
Episode 2
Setelah mengucapkan kata maaf kepada gadis yang dia tabrak, dia langsung bergegas dari kerumunan manusia yang ingin memotret nya dan akan menulis nya di berita utama, maka dia akan menjadi topik perbincangan. Bahkan jika fans wanita yang tergila- gila kepadanya mengetahui bahwa dia berada di bandara, hal tersebut akan mengakibatkan kericuhan yang sangat besar.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menghindar dari kerumunan itu, di seberang jalan sudah ada yang menjemput dia dan menyelamatkan hidup nya dari para penggemar gila. Dia bahkan sudah seperti artis atau selebritis dan bahkan melebihi itu.
Lelaki tersebut menyeberang jalanan sepi, setelah melihat mobil Lamborghini keluaran terbaru berwarna navy di seberang jalan dan dia yakin itu adalah orang yang dia kenal. Setelah dia sampai di depan mobil tersebut, pintu mobil pun terbuka lebar dan dia segera masuk dan mendudukkan dirinya di kursi mobil.
"Astagah kenapa kau lama sekali datang menjemputku? Bukan kah aku sudah mengabari mu sejak lama? " cercanya begitu kesal dan melepaskan kaca mata, topi dan masker wajah nya. Dia adalah Harry Pradipta Wijaya.
"Hei,, Kenapa aku yang di salahkan di sini? Bukan kah kau yang begitu lama keluar dari dalam itu? Aku sudah menunggumu dari tadi" Ucap pria yang ada di dalam mobil menunggu Dipta. Ya itu adalah sahabatnya Justin.
"Sudahlah,, kita pulang saja" ucap Dipta mengalah, karena memang dia yang begitu lama tadi, karena menabrak orang lain di dalam.
Justin pun melajukan mobilnya menelusuri jalanan yang lumayan macet di karenakan jam sudah menunjuk ke arah jam pulang kerja para pekerja. Setelah menghabiskan waktu sekitar satu jam tigapulu menit berlalu mereka pun sampai di rumah besar nan mewah atau bisa di katakan Mension yang sangat besar dan indah.
Justin memberhentikan mobil tersebut tepat di depan rumah mewah itu dan kemudian membuka pintu mobil. Kemudia mereka berdua keluar dari mobil tersebut. Dipta langsung bergegas masuk ke rumah dan Justin mematikan mobil dengan remotenya dan kemudian menyusul Dipta masuk ke dalam rumah. Mereka disambut oleh para pelayan di rumah tersebut yang jumlahnya tidak banyak.
"Selamat datang Tuan" sapa setiap pelayan yang berjumpa dengan mereka berdua sembari menundukkan tubuh nya. Justin membalas dengan senyuman manisnya. Tetapi Dipta hanya acuk tak acuh, dia kelihatan memikirkan sesuatu yang sangat penting sehingga tidak menghiraukan mereka, tidak seperti biasanya. Para pelayan di sana juga sudah mengetahui hal tersebut, jika tuan mereka dalam keadaan mood yang baik maka dia akan menyapa balik, dan jika dalam keadaan mood yang buruk, mereka akan di acuhkan.
Dipta dan Justin langsung menuju ruang tengah atau ruang tamu untuk menemui ayahnya. Ya dia dipaksa pulang ke kota Amertha ini oleh ayahnya. Ada urusan penting yang sangat mendesak, demikianlah pesan Ayahnya supaya dia pulang ke kota ini. Setelah melihat orang yang akan dia temui di ruang tamu itu, dia pun langsung mendudukkan dirinya di kursi sofa empuk itu. Lain hal nya dengan Justin yang terlebih dahulu menyapa atasannya dan sekaligus sudah di anggap orangtua nya.
"Selamat Sore paman" sapa Justin sembari mencium tangan Pak wijaya sebagai rasa hormatnya dan di angguki oleh Wijaya. Kemudia dia duduk di samping Dipta.
"Kenapa Kau menyuruh ku pulang ke Amertha ini pak tua?" pertanyaan Dipta langsung pada pokok pembahasan nya. Karena dia orang yang tidak suka basa- basi.
__ADS_1
"Lihat lah manusia yang satu ini, dimana sopan santun mu kepada orang tua?" Jawab Wijaya kepada anaknya. Memang begitu lah cara mereka memperlihatkan kasih sayang antara anak dan orangtua.
"Dip bersikap sopan lah kepada paman, dia sudah tua, kenapa kau selalu saja begitu" Justin menimpali pembicaraan.
"Maka kau lah yang menjadi anak nya" ucap Dipta dan langsung membuat Justin dan Wijaya tertawa. Bagaimana bisa demikian, Dipta tidak berfikir panjang asal bicara saja.
"Bukan hal yang sangat penting, setelah kau menyelesaikan study profesor mu, ayah berharap kau bisa menggantika ayah menjalankan perusahaan. Kau tau ayah sudah tidak muda lagi" Wijaya langsung membahas hal tersebut karena memang itu lah hal yang akan mereka bicarakan sehingga Dipta harus pulang.
"Apa tidak ada orang lain yang akan menggantikan ayah? Seperti Justin misalnya? Sungguh aku tidak tertarik dengan hal itu, aku berencana ingin memulainya dari nol" jawab nya.
"Justin akan ikut serta dengan mu, kalian berdua akan mengelola nya bersama, karena hal itu juga ayah mengundang Justin ke rumah ini. Ayah harap tidak ada penolakan dari itu" Wijaya menegaskan dan tidak ingin di bantah.
"Jika itu keinginan ayah. Aku akan menerimanya dengan satu syarat"
"Di dalam rapat penyerahan jabatan direktur nanti, aku adalah pemilik perusahaan di depan para pemilik saham dan direksi penting lainnya. Tetapi di depan Publik Justin adalah Direktur utama perusahaan tersebut. Aku hanya tidak ingin di kenal oleh publik." Dipta menerangkan persyaratannya.
"Itu tidak masalah. Jika Justin setuju akan hal itu"
"Ak........."
"Justin setuju dengan hal itu. Tidak ada penolakan" Dipta sidah mendahului Justin yang belum sempat berbicara sepatah kata pun.
"Kenapa kau kelihata seperti yang tertua dan berkuasa disini?" Justin sedikit menaikkan nada bicaranya karena kesal dengan tingkah Dipta yang asal maunya saja.
"Sudah.... Sudah.... Justin paman harap kau dapan menyetujui hal tersebut dan aku dan ayahmu akan sangat bangga kepada mu". "Jika itu yang paman inginkan aku tidak masalah" ucap Justin yang selalu menyetujui saran dari Wijaya sebagai ganti ayahnya yang sudah meninggal saat usianya 25 tahun dan dia harus menggantikan ayahnya sebagai sekretaris pribadi Wijaya. Kinerja Justin sangat memuaskan walaupun usinya masih muda saat itu dan dia banyak belajar dari Wijaya. Jadi tidak ada hal lain yang membuat Wijaya tidak menyetujui syarat Dipta.
__ADS_1
Ditengah- tengah percakapan mereka yang asyik dan penuh dengan perbincangan serius dan sesekali terdapat candaan antara anak dan ayah disana. Terlihat dua wanita yang sedang berlari kecil ke aran mereka, siapa lagi kalau bukan Bunda dan Adiknya.
"Baby kenapa kau tidak mengabari bunda kalau kau pulang hari ini, bunda akan menyiapkan makanan kesukaan mu dan bersiap menyambut mu sayang" Ucap Maryesa istri Wijaya yang merasa sangat bahagia akan kedatangan putra sulung dan kesayangannya.
"Bagaimana aku akan mengabari bunda, pak tua itu sunggu tiba- tiba meberikan kabar kepada ku" rengek Dipta manja di pelukan ibunya. Dipta akan sangan lembek dan lembut jika harus berhadapan dengan ibu dan adik perempuannya.
"Hai gadis manis, kemari lah sayang, kau sungguh tambah cantik saja setelah beberapa tahun ini tidak berjumpa dengan mu" Dipta merentangkan tangannya setelah dia melepaskan pelukan ibunya. Dan dia mengarahkan kepada adik kesayangannya.
Pricilya pun segera berlari menghaburkan dirinya kepelukan kakak kesangannya yang sangat dia rindukan, setelah dia mematung tidak percaya bahwa yang di rumah mereka adalah seseorang yang sangat dia rindukan selama ini. Dia menangis di pelukan Dipta dengan sesenggukan, hal itu menandakan seberapa berat dia merindukan lelaki itu. Dia pun mengeratkan pelukannya.
"Hei manis kenapa menangis, kamu tidak suka kalau kakak pulang menemui mu?" Dipta memeluknya dan mengurap kepala adiknya kemudian menepuk pundak nya untuk menenangkan adiknya itu.
Setelah sekian menit yang lalu Pricilya menangis di pelukan kakaknya, sekarang dia pun melepaskan pelukan itu dan mulai angkat bicara.
"Kakak kenapa tidak memberitahu dulu kepada ku, aku akan menjemput kaka ke bandara" rengeknya. Mereka sudah duduk di sofa tersebut. Pricilya duduk dan menyandarkan kepalanya kepada kakak nya itu.
"Sayang kamu sudah dengar tadi aku menjawab itu pertanyaan bunda kn, ini sangat tiba- tiba dan aku tidak sempat mengabari mu. Yang penting sekarang kaka disini" Jawab Dipta menenangkan kembali rengekan adiknya itu.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah
__ADS_1