CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 54


__ADS_3

Episode 54


Akhir Dipta dan juga Justin telah tiba di kediaman keluarga Wijaya. Justin pun memasukkan mobil ke dalam garasi mobil dan mereka pun memasuki rumah keluar Wijaya. Disana mereka di tunggu oleh ayah, bunda dan juga adiknya di ruang keluarga. Dipta dan juga Justin pun menghampiri mereka di ruang tamu.


"Kalian terlihat sangat lelah sepertinya" ucap bunda Mary kepada kedua anaknya,


"Sepertinya hanya aku saja bunda yang merasakannya" jawab Justin yang sudah mendudukkan tubuhnya di samping bundanya.


"Minggir lah jangan disini" ucap Dipta yang menggeser tubuh Justin dari samping bunda Mary,


"Kau bisa di sana, kenapa harus disini?" Justin menunjukkan seberang bunda Mary,


"Bunda aku lelah sekali" ucap Justin yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Mary, sepertinya dia memang benar lelah hari ini, setelah menghadiri rapat dan juga berbagai berkas pekerjaan yang menguras tenaganya.


"Kenapa seperti itu? Bukankah kau suka bekerja?" Tanya bunda Mary memastika Justin yang tidak pernah mengeluh seperti sekarang ini.


"Aku menghadiri beberapa rapat hari ini, dan menghandelnya sendirian," ucap Justin. Mary mengalihkan padangannya pada Dipta, bukankah mereka setuju akan mengurus perusahaan bersama?,


"A.. Ak..aku? Kau tahu bunda aku juga sibuk" jawab Dipta yang mengerti dengan tatapan Bundanya tersebut.


"Kau sibuk apa? Bukankah kau hanya memegang satu cabang saja?" Kesal Justin yang tidak mengerti, dimana sibuknya Dipta, sementara dia hanya meminta mengurus satu cabang perusahaan saja,


"Itu juga sangat melelahkan" ucap Dipta yang mengeluh, berpura- pura.


"Bagaimana kalau kita bertukar saja?" Justin sungguh tidak akan sanggup jika harus bekerja sendiri, seperti itu inginnya, padahal waktu lalu dia sangat tangguh.


"Bunda sebaiknya mereka di masukkan ke taman kanak- kanak lagi" ucap Pricilya yang melihat kelakuan kedua kakaknya yang seperti anak kecil saja.


"Sepertinya harus" ucap Ayah Wijaya


"Kita akan membahas itu nanti, sebaiknya kalian berberes terlebih dahulu, ucap Wijaya,


"Sudah,, sudah,, kalian mandi dulu, kita akan makan malam," ucap bunda Mary dan itu segera di iyakan, oleh kedua pria itu.


####


Setelah melalukan pemotretan yang melelahkan, kemudian Alle langsung pulang ke rumah, dia tidak datang ke tokoh Juny untuk membantunya, karena melakukan pemotretan sangat melelahkan untuknya. Dia pun melajukan mobilnya di jalanan dengan kecepatan sedang. Setelah menghabiskan waktu 30 menit dia pun telah tiba di kediaman Martin.


Dia segera mengambil langkah memasuki rumah dan langsung berberekan diri untuk mandi, kemudian dia merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya untuk beristirahat sebentar, dia memejamkan matanya, dan kemudian pergi ke alam mimpinya.

__ADS_1


Di ruangan keluarga, pak Martin dan juga pak Yusuf baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan kembali ke rumah, mereka terlihat duduk di kursi ruangan keluarga tersebut. Bu Rusmi pun datang membawakan minuman kepada mereka dan meletakkannya di atas meja itu.


"Apa ada kendala perusahaan akhir- akhir ini?" Tanya pak Martin yang sudah menyerup kopi yang di sediakan oleh bu Rusmi,


"Sepertinya masih dalam ke adaan stabil sampai saat ini, kita banyak kedatangan proyek baru, sehingga harus bekerja ekstra" jawab Yusuf,


"Jika kau mau, aku akan meminta Alle untuk bekerja bersama mu" ucap Martin,


"Sepertinya dia tidak akan mau, karena dia kelihatannya menikmati pekerjaannya saat ini" ucap Yusuf menanggapi saran Martin,


"Kau akan kewalahan menanganinya, sementara aku masih banyak yang perlu di urus" Martin yang tidak bisa berbuat banyak untuk membantu menjalankan perusahaannya sendiri, dia hanya akan menghadiri rapat yang bila dia di perlukan, selebihnya akan di tangani oleh Yusuf.


Bu Rusmi menyimak lerbincangan mereka, dimana kedua pria tua itu sudah mengeluh untuk mengurus perusahaan saat ini, bukan karna masalah perusahaan yang matal tetapi kemampuan mereka di masa tuanya yang sudah menurun, sehingga sedikit kewalahan untuk mengurusnya, apalagi sekarang ini perusahaan semakin melonjak. Timbul ide di pikiran bu Rjsmi untuk dapat membantu mereka.


"Bagaimana dengan rencana sebelumnya, Jika Alle akan di jodohkan dan itu dia akan bisa membantu mengurus perusahaan nanti," usul bu Rusmi,


"Apakah dia mau?" ragu pak Yusuf dengan ide tersebut, dari pengalaman sebelumnya Alle menolak untuk di jodohkan,


"Kita akan berbicara dengannya nanti" ucap Martin juga masih mempertimbangkan solusi tersebut.


####


Setelah itu, mereka kembali ke ruangan keluarga untuk berbincang seputar kehidupan mereka masing- masing. Di atas meja sudah tersedia minuman mereka masing- masing dan juga cemilan yang di sediakan oleh bunda Mary.


"Bagaimana kondisi perusahaan saat ini?" tanya Wijaya serius kepada kedua anaknya.


"Sangat stabil yah" ucap Justin mendahului, karena dia cukup tau dengan kondisi tersebut, dimana dia yang mengurus perusahaan selama ini.


"Perusahaan akan di bagi menjadi dua bagian, dalam bidang bisnis management akan di tangani oleh Justin, dan bidang design intertaimant akan di tangani oleh Dipta. Perusahaan besar akan menjadi dua bagian, HW dan HJ, jika kalian ingin memilih silahkan" ucap Wijaya, yang memberikan pilihan, dimana anaknya selalu berdebat, siapa yang tidak berpartisipasi dalam mengurus tugas mereka.


"Kenapa seperti itu yah?" tanya Dipta yang merasa bebannya akan semakin bertambah lagi dari sebelumnya.


"Itu akan sangat adil bagi kalian, mengurus perusahaan masing- masing" jawab Wijaya tanpa ingin bantahan disana.


"Bagaimana dengan Pricilya yah?" Dipta masih tidak setuju dengan hal itu,


"Dia adalah perempuan, kelak akan menjadi istri, selama dia belum menikah, dia tanggung jawab ayah. Kalian adalah laki- laki, kalian harus bisa membangun hidup kalian" ucap Wijaya menjelaskan.


"Aku akan setuju ayah, aku akan memilih setelah Dipta" jawab Justin dengan penuh kemenangan, dia dan juga Pricilya sedang memakan cemilan di tangannya, mereka sangat setuju atas ide tersebut, sehingga mereka mengacungkan jempol kepada ayahnya, dan tersenyum licik memandang Dipta.

__ADS_1


"Kenapa sepertinya hanya aku yang tidak mengerti disini?" ucapnya curiga,


"Apa bunda juga mendukung ayah?" lanjutnya lagi bertanya pada Mary


"Bunda pikir itu juga tidak terlalu buruk nak, jadi bunda setuju" bunda Mary tidak ingin berada di pihak mana pun di antara mereka.


"Aku tidak akan memilih" ucap Dipta pada akhir keputusannya.


"Kau akan mengurus perusahaan HJ" ucap pak Wijaya dengan tegas


"Kenapa seperti itu yah? Aku tidak ingin memilih" ucap Dipta yang merasa di pojokkan disini, sementara yang lainnya merasa itu pilihan yang tepat, Dipta harus lebih dewasa lagi.


"Dan Ayah sedang merundingkan perjodohan mu, mengingat umur mu yang sudah tua, kau sebaiknya menikah juga" ucap Wijaya, memikirkan nasip anaknya.


"Apa- apaan ini? Kenapa mengurusi pernikahan juga? Ini masalah perusahaan bukan pernikahan!!" Dipta terlihat kesal dan juga geram kepada Ayahnya yang memutuskan sepihak pilihan untuk dirinya.


"Jangan membantah, jadilah dewasa" nada bicara wijaya sedikit naik karena merasa Dipta tidak memikirkan hidupnya dan terus saja melawan kepadanya.


Dipta seperti di ambang kematian hari ini, dia harus di paksa mengurus perusahaan besar dan dia juga di paksa untuk menikah, sebenar belum di paksa, hanya saja beban Justin di limpahkan sebagian untuk dia urus.


Apa yang harus dia lakukan, perkataan ayahnya tidak bisa dia bantah untuh saat ini, dia sungguh tidak habis pikir dengan apa yang di rencanakan orangtuanya.


"Bunda aku tidak ingin menikah" ucap Dipta meminta bantuan kepada buda Mary, berharap bundanya itu dapat mengerti keadaan sekarang,


"Ayah hanya merencanakannya, kita akan melakukan pertemuan terlebih dahulu, untuk pengenalan kalian" ucap Wijaya menjelaskan.


"Sudah saatnya kamu juga memikirkan masa depan mu sayang" bunda Mary berusah menenangkan anaknya,


"Tapi tetap saja, aku tidak akan setuju dengan perjodohan itu, aku akan mencarinya sendiri" jawabnya tidak setuju dengan mereka,


"Aku akan menerima perusahaan itu tetapi tidak dengan perjodohan" ucap Dipta tegas kemudian berlalu dari sana pergi ke kamarnya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2