CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 79


__ADS_3

episode 79


Dipta dengan hati- hati melakukan aksinya yang sangat manis terhadap Alle yang menjadi istri sah nya kemarin. Untuk pasangan suami istri yang masih baru, mereka wajar melakukan hal tersebut.


Tetapi saat tidak di duga, dimana pagi yang begitu manis ini dimana mereka akan melakukan penyatuan, tiba- tiba aksinya harus di tunda dahulu.


Tring tring tring


Bunyi suara ponsel Alle yang berbunyi nyaring mengagalkan aksi Dipta yang sudah di ia taha dari tadi ingin menyatukan mereka berdua.


Dipta berusaha untuk menghiraukan panggilan tersebut dan melanjutkan aksinya. Tetapi lagi dan lagi ponsel tersebut harus berbunyi menggagalkan aksinya.


Dipta menghela nafas panjang dan kasar, seakan dia benar- benar terganggu akan hal itu,


"Kenapa mereka tidak mengerti situasi sama sekali?" Ucap Dipta membaringkan tubuhnya di bawah Alle.


"Kenapa kau marah?" Tanya Alle yang juga ikutan merasa kesal akan marahnya Dipta.


"Aku tidak marah, segeralah angkat telpon nya" ucap Dipta yang berbaring di tempat tidur


"Baiklah" Alle pun mengangkat telepon tersebut yang ternyata adalah telepon dari kantor mereka. Alle beranjak dari tempat tidur dan menerima telepon tersebut di balkon kamar mereka.


Setelah menerima telepon tersebut Alle dan Dipta pun segera pergi ke rumah Bunda Mary yang merupakan rumah utama keluarga Wijaya. Sesampainya mereka disana, para keluarga menyambut mereka hangat dan bahagia.


"Bagaimana malam pertamanya?" Bisik Justin mencoba menggoda Dipta yang baru saja duduk di dekatnya.


"Menikah lah secepat mungkin, biar kau bisa merasakannya" jawab Dipta yang juga berbisik padanya sembari seringai licik di bibirnya.


"S*ial*n kau" geram Justin


Mereka pun berbincang- bincang seputae kehidupan mereka dan masalah kantor sesekali mereka selipkan di dalam perbincangan tersebut.


Sementara itu, bunda Mary, Alle dan juga pricilya berada di dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


Semua keluarga merayakan pernikahan Dipta dan Alle, mengucapkan selamat untuk pernikahan mereka semoga berjalan dengan lancar.


####


Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu, hingga pernikahan Alle dan juga Dipta sudah berjalan hampir dua bulan.

__ADS_1


Pernikahan tersebut berjalan sebagaimana layaknya pernikahan pada umumnya. Selama dua bulan pernikahan, mereka tinggal di rumah utama selama satu bulan, dan tinggal di rumah keluarga Martin atau rumah Alle selama satu bulan, itu adalah permintaan ayah Alle sebelum mereka pindah ke rumah mereka sendiri.


Satu Minggu sebelum kepindahan Dipta dan Alle ke rumah baru, mereka tinggal di rumah utama.


Dipta menyiapkan segala sesuatunya dengan di bantu oleh Justin, Pricilya dan bunda Mary untuk memberikan kejutan pada Alle sebagai hadiah pernikahan. Dipta merencanakan hal tersebut sudah sejak awal pernikahan mereka, dan dengan dukungan dari keluarga, Dipta sengaja tidak menberitahukan nya kepada Alle.


Dalam kurun waktu dua bulan tersebut Alle tidak berhenti sebagai sekretaris Dipta di perusahaan dan juga sebagai model produk perusahaan tersebut. Alle memilih menyibukkan dirinya untuk tetap bekerja walaupun Dipta sempat melarangnya, tetapi karena alasan Alle yang mengatakan dia akan bosan di rumah tanpa bekerja sehingga Dipta pun menyetujuinya.


####


Hari ini Alle sedang sibuk untuk pemotretan produk baru perusahaan dengan di temani oleh sang suami yang tak lain adalah Dipta.


Dipta tidak ingin melewatkan waktu untuk tidak bersama dengan istrinya. Walaupun dia harus menyelesaikan banyak pekerjaan tetapi dia tetap menemani Alle selama pemotretan. Tentu saja Dipta membawa semua berkas dannjuga laptopnya ke ruang pemotretan untuk menyelesaikannya di sela- sela dia menemani sang istri.


Waktu pun sangat cepat berlalu, tak terasa sudah sore menjelang waktu makan malam.


Dipta meregangkan otot jemarinya dan juga otot tubuhnya, sangat melelahkan bekerja seharian.


Dia mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang sempat tersisihkan dari pikirannya di celah berkas yang menumpuk untuk segera dia bereskan. Yang di cari pun segera tertangkap oleh pandangannya, kemudian dia tersenyum melihat keberadaan Alle yang masih sibuk dengan pemotretan nya.


Entah sudah berapa baju yang dia kenakan, perhiasan yang gonta ganti, serta make up yang berbeda setiap saatnya, tetapi wanita itu masih saya terlihat profesional dalam pekerjaannya. Tidak terlihat disana jikalau dia sudah sangat lelah.


"Berapa lama lagi dia pemotretan?" tanya Dipta pada salah satu karyawan yang ada disana juga menyaksikan pemotretan tersebut.


" Kira- kira sekitar 30 menit lagi pak" jawab karyawan itu


"Apakah tidak bisa di percepat? atau di lanjutkan saja besok hari?" tanya Dipta kembali


"Tidak pak, hanya ini yang terakhir produk yang akan pemotretan hari ini, jadi tidak akan menunggu lama lagi pak" jawab karyawan tersebut.


Dipta pun dengan sabar menunggu Alle yang sedang pemotretan dengan lawan mainnya yang juga seorang model yang bekerja di perusahaan mereka. untung saja lawan main Alle adalah perempuan, jadi Dipta tidak mem- permasalahkan hal tersebut.


Tiga puluh menit kemudian pemotretan pun selesai, Alle mengucapkan terimakasih kepada teman pemotretan- nya dan juga pada orang yang sedang terlibat disana.


"Terimakasih semuanya sudah bekerja keras hari ini" ucap Alle sembari membungkukkan badannya.


Hal tersebut sudah biasa di lakukan Alle dan para karyawan disana pun menyambutnya dengan baik dan menghormati Alle. mereka semua sangat lah akrab terhadap wanita cantik tersebut.


Alle melangkahkan kakinya turun dari panggung pemotretan, setelah dia mendapati Dipta yang berdiri disana entah sejak kapan untuk menunggunya.

__ADS_1


Alle pun menghampiri suaminya tersebut selama dua bulan berlalu pernikahan mereka dengan rukun dan bahagia.


"Sudah lama menunggu?" tanya Alle mendahului Dipta yang ingin menyapanya,


"Tidak terlalu. Hanya saja, apa kau tidak kelelahan melakukan itu sangat lama?" tanya Dipta khawatir pada Alle,


"Itu sudah menjadi pekerjaan ku, jadi tidak akan lelah. Lagian juga ada istirahatnya kan," jawab Alle dengan begitu lembut meyakinkan Dipta.


"Sama saja, menurut ku itu sangat melelahkan, harus berganti pakaian setiap saat, make up juga, harus berpose ini itu" ucap Dipta.


" Itu tidak melelahkan, tetapi menyenangkan, karna itu adalah profesi ku. ya sudah, aku akan berganti pakaian dulu dan kita akan pulang" ucap Alle,


"apa tidak ingin aku menemani mu?" tanya Dipta dengan senyuman manisnya,


"Tidak! aku tahu apa yang ada di otak mu, lagian tim make up juga ada yang akan membantu ku" ucap Alle menyeka ucapan Dipta.


"Tunggu saja disini, aku tidak akan lama, duduk dulu, kamu pasti lelah" ucap Alle dan meninggalkan Dipta untuk segera mengganti pakaian- nya.


Dipta pun menggelengkan kepalanya, dia sangat gemas melihat istrinya itu jika sedang merasa kesal kepadanya. Dipta akui selama dua bulan pernikahannya, mereka belum bulan madu sama sekali, dan belum merasakan yang namanya malam pertama.


Itu adalah atas kesepakatan mereka berdua, sampai nanti Alle sudah mau menerimanya sebagai suami yang dia cintai. dalam kata lain, setelah mereka memang sudah saling mencintai satu sama lain.


Jika sudah tumbuh cinta diantara mereka, maka mereka akan membahas perihal kehamilan dan anak, supaya anak mereka mendapatkan cinta dan kasih sayang yang utuh dari orangtuanya.


Alle sangat takut dengan banyak kejadian di luar sana yang menikah dengan keinginan mereka tetap juga bercerai setelah mempunyai anak, apalagi mereka yang pada dasarnya atas kehendak orang tua mereka. Bukan atas keinginan mereka sendiri.


Jadi Alle sangat takut jika nanti mereka punya anak dan mereka harus bercerai karena tidak ada rasa cinta diantara mereka. Bagaimana nantinya nasip anak mereka?.


Itu lah yang sangat di takutkan oleh Alle , sehingga mereka berdua sepakat untuk menunda kehamilan sampai mereka benar- benar mencintai satu sama lain.


*****


para readers tercinta 💝💝 selamat membaca


maaf sudah lama tidak update episodenya,


dikarenakan sesuatu hal,


tolong tinggalkan jejak di novel author,

__ADS_1


dan jangan lupa vote yah 💝💝😊


__ADS_2