
Episode 62
"Kalian sudah tahu kalau kami juga tidak muda lagi. Kekuatan kami pun sudah habis, dan tidak bisa melakukan banyak hal lagi. Kami hanya ingin meminang cucu sebelum akhirnya kami akan menutup usia. Apa salahnya dengan itu? Tidak banyak yang ingin kami minta dari kalian para anak kami." Ucap Martin menimpali perkataan Wijaya.
Semuanya pun sudah menjadi hening, memikirkan perkataan Wijaya dan juga Martkn. Ada betulnya juga. Selama ini para orang tua mereka tidak pernah meminylta lebih dari mereka. Kenapa untuk hari ini mereka harus menolaknya juga?
"Tapi ayah, kami juga berhak untuk menentukan pilihan hidup kami kedepannya. Tidak begini caranya Ayah." Ucap Dipta yang masih tidak terima dengan usul ayahnya.
"Sayang, tolong mengertilah. Bunda juga setuju dengan Ayah mu. Tiap hari, bunda hanya sendirian di rumah, dan tidak ada teman untuk bermain dan bertukar pikiran. Bunda juga menginginkan cucu nak." Ujar Bunda Mary yang mengertinapa maksud suaminya. Dia memegang tangan Dipta, mengusapnya dengan sayang, sembari memberi pengertian kepadanya.
"Baiklah jika memang kau tidak menyetujuinya. Biarlah perjodohan kalian di batalkan saja. Terserah pada mu saja, ayah tidak akan mau ikut campur lagi dengan kehidupan mu" ucap Wijaya.
Dipta seketika merasa senang dalam hatinya dia sudah aman sekarang. Bagualah jika perjodohan ini di batalkan dan dia tidak akan di bebani dengan pernikahan lagi. Dia akan memikirkan pernikahan nanti jika dia sudah siap untuk hal tersebut. Begitu juga dengan Alle merasa tenang dengan keputusan itu. Justin dan Pricilya juga turut bahagia dalam hati mereka.
"Maka dari itu,Justin bersedia kah kau meminang Alle untuk menjadi Istri mu kedepannya? Jika Dipta tidak mau. Maka kau yang tertua disini, bagaimana?" Lanjut Wijaya mengalihkannya kepad Justin.
Justin yang merasa lega dengan keputusan bahwa Dipta tidak jadi di jodohkan sudah merasa tenang. Dan ini apa lagi yang akan di rencanakan ayah? Kenapa harus untuk dirinya? Jika Dipta tidak mau di jodohkan maka dirinya juga tidak akan mau dijodohkan seperti ini. Alle juga tidak kalah terkejutnya dengan kwputusan pak Wijaya tersebut.
"Apa maksudnya ayah? Kenapa jadi Justin?" Tanya Justin yang tidak kalah terkejut dibuat Wijaya. Kenyataan yang tidak seperti yang dia pikirkan tadi.
"Kenapa tidak? Kau jugasudah tidak muda lagi kam?" Ucap Wijaya meyakinkan bahwa Justin juga sudah saatnya untuk menikah karena usianya lebih tua dari pada Dipta.
__ADS_1
"Tidak ayah. Justin sudah punya pilihan sendiri untuk masa depan Justin" ujar Justin menolak mentah tawaran Ayahnya. Sebenarnya dia juga tidak mempunyai calon istri. Bahwa teman dekat wanita pun tidak punya. Selain Lela sekretarisnya.
"Tidak ada bantahan Justin" ucap Wijaya yang menekankan nada bicaranya.
Dipta yang mendengar percakapan Ayahnya bahwa Justin adalah sebagai gantinya untuk pernikahan ini tidak bisa menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya. Dia masih memutar otaknya dengan keputusan ayahnya tersebut.
Justin pun hanya terdiam tidak dapat melawan ayah wijaya yang sudah membulatkan keputusan bahwa dia yang akan menggantikan Dipta untuk menikah. Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan saat ini. Di sisi lain dia harus berterimakasih kepada keluarga wijaya karena sudah mengurusnya beberapa tahun belakang ini dan sudah mencurahkan kasih sayang mereka kepadanya. Bahkan dia juga menerima bahwa dirinya sudah menjadi bagian keluarga wijaya.
Tetapi bagaimana bisa dia harus terpaksa menikah seperti ini. Dan dia di jodohkan pada wanita yang sama sekali dia tidak mengenal wanita tersebut. Dalam hati kecilnya dia harus membalas kebaikan dari keluarga wijaya.
####
Alle sudah merasa tidak tertahankan lagi emosi yang menggebu dalam hatinya. Bagaimana mereka bisa mengoper pernikahan ini begitu saja? Apa yang sedang di rencanakan oleh orangtuanya saat ini?
"Tenanglah sayang" ucap Martin memengang tangan Alle dengan erat untuk menenagkan putrinya.
"Bagaimana aku bisa tenang ayah? Aku bukan barang yang bisa di oper seperti itu. Ayah tidak sayang dengan Alle" ucap Alle kesal dengan Ayahnya.
"Tunggu sebentar lagi sayang. Ini bukan seperti yang kau pikirkan. Nanti kamu akan tahu" ucap Martin kepadanya. Alle tidak memperdulikan perkataan ayahnya.
"Tapi ayah..." ucapan Alle segera di potong oleh Martin,
__ADS_1
"Hanya sekali ini saja Alle." ucap Martin penuh penekanan. Dia juga tahu mana yang terbaik untuk anaknya dan mana yang tidak baik. Martin dan juga Wijaya sudah mengatur semuanya dengan sangat detail.
Dia mengalaihkan pandangannya kepada bu Rusmi dan juga pak Yusuf meminta bantuan kepada mereka. Berharap mereka bisa membantu untuk menyelesaikan permasalahan ini. Dia tidak ingin seperti ini. Tetapi yang di minta pertolongan hanya menatap pasrah kepada Alle, meraka menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Alle dan juga ayahnya.
####
Setelah sibuk dengan pikirannya, akhirnya Justin pun memutuskan bahwa dirinya akan menerima tawaran dari Ayah Wijaya. Bagaimana pun juga dia hanyalah anak angkat di rumah tersebut. Dan dirinya sudah menerima banyak dukungan dan kasih sayang dari mereka. Bahkan kedua orangtuanya sebelunya juga menerima kebaikan keluarga wijaya yang sekarang ini juga berada pada dirinya.
"Baiklah apa salahnya jika aku membalas budi pada mereka. Toh juga selama ini, aku hanya menerima dari mereka tidak pernah memberikan balasan pada keluarga ini. Ini akan menjadi keputusan ku" ucap Dipta dalam hatinya.
"Jika kami tidak ada ke cocokan antara lain. Maka pernikahan ini akan di akhiri nantinya. Sekarang yang paling penting adalah mengikuti keinginan ayah" lanjutnya dalam hati. Bukan tanpa Alasan dia melakukan hal tersebut.
Dia pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya dengan kasar. Dia sudah pada keputusan akhirnya. Dia akan menerimanya bagaimana pun nantinya, dia sudah siap untuk menjalani semuanya. Ini adalah bukti kebaikan ya g dia berikan pada keluarga Wijaya.
Justin tidak akan membuat kesalahan yang mungkin dia akan menyesalinya seumur hidup. Jika dia menerima Perjodohan ini, maka dia akan membalas budi kepada keluarga Wijaya. Toh juga, bila nanti tidak ada rasa cinta di antara mereka, maka mereka bisa mengakhirinya.
"Jika itu memang ke inginan ayah, dan akan membuat ayah bahagia. Justin tidak bisa menolaknya. Jadi Justin akan me....." ucap Justin terpotong.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
__ADS_1
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗