
Episode 60
Selang sekitar satu jam kurang lebih di perjalanan mereka pun sampai di sebuah rimah mewah yang lebih besar dari pada rumah mereka. Keluarga Martin tidak menghabiskan waktu lama di perjalanan karena tidka terjebak macet, perjalanan mereka lumayan lancar.
Pak Yusuf yang berada di kursi pengemudi pun memarkirkan mobilnya di daerah parkiran mobil di halaman mansion tersebut. Terlihat seorang lelaki baruh bayah yang berdiri di depan pintu mansion itu menunggu mereka.
Keluarga Martin pun menghampiri lelaki tersebut. Martin dan Yusuf berada di depan dan Alle juga Bu Rusmi di belakan mereka dengan membawa bingkisan kue yang sudah mereka siapkan sejak sore tadi.
"Selamat malam pak Martin, selamat datang di rumah sederhanya kami" ucap lelaki yang menunggu mereka dengan senyuman tulus dan ucapan yang merendah. Sepertinya dia meredah untuk meroket saja.
"Selamat malam juga pak Wijaya, sepertinya tidak begitu" ucap Martin menyunggingkan senyumnya, karena tahu temannya tersebut hanya sedang bercanda saja.
"Hahaha sudahlah ayo silahkan masuk" ajak Wijaya menuntun mereka memasuki istananya.
Dan keluargan Martin pun mengikutinya ke arah yang di tunjukkan oleh pak Wijaya. Tibalah mereka di sebuah ruangan yang sudah di sulap menjadi ruangan untuk makan malam mewah mereka saat ini. Dan di sana Dipta, Justin, Pricil dan juga bunda Mary sudah berdiri, bersial menyambut mereka.
"Perkenalkan ini adalah Mary istri ku dan mereka anak- anak ku" ucap Wijaya memperkenalkan keluarnya.
"Silahkan Duduk," lanjutnya kembali.
"Selamat malam" ujar Martin menyapa mereka,
Kemudian Martin pun mendudukkan dirinya di kursi yang sudah tersedia disana, di belakangnya ada pak Yusuf yang mengambil kursi di sebelah Martin. Kemudian dilanjutkan oleh bu Rusmi.
__ADS_1
Alle yang berada di belakan bu Rusmi hanya menundukkan kepalanya. Dia acuh tak acuh dengan ke adaan saat ini. Setelah bu Rusmi menyerahkan bingkisan yang dia bawa dan mendudukkan tubuhnya. Sekarang adalah giliran Alle yang akan memberikan bingkisan di tangannya.
Dia menaikkan kepalanya memandang sekitar, saat dia melihat satu persatu di antara mereka. Dia tersentak setika saat beradu tatap dengan Dipta disana.
"Kenapa aku harus bertemu Dia disini? Ada apa sebenarnya ini?" batinnya, dia menjadi gugup dan tidak tau apa yang akan dia lakukan.
"Alle, berilah salam kepada paman ini" ujar bu Rusmi menyadarkan Alle dari lamunannya, dia mengalihkan pandangannya dark Dipta dan melihat pak Wijaya berada di sebelahnya.
"Ya,, iya bu" jawab Alle terbata. Kemudian dia menyapa Wijaya dan menyerahkan bingkisan tersebut kepada bunda Mary.
"Anak gadis mu sangat cantik ternyata" ucap Wijaya yang menatap Alle dan kemudian duduk di kursinya.
"Kau tau ayahnya juga tampan begini" jawab Martin dengan sombong.
"Berbangga dirilah dalam angan mu" ujar Wijaya yang sudah tahu jika itu memang benar adanya.
Flashback on
Saat Dipta dan juga Alle berada di restoran tadi sore, Dipta menceritakan semua keluhannya kepada Alle. Dia menceritakan bahwa dia di desak untuk menikah secepatnya dan orangtuanya akan menjodohkan dirinya dengan wanita pilihan orangtuanya.
"Lalu, untuk apa kau mengajak ku kesini?" ucap Alle, yang tidak mengerti kemana arah pembicaraan itu.
"Ya, aku mengerti bahwa dalam situasi ini kau sangat malang. Aku tidak tahu harus memberi mu solusi apa, karena aku juga mengalami hal tersebut. Jadi apa yang ingin kau katakan kepada ku"? Ucap Alle juga memberitahu keadaan yang menurutnya tidak masuk di akal.
__ADS_1
" kau juga akan di jodohkan?" tanya Dipta yang memastikan bahwa dia tidak salah mendengar apa yang di katakan oleh Alle. Alle hanya menganggukkan kepalanya pertanda meng-iyakannya.
"Hhmmmm" Dipta mengelus- elus dagunya dengan jadi jempol dan telunjukknya. Mengangguk- angguk seperti sedang mengerti situasi ini. Dia sedang memikirkan apa yang akan menjadi solusi akhirnya.
"Ah'ha. Aku tahu apa yang harus dilakukan" ucap Dipta menjentikan dua jarinya sampai mengeluarkan suara.
"Apa?" tanya Alle penarasan.
"Kenapa kita tidak berpura- pura sebagai pasangan saja. Maksudku jika nanti orangtua ku ingin mempertemukan ku dengan wanita pilihannya. Maka aku akan mengatakan bahwa kau adalah pacarku. Dan jika kau membutuhkan ku juga untuk itu, maka aku akan berpura- pura sebagai pacarmu." ucap Dipta menjelaskan maksud dari tujuannya.
"Ide yang bagus. Ok aku setuju" jawab Alle dengan mengulurkan tangannya pertada mereka menyepakati hal tersebut.
"Baiklah sekarang kita akan saling membantu menyelamatkan diri" ucab Dipta yang juga mengulurkan tangannya menjabat tangan Alle.
"Deal?" lanjutnya,
"Deal" ucap Alle dan mereka lun mengakhiri pertemuan itu dan segera pulang ke rumah mereka masing- masing.
Flashback off
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
__ADS_1
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗