CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 49


__ADS_3

Episode 49


Dipta mengikuti Alle memasuki rumah kediaman Martin. Dia sebenarnya belum makan siang, karena langsung bergegas datang untuk melihat Alle. Untuk pertama kalinya dia makan di rumah orang lain saat ini. Biasanya dia akan makan di rumahnya jika tidak di kafe. Makan siang tersebut sangatlah nyaman, dimana Allez Bu Rusmi dan juga Dipta, mereka bertiga berada di meja makan yang sama. Disana mereka menghabiskan waktu makan siangnya sambil bercerita sedikit tentang pengalamannya. Entah sudah sampai dimana pembicaraan mereka dan akhirnya bu Rusmi menanyakan sesuatu yang begitu sensitif bagi kedua manusia yang ada di hadapannya itu.


"Siapa nama anda pak?" Ucap bu Rusmi dengan begitu sopan, karena mengetahui lelaki yang di hadapannya adalah atasan Alle, walaupun masih muda tetapi dia harus sopan untuk menyapanya.


"Panggil saja Dipta buk, tidak usah dengan embel- embel, saya tidak begitu pantas untuk itu" jawab Dipta menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat. Dia sadar kalau usianya jauh lebih muda dari buk Rusmi.


"Baiklah, bagaimana makanannya?" Tanya bu Rusmi yang melihat Dipta memakan makan siangnya cukup banyak,


"Ini sangat enak, tetapi saya tidak bisa makan banyak, karena saya sudah kenyang buk," ucap Dipta dengan sopan. Padahal dia sudah menghabiskan tiga piring makanan di meja tersebut.


"Mahluk mana yang menghabiskan makanan sebanyak itu, jika bukan kau" timpal Alle yang begitu geram dengan ucapan Dipta,


"Bagaimana bisa kau mengatakan tidak memakan banyak?" Lanjutnya lagi menatap Dipta dengan tajam.


"Aku hanya memakannya sedikit saja" ucap Dipta sengan menunjukkan tiga piring yang sudah kosong.


"Kau mengatakan itu hanya sedikit? Kau seperti sapi yang tidak makan tiga hari, menghabiskan itu" ucap Alle kesal dengan ucapan Dipta.


"Sudah sudah, jika masih kurang kamu masih bisa memakan ini" ucap buk Rusmi yang masih menyodorkan makanan kepada Dipta. Sebenarnya Dipta akan menerimanya lagi untuk dimakan, tetapi sebelum itu terjadi Alle sudah lebih dulu mencegahnya.


"Kau sudah memakan banyak, jika kau masih memakannya kau bisa muntah" ucap Alle yang langsung menjauhkan makanan itu dari hadapan Dipta.


"Jangan di kasih lagi buk, bisa- bisa perutnya pecah karena makan terlalu banyak" lanjut Alle.


"Kenapa kau menjauhkannya, aku bahkan masih bisa memakannya" ucap Dipta menatap tajam Alle. Dan Alle hanya diam dan tidak kalah untuk menatap tajam Dipta juga.


"Kalian terlihat seperti sepasang kekasih jika berdebat seperti itu" ucap bu Rusmi dengan senyum yang melengkung sempurna, diamerasa senang jika mereka memang sepasang kekasih.

__ADS_1


"Oh tunggu. Apa kalian memang sepasang kekasih?" Tanya bu Rusmi meyakinkan kembali.


"Tidak!!" Ucal Alle dan juga Dipta secara bersamaan.


"Sepertinya memang benar kalian sepasang kekasih, kalian menjawabnya dengan bersamaan" lanjut buk Rusmi. Bu Rusmi sudah merapikan meja makan sementara keduanya saling memalingkan wajah mereka satu sama lain.


####


Di tokoh Andita juny sore ini sudah berada disana. Dia menyelesaikan tugas pekerjaan kantornya dengan cepat, sehingga dia bisa pulang bekerja lebih cepat hari ini,. Dimana dia menyelesaikan pekerjaannya dan juga Alle dan di bantu oleh beberapa karyawan lainnya. Berhubung Dipta atau direktur umum mereka tidak disini jadi mereka pukang satu jam lebih cepat dari sebelumnya. Dengan kepastian bahwa sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Juny pun kembali ke tokoh kuenya. Dia menyapa teman yang membantunya di tokoh kue tersebut. Seperti biasa jika Juny sudah berada di tokoh makan kedua karyawan disana itu akan beristirahat sampai malam nanti mereka akan menggantikan Juny lagi.


"Selamat sore" sapa Juny pada salah satu karyawannya yang sedang berjaga di meja kasir.


"Sudah pulang bekerja kak? Kenapa cepat sekali" jawab karyawan yang bernama Tia tersebut.


"Karna memang sudah selesai bekerja Tia, makanya cepat. Ada baiknya kalian beristirahat dulu, aku yang akan disini" ucap Juny. Dia sudah mengambil aprronnya untuk di kenakan.


"Tidak apa- apa, kalian mendapatkan bonu istirahat hari ini, jadi bersenang- senanglah, nanti malam kalian juga akan kembali menjaganya" ucap Juny. Mereka pun meng- iyakannya.


"Baiklah kak, kami pergi dulu" ucap mereka berdua, dan mereka pun pergi untuk beristirahat sebelum akhirnya malam akan kembali bekerja.


"Terimakasih banyak kak," ucap Tia.


"Baiklah beristirahat dan bersenang- senanglah" ucap Juny.


####


Saat ini sudah terlihat matahari akan terbenam menandakan bahwa dirinya akan terbenam sebentar lagi, para pekerja juga sudah terlihat sibuk untuk berberes dan akan menyelesaikan pekerjaannya. Mobil berlalu- lalang di jalanan membuat jalanan tersebut menjadi sangat padat dan mengakibatkan kemacetan yang lumayan padat.

__ADS_1


Itulah yang membuat dua manusia di dalam mobil yang sedang di jalanan itu menjadi sangat lambat untuk melewati jalanan. Bagi sebagian orang akan merasa bosan untuk menunggu kemacetan di kota Amertha tersebut. Tetapi untuk kedua manusia yang di dalam mobil tersebut tidak. Mereka menikmati setiad detik waktu kebersamaan mereka.


Sampai akhirnya mereka pun berhasil melewati sedikit demi sedikit kemacetan itu, mereka dapat menghindari kemacetan kota tersebut. Sekarang mereka sudah sampai di sebuah tokoh mini market, dimana mereka pernah bertemu sebelumnya.


"Hans kita sudah sampai, ayo turun" ucap Justin kepada Hans yang berada di sampingnya yang masih asik dengan mainan di tangannya. Hans tidak terlihat lelah walaupun dia sudah menghabiskan waktu lama untuk bermain di luar.


"Baik paman" jawab Hans dan mengikuti Justin keluar dari mobil, Justin merogoh beberapa paper bag dari kursi belakang mobilnya. Sepertinya itu adalah oleh- oleh.


mereka pun memasuku tokoh tersebut dan untungnya mereka menemukan pak Budi disana, sehingga Justin merasa lega tidak harus menunggu lama lagi,


"kakek kami datang" ucap Hans yang membuka pintu tokoh dan segera masuk bersama Justin.


"apa kau bersenang- senang hari ini Hans" ucap pak Budi yang berada di kasir dan segera menghampiri Hans.


"iya kek, permainan disana sangat enak, nanti kita akan bersama- sama ke sana" ajak Hans.


"baiklah jita mami menyetujuinya" jawab singakat pak Budi.


"Hans paman harus kembali ke kantor lagi, jadi kamu harus baik- baik yah" ucap Justin dan menyerahkan papaer bag tersebut pada Hans.


"iya paman, terimakasih" jawab Hans.


Sebelum berlalu dari sana, Justin mencium puncak kepala Hans dan kemudia mengacak- acak rambutnya. Dan Justin pun berlalu dan kembali ke kantor


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍

__ADS_1


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗


__ADS_2