
Episode 70
Cup
Kecupan terakhir Dipta mendaratkannya di bibir tipis Alle. Yang mendapatkan kecupan tersebut hanya mematung tidak percaya. Alle membulatkan matanya dengan sempurna saat Dipta mengecup bibirnya tanpa permisi terlebih dahulu. Begitu lancang sekali.
Satu menit kemudian Alle tersadar akan kelakuan Dipta. Dia memejamkan matanya menahan emosi yang akan meledak seketika. Dia mengumpulkan semua tenaganya dan suaranya untuk di keluarkan menghabisi laki- laki si*l*an itu.
"Harry Pradipta Wijaya!!!" Teriak Alle sekuat tenaganya. Mendengar itu, Dipta berlari masuk ke dalam rumah, menghindari amukan maut Alle.
"Berani sekali kau melakukan itu!!!" Teriak Alle mengedarkan pandangannya mencai orang yang akan dia habisi itu.
"Jangan lari kau!!! Kemari!!!" Teriak Alle melihat Dipta sudah di ambang pintu dengan senyum maut nya.
Blee
Dipta menaikkan bola matanya sembari mengeluarkan Lidahnya untuk mengejek Alle karena dia tidak bisa mengejarnya. Kemudia Dipta pun masuk kedalam rumah.
"Kurang ajar kau!!!" Teriak Alle lagi mengejar Dipta masuk ke dalam rumah
"Awas saja kau, aku akan membunuh mu!! Dan mengubur mu hidup- hidup" teriak Alle lagi.
Dipta baru saja tiba di dapur memberikan kantong belanjaan bawaannya kepada bu Rusmi. Kemudian dia bersembunyi di bawah meja yang dekat dengan bu Rusmi.
"Jangan beritahu kepada Alle, kalau aku bersembunyi disini yah bu" ujar Dipta yang kemudian masuk ke dalam bawah meja.
"Baiklah" ucap bu Rusmi.
"Kemari kau!!" Teriak Alle memasuki dapur.
Dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan di dapir sembari meletakkan semua kantong belanjaan yang dia bawa tadi.
__ADS_1
"Keluar kau, jangan bersembunyi!!" Ucap Alle,
"Dia bersembunyi di mana bu?" Tanya Alle tanpa mengeluarkan suara supaya Dipta tidak mendengarnya,
Bu Rusmi menggerakkan matanya untuk menunjukkan Dipta yang berada di bawah meja yang sedang di hadapan Alle. Alle pun mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Bu Rusmi. Dia pun tersenyum menyeringai.
"Hitungan ke tiga kau tidak keluar, tunggu saja kau!!!" Ucap Alle,
"Satu!" Dipta masih belum keluar, dia dengan damai bersembunyi di bawah meja tersebut.
"Dua!" Alle mengeraskan suaranya supaya Dipta keluar dari persembunyiannya,
"Jika sudah sampai ke tiga, bersiap saja kau. Aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ku" teriak Alle mengancam Dipta.
Dipta yang mendengarkan ancama Alle dengan seksama mulai berfikir bahwa Alle akan mengundurkan diri dari pekerjaannya sepertinya akan terjadi,
"Ti.." Belum sempat Alle menyelesaikan hitungannya, Dipta pun keluar dari bawah meja.
"Bagus!!! Kemari kau!!" Ucap Alle sudah merem*as jari- jarinya untuk bersiap memukul Dipta.
"Aku tidak mau. Kau akan memukulku" ucap Dipta menciut dan bersembunyi di belakang tubuh bu Rusmi untuk menghindar dari Alle.
"Aku minta maaf, itu tadi tidak sengaja" lanjut Dipta dari belakang tubuh bu Rusmi,
"Kau bilang tidak sengaja?? Kepala mu!!! Kemari kau" teriak Alle lagi, dia tidak percaya kalau Dipta tidak sengaja. Betul saja Dipta hanya beralasan tidak sengaja, supaya Alle tidak memukulnya.
"Berani- benarinya kau menc....." Alle tidak melanjutkan ucapanya karena tersadar bahwa ada bu Rusmi disana. Dia tidak mungkin mengatakan kalau Dipta menciumnya di depan bu Rusmi, mau di taro dimana mukanya nanti,
"Ada apa Alle? Dipta melakukan apa?" Tanya bu Rusmi penasaran,
"Kenapa kau sampai semarah itu kepadanya?" Lanjut bu Rusmi lagi,
__ADS_1
"Lupakan bu, tidak ada" ucapnya mengurungkan niat untuk memberitahu bu Rusmi. Dia akan membalas perbuatan Dipta nanti jika bu Rusmi sudah tidak ada.
"Jangan merasa senang kau!!! Aku akan menghabisi mu nanti" ucap Alle menunjuk Dipta dengan kedua jarinya.
"Terserah mu saja" ucap Dipta merasa bahwa dia menang.
"Jangan berdebat lagi. Ayo, bantu ibu untuk memasak makan siang untuk kita" ucap bu Rusmi yang merapaikan belanjaan mereka.
"Baiklah bu" jawab Alle, dan memabntu merapikan bahan belanjaan mereka, di ikuti dengan Dipta yang membantu juga.
"Kenapa kau masih disini? Pergilan sana ke kantor bekerja!!" Ketus Alle yang masih melihat Dipta disana ikut membantu.
"Tidak ada pekerjaan yang terlalu penting, sudah di urus karyawan disana" ucap Dipta.
"Pergilah sana! Jika kau disini aku akan menghabisi mu" ucap Alle mengepal tangannya kepada Dipta,
"Bu lihat lah Alle" ucap Dipta mengadu kepada bu Rusmi,
"Kalian ini, masih saja berantam, berbaikan lah, sebentar lagi kalian akan menjadi suami istri, ada baiknya kalian itu berdamai" ucap bu Rusmi supaya mereka tidak berdebat lagi. Bagaimana pun juga mereka akan segera menikah nanti.
"Aku tidak akan sudi menikah dengan nya, lihat saja kau nanti" ucap Alle menatap tajam Dipta,
"Kau yang akan berurusan pada ayah Martin" ucap Dipta berbangga diri, karena dia berfikir bahwa Martin akan berpihak kepadanya.
"Mengadu saja kau!! Seperti anak kecil saja" ketus Alle merasa kesal yang selalu mengadu kepada orang tua mereka.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗