
Episode 71
Perdebatan yang lumayan panjang itu sangat sengit antara Dipta dan juga Alle di dapur. Saat memasak pun mereka masih saja berdebat, sehingga bu Rusmi di buat pusing di buatnya. Alle dan bu Rusmi masih asyik berkutat dengan bahan makanan di dapur dan sesekali Dipta membantunya, tidak sedikit Dipta membuat pekerjaan mereka berantakan, sehingga Alle selalu saja beradu mulut dengannya. Sampai akhirnya ponsel Alle yang sedang berada di saku celananya pun berbunyi.
Alle menghentikan pekerjaannya sebentar dan merogoh ponsel yang ada di sakunya itu. Tertera di screen ponsel tersebut bahwa ayah Martin lah yang sedang menghubunginya. Segera mungkin alle menekan tombol hijau di layar pinsel tersebut. Dan telepon pun sudah terhubung.
"Halo, ada apa ayah?" Tanya Alle menyapa ayahnya yang sedang terhubung via telepon diarah sana.
"Nak, apa kau sudah menyiapkan makan siang bersama bu Rusmi?" Tanya Martin dari seberang,
"Ini sebentar lagi akan selesai ayah. Ada apa ayah?" Ucap Alle,
"Ayah akan makan siang di rumah juga pak Yusuf,, ayah juga bersama Ayahnya Dipta kesana nak. Tolong siapkan makan siangnya yah" tutur pak Martin.
"Baik ayah, akan segera Alle siapkan" ucap Alle, dan kemudian mereka saling mengakhiri sambungan telepon mereka.
"Ada apa nak?" Tanya bu Rusmi yang masih sedikit belum mengerti apa yang sedang di bicarakan oleh mereka,
"Ayah, pak yusuf dan juga lak Wijaya akan makan siang di rumah bu, jadi kita di minta menyiapkan makan siang bu," jawab Alle menjelaskan kepada bu Rusmi.
"Oh begitu,, baiklah kita akan masak banyak makanan untuk makan siang nanti" ucap bu Rusmi dan segera mengerjakan pekerjaannnya yang sempat terhenti.
"Ayah ku akan ke sini?" Tanya Dipta yang mengerutkan kedua alisnya,
"Iya, kata ayah seperti itu," jawab Alle,
"Untuk apa ayah datang ke sini?" Tanya Dipta,
__ADS_1
"Kau pikir aku tahu kenapa?" Ucap Alle kesal,
Mereka pun menyelesaikan pekerjaan memasak mereka di dapur, dan menata makanan di atas meja makan, seperti yang di minta oleh pak martin sebelumnya.
****
Tak lama kemudian denguran mobil pun terdengar berhenti di halaman rumah Alle, segera Alle menghampir ke depan rumah dan membukakan pintu untuk mereka. Martin dan juga Yusuf keluar dari salah satu mobil yang terparkir, dan Wijaya juga istrinya terlihat keluar juga dari mobil lainnya yang juga masih terparkir disana.
"Ayah, pak Yusuf" sapa Alle dan sembari menyalim orangtuanya itu, kemudian terlihat pak Wijaya dan juga istrinya menghampiri mereka juga,
"Paman, bibi" sapa Alle juga menyalim mereka.
"Mari masuk, makan siangnya sudah siap" ucap Alle dan mereka pun segera masuk dan menuju ruang makan,
Di ruang makan sudah duduk Dipta dan juga Bu Rusmi yang menyiapkan makanan di setiap piring disana. Setelah Alle dan juga yang lainnya tiba di ruangan makan, mereka pun duduk di meja makan, dan saat ingin duduk, Wijaya menajamkan pandangannya melihat Dipta yang berada disana.
"Iya kenapa tidak di kantor bekerja?" Timpal bunda Mary yang juga merasa penasaran dengan keberadaan anaknya disana,
"Hanya ingin mumpang makan saja bun" jawab dipta santai dan menyengir kuda kepada ayah dan bundanya,
"Hus, kau ini, kan bisa makan di rumah atau di restoran. Jangan ngomong sebarangan" ucap bunda Mary,
"Lalu ayah, sama bunda, ngapain ke sini?" Tanya Dipta kembali,
"Urusan penting" jawab singkat Wijaya kepada anaknya,
"Dipta tau urusan penting, tapi apa yah?" Tanya Dipta juga penasaran,,
__ADS_1
"Ya, sudah sudah. Mari kita makan, nanti ngobrolnya di lanjutkan lagi. Perut ku sudah tidak bisa di ajak berdamai ini. " ucap Martin yang sudah merasa lapar ingin sekali mengisi perutnya,
Mereka pun makan siang bersama,sesekali menyelipkan perbincangan dan juga candaan di sela makan mereka. Hanya membutuhkan lima belas menit saja mereka untuk makan, dan memakan makanan penutup mereka. Selesaj itu, mereka semua berpindah keruangan keluarga untuk melanjutkan perbincandan yang sempat tertunda sebelumnya.
Sesampainya di ruang keluarga, mereka pun duduk di kursi sofa disana dan memulai perbincanga penting di antara mereka.
"Hari ini ayah ingin membahas pernikahan kalian berdua, bersama pak Wijaya juga" ucap Martin yang memulai perbincangan itu,
"Iya nak,, semua yang berhubungan dengan pernikahan sudah bunda siapkan semuanya, jadi hanya memastikan kesiapan kalian dan juga fitting baju" jawab bunda Mary menimpali perkataan suaminya Martin.
Dipta dan juga Alle yang mendengar hal tersebut tidak kalah terkejutnya. Bukankah mereka kemarin membahas bahwa pernikahan yang akan di laksanakan tidak perlu terburu- buru. Alle dan juga Dipta sebagai calon pengantin masih perlu waktu untuk mempersiapkan diri mereka dalam perjodohan tersebut.
"Ayah kenapa begitu terburu- buru? Kami masih butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain lebih dalam lagi bukan?" Tanya Dipta. Masih menghitung hari mereka menyetujui pernikahan tersebut seharusnya mereka punya beberapa waktu lagi untuj saling mengenal satu sama lain.
"Bukan kah lebih cepat lebih baik?" Lanjut Martin yang mengerti maksud calon menantunya tersebut.
"Tapi ayah, kami bahkan belum mempersiapkan segala sesuatunya bukan?" Alle juga ikut menimpali percakapan itu.
"Seperti yang bunda katakan tadi, semuanya sudah di siapkan, hanya kalian perlu fitting baju dan juga foto prewedding saja nak" ucap bunda Mary.
Dipta dan juga hanya pasrah mendengarkan semua perbincangan antara orangtua mereka. Apapun yang menjadi keputusan mereka, Alle dan juga Dipta sudah lapang dada menerimanya. Pernikahan pun akan di lakukan seminggu kedepannya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗