
Episode 48
Dipta yang merendahkan kepalanya saat memutarnya untuk melihat Alle yang sedang berada di belakangnya. Niatnya ingin menjawa apa pertanyaan yang Alle lontarkan tadi. Tetapi saat dia berbalik,, entah bagaimana itu bisa terjadi.
Kepala mereka terbentur satu sama lain, kening mereka saling bertemu,membuat dua pasang mata itu saling bertatapan. Sungguh sangat dekat hanya menyisahkan beberapa centi meter antara wajah mereka. Hidung mereka yang memang mancung hampir saja bersentuhan. Deg deg Deg deg. Deguban jantung keduanya sangat keras, mungkin mereka saling berpikir bahwa itu akan terdengar oleh satu sama lain.
"Jantung ku, jangan, jangan sekarang beledak? Tahan, tahan." ucap Dipta dalam hati seakan ingin berdamai dengan kondisi jantungnya saat ini yang entah kenapa ingin meloncat- loncat keluar kandangnya.
Tidak berbeda dengan keadaan Alle saat ini.
"Kenapa seperti ini, jantung ku ada apa ini, kenapa begitu cepat berdetaknya?" pikiran Alle juga berkecampuk, rasanya sangat panas dengan kondisi cuaca yang lumayan cerah, sehingga menambah rasa panas pada tubuh mereka.
Alle yang tidak ingin berlama- lama dengan keadaan yang seperti itu, berada sangat dekat dengat Dipta merasa tidak nyaman, sehingga dia tersadar dan segera menjauhkan tubuhnya dari Dipta. Dia kembali ke tempat duduknya sebelumnya, supaya Dipta tidak menyadari degupan jantungnya dan keadaan wajahnya yang sudah memerah seperti tomat.
Dipta juga tersadar menjauh dari Alle, dia berjalan mondar mandir saat ini di depan pondok tersebut. Dia menegapkan tubuhnya berusaha seperti biasanya, walaupun sebenarnya sekarang jantungnya sama halnya denga Alle tidak bisa terkontrol detakannya.
Dipta sesekali menghela napas panjang dan menghembuskannya, mengatur detak jantungnya dan kondisinya yang begitu kacau saat ini." Bagaimana bisa aku tidak menyadari kalau dia di sangat dekat kepada ku?" pikir Dipta dalam hatinya. Kenapa jadi seperti ini".
Kondisi mereka saat ini begitu canggung untuk memulai percakapan terlebih dahulu. Apa yang harus mereka tanyakan atau bicarakan satu sama lain? Ini keadaan yang sangat kacau, siapa yang akan memulai terlebih dahulu.
Alle yang tidak ingin Dipta menyadari keadaannya, dia pun membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Baiklah jika tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, saya kembali kedalam dulu pak" ucap Alle yang sudah berdiri ingin segera masuk ke dalam rumahnya. Dipta tersadar Alle yang akan pergi dari sana, membalikkan tubuhnya. Dia juga akan pergi dari sana.
Tetapi buk Rusmi terlebih dahulu menghampiri mereka, ingin mengajak mereka makan siang, karena sudah saatnya untuk makan siang. Sepertinya bos Alle juga belum makan siang dan akan lebih baik jika Alle mengajaknya untuk makan siang, dan buk Rusmi ingin mengatakannya pada Alle. Sehingga dia menghampiri mereka.
"Alle, apa urusan kalian sudah selesai nak?" sapa buk Rusmi mendekat ke pondok dimana Alle dan juga Dipta berada.
__ADS_1
"Ibu,,,,, sudah buk, tidak ada yang perlu di bahas" jawab Alle juga menghampiri bu Rusmi,
"Ajak lah dia untuk makan siang" ujar buk Rusmi. Dia tersenyum manis kepada Alle dengan penuh arti pada senyuman itu. Alle mengerutkan dahinya meminta penjelasan dari arti senyuman itu.
"Ibu melihatnya" jawab buk Rusmi dan langsung pergi dari sana dan memasuki rumah.
Bu Rusmi melihat ke canggungan di antara mereka saat keduanya berbenturan tadinya. Yang bu Rusmi tangkap adalah, sepertinya ada sesuatu diantara kedua manusia itu. Bu Rusmi menyimpulkannya begitu saja tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.
"Apa kau sudah makan?" tanya Alle dengan cara bicara yang santai kepada Dipta tidak memakai embel- embel pak lagi,
"Hm, nanti aku akan makan di kantor" ucap Dipta menggarut kepalanya yang tidak gatal.
"Seperti aku tidak tahu kau saja" guman Alle, sangat samar di dengar oleh Dipta.
"Masuklah kau makan di sini saja" ajak Alle dan langsung berlalu ke dalam rumah tanpa mendengar jawaban dari Dipta tersebih dahulu, dan Dipta pun mengikutinya. Siapa yang akan menolak jika Alle yang mengajaknya. Dia bahkan tidak akan benari makan di kantor sendirian.
"Aku tidak akan melakukannya. Aku akan makan di kantor" ucap Dipta sombong dan berkilih. Sebenarnya semua yang di katakan Alle memang benar.
"Jadi kenapa kau mengikutiku?" jawab Alle tiba- tiba berhenti dan berbalik mengarah Dipta yang berada di belakangnya.
####
"Paman?" ucap Hans yang sudah menemukan siapa yang berada di sampingnya yang menghasilkan sumber suara itu yang dia kenal.
"Kenapa paman ada disini?" lanjutnya yang sudah beralih ke pangkuan Justin saat ini.
"Menurut mu kenapa paman ada disini? Apa kau tidak menginginkan paman ada disini?" ucap Justin yang telah merubah ekspresi wajahnya.
__ADS_1
"Bukan begitu paman, biasanya kakek yang menjemput ku, tetapi kakek tidak disini" jawab Hans.
"Tadi paman menemuinya, jadi paman ke sini untuk menjemput mu. Kita akan bermain setelah ini. Baiklah kita berangkat sekarang" ucap Justin.
"Kata mami, Hans tidak boleh memakai baju seragam sekolah kalau bermain" ucap Hans kepada Justin.
"Kita akan menggantinya setelah itu kita akan makan sebanyak- banyaknya dan akan bermain sepuasnya" ucap Justin menggiurkan selera Hans dan semangat anak kecil tersebut sangat kuat
"Yeaahh Go Go Go Go" ucap Hans dengan semangat. Justin pun tersenyum senang, dan mereka pun menuju mobil.
Justin melajukan mobilnya ke suatu tempat dimana mereka akan mengganti pakaian seragam sekolah Hans, dan setelah itu akan makan siang selanjutnya mereka akan bermain kemana pun yang di tuju oleh Hans, dan Justin akan mengikuti kemauan anak kecil tersebut.
Layaknya seperti anak kecil dengan sang ayah yang sudah sangat lama tidak bertemu dan akhirnya melepas rindu satu sama lain.
"Hari ini kamu akan bermai kemana Hans?" tanya Justin ingin mengetahui kemana Hans akan bermain bersamanya.
"Ke taman anak- anak YZ paman, sudah lama Hans tidak pergi kesana. Mami sangat sibuk dan kakek juga sibuk bekerja." ucap Hans memilih tempat bermain yang akan dia kunjungi.
"Baiklah tempat bermain YZ Hans akan segera mendatangi mu. Go Go Go" ucap Justin yang sembari mengangkat satu tangannya untuk menyemangati Hans, dan satunya lagi mengendalikan setir mobil.
"Go Go Go" Hans juga tidak kalah antusias mengangkat kedua tangannya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗