
Episode 15
Setelah melakukan kegitan rutin Martin dan juga yang di bantu oleh anak perempuan nya tersebut selesai. Mereka pun memilih untuk pulang langsung ke rumah mereka. Tidak lama kemudian setelah mereka menghabiakan waktu sekitar 1 jam kurang lebih di perjalanan, mereka pun tiba di kediaman mereka.
Setelah keluar dari mobil, Alle dan ayah nya masuk ke dalam rumah dan supir mereka kemudian memasukkan mobil ke dalam garasi dan kemudia menyusul mengikuti mereka masuk ke dalam rumah.
Alle pun terlebih dahulu membersihkan tubuh nya di dalam kamarnya dan setelah selesai dia kemudian bergabung ke ruangan makan untuk makan malam bersama dengan keluarga kecil nya tersebut. Yang terdiri oleh ayah Martin, pak Yusuf, bu Rusmi dan juga dirinya. Mereka pun melaksanakan makan malam nya.
Setelah selesai makan malam, Alle langsung berpamitan untuk masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat. Di dalam kamar Alle terpikir untuk melamar pekerjaan, dia membuka laptop yang terletak di meja belajar nya. Sebenarnya dia masih ingin menikmati hari- hari santai nya di kota ini yang masih belum genap satu bulan.
Dia sempat berfikir bahwa dia akan kembali ke luar negeri dimana dia melakukan studi sebelum nya dan akan bekerja disana. Tetapi belum dia putuskan bagaimana kelanjutannya. Dia pun membuka- buka situs lowongan kerja.
Dia tidak sengaja meng-klis salah satu situs. Situs itu pun terbuka di tampilan laptop nya. Alle memperhatian detail pengumuman di situs lowongan kerja tersebut.
"Group HJ. Di bidang design, sepertinya ini menarik juga" dia mulai melihat- lihat semua detail yang tercantum. "Desigt model baju dan perhiasa, sangat cocok untukku" ucap nya kembali dan melanjutkan penelusurannya.
Setelah hampir tiga puluh menit dia melihat- lihat situ itu, dia pun memutus kan untuk mengirimkan cv nya ke perusahaan baru tersebut. Dia sedikit tertarik dengan perusahaan itu walau pun masih baru di buka. Karena dia sangat tertarik dengan design.
####
"Kaka apa aku bisa mangang di perusahaan baru yang kalian buka itu?" tanya Pricilya pada Dipta. Mereka sedang makan malam saat ini, mereka ber empat di meja makan sedang makan malam.
__ADS_1
Pricilya sudah dalam semerter magang sekarang ini, walau pun dia masih pada usian 20 tahun, tetapi karena kepintaran nya dia dapat melaksanakan studi dengan baik di salah satu universitas negeri kota itu.
"Jangan di perusahaan kaka, orang- orang akan mengira mu masuk karena koneksi, cari lah perusahaan lain" jawab Dipta menyarankan kepada adik nya. Jika adik nya tersebut bekerja di perusahaan mereka. Makan akan banyak orang yang berfikir buruk kepada nya, jadi dia menyarankan perusahaan lain.
"Kita bisa menutup identitas ku kak, aku tertarik dengan perusahaan itu" jawab Pricilya yang masih meminta ijin kepada nya.
"Masih banyak perusahaan yang bergerak di bidang yang sama sayang. Justin akan membantu mu mencari nya nanti oke." Dipta meyakin kan adik nya tersebut dan mengusap ujung kepala Pricilya.
Akhirnya Pricilya pun setuju dengan ide dari Dipta. Setelah banyak bujukan dari ayah dan bunda nya, juga di yakin kan oleh Dipta supaya adiknya menyetujui hal tersebut. Dan usaha mereka tidak sia- sia pada akhirnya pun Pricilya menyetujui.
####
Disisi lain Justin terlihat sedang berbelanja makanan untuk persediaan di apertement nya. Karena persediaan itu sudah terlihat habis tadi pagi, jadi setelah pulang dari kantor dia memutuskan untuk berbelanja. Justin tinggal sendiri di sana. Dia memilih mandiri sendiri, dari pada harus merepotkan keluarga Wijaya yang sudah banyak membantunya.
Saat sedang memilih daging yang akan dia beli, tiba tiba anak kecil menaiki troli yang dia pegang. Dia pun mengalihkan pandangan nya, sembali meletak kan daging itu ke dalam troli. Dia heran kenapa anak kecil itu menaiki troli nya. Apakah dia salah mengenali orang, atau hal lain. Timbul pertanyaan di otak nya.
"Nak, kenapa kamu menaiki troli saya?" tanya Justin kepadanya.
"Tidak apa- apa paman, ayok jalan" ucap anak kecil tersebut. Justin di buat bingung dan masih terdiam di tempat nya.
"Mami ku sudah berada di depan paman, Aku tadi nya ketinggalan karena kecapean berjalan. Ayok paman antarkan aku" anak itu terus memaksa, sementara dia tidak mengenal siapa paman yang dia sebutkan saat ini. Dia berada di atas troli yang Justin pakai saat ini.
__ADS_1
"Nak, kamu tidak boleh berbicara dengan sembarang orang yang tidak kamu kenal, itu sangat bahaya. Apa kamu tidak takut?" Justin mendekat kan tubuh nya ke arah anak yang tidak dia kenal itu.
"Paman tidak kelihatan jahat sepertinya. Jadi aku tidak perlu takut kepada mu paman" jawaban anak itu begitu enteng, dengan senyuman di wajah nya.
"Bagaimana kamu mengetahui kalau saya tidak berbahaya?" tanya Justin meyakin kan?
"Karena paman berbelanja seperti mami, jadi itu bukan orang jahat" jawab si kecil yang ada di hadapan nya dan sembari tertawa.
Justin berusaha mencerna apa yang di katakan anak kecil di hadapan nya itu. Apa artinya? Dia berbelanja hanya untuk keperluan dirinya semata? Bagaimana ada hubungan antara berbelanja dengan orang jahat? Itu lah yang sedang Justin pikirkan saat ini.
"Baik lah tunjuk kan dimana mami mu, aku akan mengantarkan mu. Tetapi jangan berbuat hal seperti ini di lain hari, terutama itu dengan orang yang tidak kamu kenal. Kau mengerti?" ucap justin dan kemudian mendorong troli yang di hadapan nya.
"Baik paman, mami ku di arah situ" anak itu menunjukkan jalan dimana mami nya berada dan sedang berbelanja juga. Justin pun mengikuti petunjuk yang di berikan oleh anak tersebut.
Mereka masih sedikit berkeliling sekita super market untuk menemukan mami dari anak tersebut. Sepertinya juga ibu dari anak itu sedang mencari nya, sehingga mereka tidak menemukan nya dengan cepat. Sudah sekian banyak putaran yang mereka lakukan, tetapi belum juga mereka menemukan. Tiba- tiba mereka berhenti seketika.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah