
Episode 24
Setelah makan siang Alle pun kembali ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda karena akan makan siang. Sesampainya Alle di ruangan itu, dia melihat bos gila itu sedang sibuk memperhatikan komputer di depan nya. Alle pun langsung memasuki ruangan kerja miliknya.
Beberapa menit kemudian bos gila memanggil nya dari luar. Dan itu membuat Alle kesal, karena suara nya yang sangat keras sampai memecahkan gendang telinga Alle. (Sungguh berlebihan)
"Alle!!! Kemari lah" teriak Dipta sengaja menambah volume suaranya sekeras mungkin. Supaya Alle terkejut, karna yang dia lihat , Alle sangat fokus dengan pekerjaan nya. Dipta tidak merasa menyesal telah memilih Alle sebagai sekretarisnya.
"Astagah dari mana dia mendapatkan suara sebesar itu" rutuk Alle memicingkan pandangan nya kepada bos gila nya itu.
"Iya pak sebentar" lanjutnya dan kemudian menuju sumber suara.
"Apa kamu tidak bisa mendengarkan jika saya memanggil mu? Sudah ratusan kali saya memanggil tetapi kau tidak mendengarnya" Dipta sudah mulai mencari masalah. Sepertinya dia sangat senang jika Alle mendapatkan masalah dari nya.
"Sepertinya bapak hanya memanggil saya sekali saja" jawab Alle.
"Sepertinya suara bapak ganda, dibantu oleh orang lain" lanjutnya.
"Apa maksud mu?" Dipta tidak mengerti maksud dari perkataan Alle,
"Sepertinya ada yang membentu bapak berteriak tadi, sehingga sangat keras. Sampai gedang telinga saya hampir saja pecah" jelas Alle.
Dipta celingukan ke kanan dan ke kiri memperhatikan sekitarnya, sepertinya Dipta mengerti apa yang di maksud oleh Alle saat ini.
"Jangan bercanda itu tidak lucu" ucap Dipta menyadari hanya ada mereka berdua disana.
"Saya tidak bercanda pak, sepertinya di belakan kursi bapak" Alle sudah menahan tawa di bibirnya, melihat ekspresi bos gila itu.
Dipta mengalihkan pandangan ke arah yang di maksud oleh Alle, dia tidak menemukan apa pun selain rak buku disana. Dia kembali melihat Alle memastikan bahwa itu tidak benar. Tetapi Alle menganggukkan kepalanya menandakan bahwa itu benar. Hati Alle tertawa bahagia yang mengerjai atasannya itu.
"Saya sudah bilang, hanya ada kita berdua disini tidak ada orang lain" ucap Dipta yang mulai ketakutan. Dia berdiri dari kursinya, bermaksud akan memeriksa kembali.
"Pak sepertinya dia mengikuti anda" jawab Alle dan membuat wajahnya seperti orang yang ketakutan. Seperdetik kemudian Dipta sudah berlari kebelakang Alle, dan memeluk nya. Dipta sepertinya ketakutan
Hening
__ADS_1
Tidak ada suara diantara mereka. Hanya memastikan apa yang sedang terjadi saat ini. Alle sangat terkejut bagaimana dia bisa di peluk lelaki menyebalkan itu, dan apa ini? Apa yang terjadi? Kenapa jantung ku berlari- lari? Pikiran Alle berkecambuk. Sedang apa mereka saat ini? Berpelukan?
Kemudian Alle tersadar akan perlakuan Dipta, astagah kenapa dia tidak bisa mengendalikan diri? Kenapa harus memeluk ku? Apa dia percaya dan takut? Sunggu seperti anak kecil saja. Alle merasa kesal.
Alle kemudian mencoba melepaskan pelukan Dipta dari tubuhnya tetapi sepertinya orang yang memeluknya benar- benar takut.
"Lepaskan saya pak, disini tidak ada apa- apa" jawab Alle mencoba melepaskan tangan Dipta yang melingkar di pinggang nya.
"Tidak!!! Kau bilang tadi ada di belakang ku" jawab Dipta yang semakin mengeratkan pelukan nya.
"Tidak ada apa- apa pak, saya hanya bercanda" jawab Alle masih meronta ingin melepaskan pelukan itu.
"Tidak. Kau pasti berbohong lagi" jawab Dipta.
Alle merasakan getaran tubuh yang mengenai tubuh nya. Sepertinya getaran itu besaral dari tubuh yang sedang memeluknya. Kemudian tanpa melepas tangan Dipta, Alle membalikkan tubuh nya melihat orang yang berada di belakang nya.
####
Siang ini Justin mempunyai jadwal pertemuan nya dengan klien di luar kantor. Dia berangkat bersama Lela sekretaris kerja nya. Mereka pun sudah sampai di salah satu restoran yang lumayan jauh dari tempat kantornya berada.
"Maafkan saya, terlambat membuat anda menunggu" lanjutnya lagi
"Tidak apa- apa pak Justin, saya baru saja sampai di sini" jawan wanita yang bernama Nilam yang menjadi klien nya.
"Apa kita bisa langsung ke intinya buk?" Tanya Jistin yang tidak ingin membuang waktu terlalu lama.
"Tidak perlu buru- buru pak, bapak bisa memesan makanan atau minuman terlebih dahulu" jawab Nilam sembari melemparkan senyuman menggoda nya.
Lela yang berada di antara mereka merasa risih dengan perlakuan wanita itu.
"Sebaiknya kita lansung membahas pekerjaan saja buk" tolak Justin yang merasa risih juga dengan pandangan Nilam klien nya itu.
"Bisa kita mulai buk? Saya akan menjelaskan bagaimana proyek yang kita sepakati akan di jalankan" jawab Lela yang merasa jengah dengan wanita itu.
Akhirnya Nilam pun mengikuti permintaan kliennya. Mereka membahas setiap rincian propsal kerja sama yang mereka akan laksanakan. Setelah menghabiskan waktu kurang lebih satu jam, mereka pun mengakhiri pertemuan itu, karena diraza sudah cukup untuk pembahasan saat ini.
__ADS_1
"Baik lah buk Nilam, sekretaris saya akan menghubungi anda tentang kelanjutan proyek ini. Kami akan pulang setelah ini karna masih ada jadwal meeting" Justin kemudian mengakhiri pembahasan mereka.
"Kenapa begitu terburu- buru pak, kita masih bisa menghabiskan waktu bersama" goda Nilam. Lela yang tidak tahan dengan perlakuan itu pun segera mengakhiri dan berlalu dari sana.
"Maaf buk Nilam kami tidak mempunyai waktu luang karena akan mengadakan rapat setelah ini" Lela dan Justin pun berlalu dari sana.
####
Di sisi lain dua orang paru baya sedang melakukan reuni pertemanan mereka di sebuat restoran keluarga X. Mereka bercerita tentang masa muda mereka, dimana mereka menghabiskan waktu bersama waktu kecil dulu.
"Saat sekolah menegah pertama dulu, kita setelah pulang sekolah akan bekerja bersama, saling membantu dan kadang kita berdebat hal yang tidak penting" ucap seorang laki- laki kepada teman yang berada di depannya.
"Kau akan memaksa ku tidak melakukan pekerjaan itu, karena takut orangtua ku akan memarahi mu" jawab teman yang satu nya lagi.
"Itu karena orangtua mu tidak ingin putra satu- satu nya terbakar matahari. Tidak seperti ku yang harus banting tulang" jawab laki- laki di seberang nya.
"Tapi mereka sama sekali tidak melarang ku untuk berteman dengan mu" jawabnya
"Tapi tidak dengan bekerja siang sampai sore bersama ku" jawab yang satu lagi.
"Jika aku tidak ikut bersama mu bekerja siang dan sore, aku tidak akan bisa mendirikan perusahaan Group HJ seperti sekarang ini" jawabnya merasa bangga telah berteman dengan lelaki di depannya. Yang tak lain pemiliknya adalah Sam Wijaya.
"Ya karna kau telah mengajari ku juga sehingga perusahaan yang aku miliki bisa seperti saat ini" jawab lelaki di hadapan nya.
Mereka saling bernostalgia mengingat masa muda mereka yang membuat mereka bisa seperti sekarang ini. Mereka melepaskan rindu di masa tua. Karena kesibukan mereka mengurus perusahaan, sehingga mereka melupakan kebersamaan yang mereka bangun sejak kecil
Tetapi saat mereka sudah tua dan pekerjaan sudah di bantu oleh anak dan orang kepercayaan mereka. Saat ini pun mereka sudah mempunyai waktu luang untuk bertemu walaupun hanya sebentar saja. Tetapi itu dapat meluapkan semua kerinduan mereka.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😍😍🤗
__ADS_1