
Episode 57
Pagi ini Alle bangun dari tidurnya, segera bersiap untuk berangkat ke kantornya. Dia menemani kekuarganya sarapan, dan kemudian berangkat, setelah berpamitan kepada mereka semua. Alle melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit laju, karena dia ingin segera sampai di kantor untuk membereskan semua pekerjaannya sebelum dia akan melakukan pemotretan kembali.
Alle terlihat sudah berada di kursi kebangsaannya selama bekerja di perusahaan itu. Dia asyik berkutat dengan komputernya, sampai tidak menyadari bahwa Dipta sudah berada disana.
Dipta juga fokus pada perkerjaannya, setelah dia menyelesaikan pekerjaan tersebut, dia memperhatikan Alle, terbesit di pikirannya ingin menanyakan sesuatu, tetapi Alle masih sibuk dengan pekerjaan bersama laptop di hadapannya. Setelah mimbang- nimbang kembali, dia pun kemutuskan untuk menemui Alle.
"He'em" Dipta berdehem untuk menyadarkan Alle dari pekerjaannya, tetapi sekali saja tidak cukup, Dipta harus mengulanginya beberapa kali, tetapi masih belum juga di sadari oleh Alle.
"Alle!!!" suara Dipta sudah meninggi, di sertai dengan rasa kesal karena merasa di abaikan sedari tadi.
"Ya.. Ya. Ah astagah, kau mengejutkan ku saja" jawab Alle mengelus jantungnya yang hampir saja copot karena terkejut akibat suara Dipta.
"Bagaimana kau bisa tidak mendengarkan ku, aku memanggil mu sudah ribuan kali" kesal Dipta kepadanya.
"Ada apa?" jawab Alle mengalihkan kembali perhatiannya kepada pekerjaan yang ada di hadapannya sekarang ini.
"Apa kau ada acara setelah pekerjaan mu selesai?" tanya Dipta, sepertinya dia ingin mengajak Alle untuk acara malam ini.
"Kenapa? Aku sangat sibuk" jawab Alle tanpa mengalihkan perhatiannya kepada Dipta
"Sesibuk itu kah?" tanya Dipta memastikan,
"Lokasi dan waktu" jawab Alle dengan singkat, dia menyetujui ajakan Dipta kali ini.
"Baiklah aku akan menjemput mu nanti sore disini. Aku akan ke perusahan HW setelah ini" jawab Dipta, kemudian dia berlalu dari ruangan itu dan menuju keruangannya. Dia akan ke perusahaan HW untuk rapat tentang penyebaran perusahaan mereka yang akan berada dalam dua bidang saja. Alle tidak ijut dengan rapat tersebut. Hanya akan di hadiri pemilih dan juga direktur utama tidak melupakan para pemilik saham juga.
####
__ADS_1
Setelah Alle selesai dalam pekerjaannya, dia menunggu Dipta untuk menjemputnya, karena merasa sendiri dalam ruangan besar tersebut, dia memilih untuk pergi ke ruangan Juny di lantai bawah mereka.
Di ruangan Juny terlihat masih sibuk dengan pekerjaannya, Alle memasuki ruangan tersebut setelah dia mengetuk pintu ruangan Juny, sudah hal yang biasa jika dia masuk setelah mengetuk pintu, tanpa harus di persilahkan oleh Juny. Dia pun mendudukkan dirinya di sofa yang ada pada ruangan tersebut.
"Huff" Alle menarik napas kasar dan menghembuskannya keluar, dia sunggu prustasi , karena banyak yang harus dia kerjakan hari ini.
"Ada apa? Kau begitu berantakan hari ini" ucap Juny yang mendengarkan keluhan Alle dari mejanya, tetapi dia tidak meninggalkan pekerjaannya.
"Masalah di rumah ku sunggu rumit kak" jawab Alle mengingat kembali pembicaraan mereka saat malam di rumahnya.
"Ada apa? Apa suatu malah yang besar? Bukankah kau bisa mengatasi setiap masalah?" tanya Juny, melihat keadaan Alle saat ini tidak seperti biasanya, dia pikir itu adalah masalah yang besar, sehingga membuat teman dan sekaligus adiknya tersebut berantakan.
"Kak, apakah terlalu cepat jika aku harus menikah waktu dekat ini?" tanya Alle kepada Juny, mungkin Juny dapat memberinya solusi karena sudah pernah pengalaman, walaupun sekarang ini dia tinggal sendiri.
Juny terkejut mendengar pertanyaan Alle, dia memandang Alle seketika, dia memperhatikan Alle denga lekat, dia tidak menyangka kalau Alle akan bertanya akan hal tersebut. Bagaimana? Apa yang harus dia katakan pada Alle,
Dia pun menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Alle yang sedang duduk disana.
"Keluarga menginginkan aku segera menikah kak, sementara aku sendiri belum berpikir kearah itu" jawab Alle mengusap kasar wajahnya. Dia tidak tahu harus bagaimana saat ini.
"Kenapa seperti itu? Kenapa sangat tiba- tiba? Apa kau sudah di jodohkan?" Juny semakin penasaran kenapa Alle bisa bertanya hal itu. Ada rasa takut di hatinya.
"Aku belum memutuskannya kak, mereka hanya menyarankan ku untuk segera menikah" jawab Alle melemah.
"Alle dengarkan aku" jawab Juny dengan menggenggam tangan Alle,
"Kau harus benar- benar memikirkan itu, keputusan ada di tangan mu, jangan sampai kau akan menyesal di kemudian hari. Pikirkan dengan matang. Pernikahan bukan hal yang main- main. Jika kau merasa siap untuk menikah, maka menikahlah. Jika kau belum siap untuk itu, maka jangan lakukan. " ucap Juny dengan begitu dalam kepada Alle.
"Jangan hanya karna kau dipaksa, maka kau memutuskannya begitu saja, jangan gegabah dulu." lanjutnya menenagkan Alle.
__ADS_1
"Ngomong- ngomong, apa kau sudah mempunyai calon suami?" tanya Juny,
"Jika iya, kenapa aku tidak mengetahuinya?" lanjutnya lagi, sudah melepas genggaman tangan mereka.
"Tidak, bagaimana aku bisa mempunyainya, sedangkan aku saja sangat sibuk, tidak ada waktu untuk itu" jawab Alle meyakinkan Juny, bahwa dia juga tidak memikiki itu.
"Jadi bagaimana kau bisa ingin menikah?" tanya Juny kembali.
"Ahk sudah lah, memikirkannya saja aku sudah pusing" jawabnya menyandarkan tubuhnya pada punggung sofa tersebut.
"Oh ya kak, nanti aku tidak akan ke tokoh. Aku akan menemani si gila itu makan malam, sepertinya ada yang akan dia bicarakan" ucap Alle setelah teringat kembali dengan janji mereka.
"Apa kalian sedekat itu?" curiga Juny pada Alle, dia menatap Alle, dengan tatapan selidik, apa yang sedang mereka lakukan? Itulah pikirannya.
"Jangan- jangan kalian yang akan menikah" Juny menebak asal pernyataan tersebut.
"Jangan berpikiran liar kak, itu tidak akan terjadi" ucap Alle tegas dan dia melihat sebuat pesan di ponselnya.
"Aku akan berangkat kak, sampai jumpa besok" ucap Alle beranjak dari duduknya untuk segera berlalu dari ruangan Juny.
"Jika merasa cocok, maka itu bisa jadi Alle, jangan membuang waktu" ucap Juny sedikit berteriak, karena Alle sudah berada di ambang pintu ruangannya.
"Aku rasa mereka lumayan juga" ucap Juny menyeringai setelah Alle benar- benar berlalu dari ruangan itu, dia pun segera mengemas barang- barangnya dan kemudian dia pun juga berlalu dari sana untuk segera ke tokoh kue miliknya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄
Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍
__ADS_1
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗