CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 37


__ADS_3

Episode 37


Sudah hal yang biasa buat Alle jika harus berdebat terlebih dahulu dengan Dipta jika Alle mempunyai urusah di luar ruangan yang mengakibatkan dia harus meninggalkan Dipta sendirian di ruangan itu. Seperti hari ini juga kejadian itu berulang lagi.


Langkah ke empat harus terhenti kembali karena teriakan dari Dipta, sehingga Alle membalikan tubuhnya, mengarah Dipta dan mereka pun beradu tatap. Ingin rasanya Alle mencolok mata itu, tapi apa daya, dia hanyalah bawahan.


"Kenapa lagi pak Harry Pradipta Wijaya?" Alle menekankan nama atasannya itu, jika orang lain berada disana akan merasa kesal dan emosi.


"Cepatlah kembali" ucap Dipta yang telah menyetel wajahnya seperti anak kecil meminta mainan kepada orangtuanya. Huh


"Hanya itu?" Alle mengerutkan keningnya sehingga alisnya bertautan, sungguh di luar dugaannya.


"Ya, jika bisa jangan pergi dari ruangan ini" ucap Dipta memelas, supaya dia tidak sendirian,


Alle hanya bisa menghela napas kasar dan mengeluarkannya. Dia kemudian melanjutkan tujuan awalnya, untuk mengantarkan berkas ke ruangan divisi perhiasan.


####


Sudah cukup lama Dipta menunggu Alle di ruangannya, dia sudah terlihat gelisah, bagaimana tidak? Dia sudah berpesan supaya Alle tidak berlama- lama di luar ruangan itu, dan sekarang apa yang terjadi? Sudah hampir satu jam dia belum juga kembali.


Dipta pun keluar dari ruangannya, bermaksud untuk melihat Alle ke ruangan divisi perhiasan. Sebelum melanjutkan perjalanannya menuju lift yang akan membawa dia ke lantai divisi perhiasan, Dipta terlebih dahulu mengedarkan pandangannya pada karyawan disana, ingin memastikan apakah Alle berada disana. Tetapi hasilnya nihil.


Kemudian dia melanjutkan pencariannya. Akhirnya dia pun telah tiba di ruangan yang dia tuju, semua orang disana memberikan hormat kepada Dipta. Semua sibuk bertanya- tanya, ada apa gerangan yang membawa atasannya mereka tersebut mendatangi devisi ini?


Dipta melihat Alle sedang duduk di meja rapat di ruangan itu, sedang berkutat dengan selembar kertas dan juga pensil di tangannya. Alle terlihat sangat fokus memperhatikan kertas tersebut, sesekali dia memberhentikan gerakan tangannya di atas kertas tersebut.


Langkah kaki Dipta berjalan berlahan mendeka Alle yang sedang fokus disana. Maksud hati ingin menyemprotnya dengan berbagai kata- kata, karena kesalahannya, tetapi tidak terjadi.


Dipta terpesona melihat Alle yang fokus dengan kertas dan pensil tersebut. Dia memperhatikan dengan lekat semua bagian pada wanita itu. Saat ini Dipta sudah berada di samping Alle duduk dengan manis menikmati pesona yang di tebarkan oleh Alle.


Setelah sekian lama, akhirnya Dipta tersadar. Tiba- tiba dia teringat dengan tujuannya berada di ruangan itu saat ini, bukan lah untuk memperhatikan wanita itu, tetapi untuk menyemprotnya.


"Ya!!! Kenapa kau lama sekali" teriak Dipta mengejutkan Alle, untuk saja suaranya tidak terdengar ke luar ruangan rapat itu.


"Ahk!!! Oh astagah,, sejak kapan kau disini?" Alle mengelus jantungnya yang meledak karena Dipta mengejutkannya.

__ADS_1


"Hei, kau bilang apa tadi? Kau pikir yang atasan disini siapa?" Ucap Dipta meninggikan suaranya.


Sebenarnya bukan maksud Dipta berkata seperti itu, dia hanya senang jika mengerjai Alle, dia akan memberikan pelajaran kepada Alle yang meninggalkannya sendirian.


"Huh, ada apa pak? Anda mengejutkan saya?" Ucap Alle mengatur napasnya, supaya jantungnya bisa tenang, dia sudah melembutkan cara bicaranya supaya maslah tidak di perpanjang.


"Kau mengatakan bahwa akan sebentar saja mengantarkan berkas itu. Tetapi kau lama sekali" ucap Dipta. Dia berusaha mengatur wajahnya sedingin mungkin. Jika ada orang lain melihat dia memelas kepada Alle, akan bagaimana harga dirinya nanti?.


"Saya sedang mengurus masalah kecil disini pak. Ini saya akan kembali ke ruangan setelah menyerahkan ini" ucap Alle menunjukkan selembar kertas di hadapannya.


"Memang apa itu?" Dipta melihat sekilas kertas tersebut, terlihat gambar sepasang anting disana, terlihat sangat simpel dan nyaman jika di lihat.


"Tadi saya memeriksa produk paket perhiasan, dan saya merasa jika rancangan anting yang mereka buat terlalu mencolok, sehingga saya mengubah sedikit model rancangan untuk antingnya" ucap Alle menjelaskan maksud kenapa dia tidak kembali secepatnya.


"Kau yang menggambarnya?" Tanya Dipta penasaran. Ternyata dia sangat berbakat, beruntung dia berada disini" batin Dipta memperhatikan wajah serius Alle


"Ya, menurut anda, ngapain saya disini, jika bukan untuk ini?" Alle merasa heran, sudah jelas- jelas bos gila itu melihatnya menggambar disana, bagaiman dia masih bisa bertanya apakah Alle yang membuat rancangan itu, huh, sunggu tidak masuk akal.


"Heh, sepertinya itu bukan kau yang membuatnya," ucap Dipta berkilah, dipta sudah melihat sendiri Alle yang menggambarnya.


"Tunggu sebentar" Alle pun menyetujuinya supaya tidakberdebat lagi terlalu lama, dia pun segera memberikan kertas itu kepada ketua divisi perhiasan dan kembali lagi ke ruangan untuk mengajak Dipta makan siang.


"Mari pak" ucap Alle yang mempersilahkan Dipta berjalan terlebih dahulu dan dia mengikutinya dari bekalang. Mereka pun menuju lift ke lobby dan mereka makan siang di sebuah kafe dekat dengan perusahaan mereka.


Mereka makan siang bersama, layaknya seperti atasan dan juga bawahan, tidak ada yang berlebihan disana. Alle yang memesan makanan untuk mereka, dan membawanya ke meja dimana Dipta sudah duduk manis menunggu santapan siangnya. Mereka pun menghabiskan santapan itu bersama.


####


Ini adalah visual para pemeran di novel ini. Mudah- mudahan Para readers menyetujuinya. Jika visulanya kurang cocok, kasih komen di kolom komentar, sarankan untuk visual yang cocok menurut kalian.


Kalian juga bisa berhalu sendiri, visual siapa yang cocok untuk peran peran tokoh di novelnya juga. Jangan luoa untuk terus mendukung author yah 🤗



Harry Pradipta Wijaya. Umur 28 tahun, dimana dia sudah mendapatkan gelar profesor managenent. pemilik perusahaan group HW. dengan tinggi 185 cm. Beret badan 68 kg. sifatnya Dingin, Tegas, Berwibawa. Dambaan setiap wanita. Terkecuali Alle, tetapi kita tidak tahu lanjutannya.

__ADS_1





Allessa Martin. Usia 22 tahun. Sudah menyelesaikan studi S2 nya di universitas L*nd*n dengan jurusan Design. Sedang bekerja di group HJ. Tidak memakai embel Martin di namanya karena dia tidak ingin diperlakukan berbeda. Dia ingin menjadi orang biasa. Kalem, cantik, dan juga pintar. tinggi badan 165. berat badan 60 kg. pujaan setiap pria.





Justin Wijaya. anak angkat dari keluarga Wijaya. sahabat sekaligus saudara bagi Dipta. sangat menyayangi Pricilya dan juga bunda Mary. usia 30 tahun. lebih tuan dari Dipta 2 tahun. Tinggi 181. berat badan 60. Menjabat sebagai direktur umum group HW menggantikan Dipta. Ramah, bersikap bodoh amat, ganteng, dan dia sedang menyimpan rasa.





Juny Andita. mempunyai satu anak. ditinggal Pergi oleh suaminya. mempunyai tokoh kue sendiri. tinggi badan 165. berat badan 55. sangat posesif terhadap anaknya.




*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2