untuk makan malam nanti dan dia akan membantunya. Setelah berkeliling, dia pun menemukan bu Rusmi sedang asyik di dapur membuat adonan kue.
"Buk, kue sebanyak ini untuk apa?" tanya Alle yang melihat adonan kue yang begitu banyak di atas meja.
"Oh kau sudah pulang sayang. Tadi ayah mu berpesan untuk membuatkan kue. Katanya kita ada undangan untuk makan malam di rumah temannya" ucap santai Buk Rusmi dengan seadanya.
"Teman ayah? Siapa? Aku tidak pernah ayah bercerita tentang temannya" ucap Alle yang mengingat- ingat siapa teman ayahnya tersebut. Dia hanya mengetahui bahwa ayahnya berteman baik hanya pada pak Yusuf saja.
__ADS_1
"Teman lama ayah, baru saja bertemu kembali" ucap Martin yang mendengar perbincangan mereka. Dia baru saja dari kamarnya dan akan mencari Alle, tetapi dia mendengar suara Alle dari dapur sehingga dia menghapiri ke dapur.
"Ooh, kenapa tiba- tiba Ayah" jawab Alle dengan penasaran.
"Sudah di rencanakan sayang, tidak tiba- tiba. Jadi kamu harus bersiap dan berdandanlah secantik mungkin" ucap Martin yang mengelus kepala putrinya.
"Apakah acaranya sangat penting ayah?" tanya Alle penasaran, kenapa dia harus berdandan?
"Tidak. Hanya makan malam saja" ucap Wijaya.
"Baiklah. Tapi aku harus membantu ibu dulu." ucapnya sudah membuat adonan kue tersebut ke dalam loyangnya.
"Apa pak Yusuf belum kembali?" lanjutnya lagi,
"Sebentar lagi akan pulang sayang" ucap Buk Rusmi. Dan mereka pun melanjutkan membuat kue mereka. Dan setelah selesai mereka berbenar dan segera berangkat ke kediaman sorang teman yang di katakan oleh Martin kepadanya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗