CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 53


__ADS_3

Episode 53


Flash back


Di ruang studio pemotretan Dipta dengan sabar menunggu Alle menyelesaikan pemotretannya samapi basana thema ke empat dengan gaun malam biasa dan juga dres panjang tertutup. Keadaan Dipta melihat itu masih wajar saja, walaupun dia tetap tidak suka kalau Alle dengan leluasa di perhatikan oleh staf laki- laki di studio tersebut. Itu menurut Dipta, bukan kah mereka harus memperhatikan Alle saat mengambit shoot photo yang bagus pada busana yang akan mereka publiskan nantinya. Lelaki kurang ahlak itu lah yang tidak berfikir tentang itu.


Saat ini akan memakai busana bertema ganda yang di sandingkan dengan model lain untuk pasangannya. Dipta yang mengetahui hal tersebut dalam keadaan aman saja sebelum mengetahu yang sebenarnya. Dia tetap berada di ruangan studio tersebut menyaksikan pemotretan Alle, dia tidak memikirkan pekerjaan yang ada di ruangan mereka saat ini, sepertinya sudah menumpuk, apakah begitu?


Alle pun keluar dari ruangan rias dengan thema busana baru, dia terlihat anggun dan menawan, tidak di pungkiri lagi. Dipta yang melihat ini langsung menghampirinya.


"Kenapa sangat lama sekali pemotretan ini?" tanyanya pada Alle,


"Ini yang terakhir" jawab Alle dingin dan tidak ingin berdebat lagi, sudah ke empat kaliny pertanyaan itu dia dengar dari tadi,


"Apa ini akan lama?" lanjut Dipta,


"Jika kau bosan kenapa tidak pergi ke ruangan mu dan mengerjakan pekerjaan mu?" bentak Alle yang tidak segan lagi kepada Dipta.


"Sudah di kerjakan oleh Rudi" saut Dipta dengan santai dengan senyuman mautnya.


"Ini pria gila kenapa bisa hidup sih?" batin Alle, dia menunggu pasangan modelnya selesai dari ruangan riasnya.


Terlihat seorang pria keluar dari ruangan rias yang berbeda dari ruangan Alle, dia terlihat memakai stelan jas yang senada di tubuhnya, walau sederhana tetapi tidak membuat ketampanan lelaki itu pudar dan stelan tersebut mewah namun sederhana bergantung di tubuhnya. Lelaki tersebut di dampingi oleh Juny terlihat mendekati Alle. Setelah itu dia menyapa Alle dan mengajaknya untuk segera memulai pemotretan tersebut, tetapi apa yang terjadi sebelum itu terjadi?.


"Alle kenalkan ini adalah Kevin yang akan menjadi pasangan mu untuk pemotretan ini" ucap Juny saat mereka sudah berada di dekat Alle,


"Kenalkan nama saya Alle" ucap Alle menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dan Kevin juga menyahutin tangan Alle,


"Kevin, semoga anda senang dengan saya untuk bekerja sama kembali" ucap Kevin dengan di sertai senyuman yang menjadi manis karena lesung pipi yang ada di kedua pipinya.


"Kau terlihat muda, manis sekali" ucap Alle dengan blak blakan,


"Dia sepupu ku Alle, dia lebih muda satu bulan dari mu, jadi usia kalian sama" lanjut Juny yang menjelaskan.


"Kau terlihat cantik" jawab Kevin juga kepada Alle,

__ADS_1


"Tidak kalah dengan mu" ucap Alle, mereka saling memuji satu sama lain, mereka melupakan seseorang yang sudah meledakkan bom dalam dirinya saat ini.


Dia selertinya di landa cemburu melihat Alle tersenyum manis pada laki- laki itu. Dia ingin protes tetapi terhenti karena Alle masih asyik berbincang dengan Juny dan juga Kevin sebelum memulai pemotretan. Akhirnya gunung pun meletus karena tidak tertahakan lagi melihat kejadian itu.


Dipta segera menarik Alle ke belakang tubuhnya, sehingga tertutupi dari padangan Kevin. Posisi tubuh Dipta juga membelakangi mereka. Kevin yang melihat itu hanya tersenyum lirih, karena sejak pertama dia berada di sana sudah memperhatikan gerak- gerik Dipta yang tidak suka, dan tatapan tajam yang di lontarkan padanya, . Sehingga Kevin pun menjadi kompor untuk bahan peledak disana. Haha haha haha haha kevin tertawa dalam hatinya, dia sudah berada di panggung pemotretan untuk pemotretan singelnya terlebih dahulu.


"Kenapa kau terlihat akrab padanya" Dipta dan Alle memulai drama lagi setelah dirinya sudah di buat panas membawa melihat Alle dengan lelaki itu.


"Karna dia adalah rekan kerja ku" ucap Alle, dengan pandangan pada Kevin di atas panggung. Dipta menyeritkan alisnya, kenapa Alle tidak melihatnya saat dia berbicara.


"Aku sedang bertanya kepada mu!" ucap Dipta menangkupkan kedua tangannya di wajah Alle dan membawanya untuk melihatnya,


"Kenapa? Kau sudah tahu dia model yang akan di dampingkan dengan ku pada pemotretan busana ganda ini? Apa lagi yang salah?" tanya Alle menatap lekat pada Dipta.


"Kenapa harus laki- laki?" tanya Dipta,


"Apa kau sebodoh itu? Ini adalah busana couple, sudah pasti pria dan wanita" jawab Alle,


"Kenapa dia menggoda mu tadi? Senyuman laki- laki itu sangat buruk" ucap Dipta yang merasa senyuman Kevin sangat menggoda wanita seperti tadi, dia tidak suka dengan itu.


"Dimananya yang menggoda, kami hanya berkenalan saja" lanjut alle,


Seketika Alle tersenyum dengan senyuman licik nya, dia memikirkan sesuatu saat ini, Dipta yang tidak mengetahuinya dan merasa aneh dengan senyuman itu mengerutkan dahinya, penasaran.


"Apa, apa? Kenapa kau tersenyum seperti itu? Menakutkan!" ucap Dipta yang memalingkan wajahnya dan melepaskan tangannya dari wajah Alle,


"Hihihi,, apa kau sedang cemburu?" tanya Alle,


"sepertinya kau sedang cemburu, mempermasalahkan hal itu, kami hanya berkenalan" goda Alle pada Dipta, saat ini wajah Dipta sudah seperti tomat saat ini, dia berusaha menyembunyikannya, jantungnya juga berdetak sangat kencang, ingin rasanya dia tersenyum, tetapi dia harus menjaga image nya di depan wanita ini,.


Sebelum Dipta menjawabnya, Alle pun langsung berlalu dari sana, karena sudah saatnya untuk pemotretan single nya dimulai, di pun menaki panggung dengan di bantu oleh Kevin yang mampu membuat Dipta memanas di seberang sana. Setelah membantu Alle, Kevin pun turun dan berjalan ke arah Dipta berdiri,


"Dia terlihat sangat cantii" ucap Kevin yang sudah berada di samping Dipta. Dipta mengacuhkannya, karena merasa kesal dengan kata itu, dia berusaha untuk tidak terpancing lagi,


"Jika kau tidak gercep, maka kau akan kehilangan wanita itu" ucap Kevin lagi, dan itu mampu membuat emosi Dipta tidak terkontrol lagi,

__ADS_1


"Apa maksud mu" jawab Dipta sedikit mendorong bahu Kevin karena emosi. Untungnya kevin tidak terjatuh karena pertahanan kakinya yang kuat sehingga tubuhnya saja yang sedikit tergeser.


Kevin hanya tersenyum tidak menanggapi hal tersebut, dia berlalu dari sana dan menaiki panggung pemotretan untuk bergabung dengan Alle, melaksanakan pemotretan couple mereka.


Di atas panggung, mereka bermain kemistri layaknya seperti sepasang kekasih, supaya thema busana tersebut dapat pada kemistri mereka. Kevin menambahkan adengan mesra saat pemotretan seperti seakan mencium pipi Alle, dan menggandeng pinggang Alle, dia sangat profesional dalam pekerjaannya. Alle pun demikian mendalami adegan, tidak memperdulikan gunung berapi yang sudah meletus beberapa kali di seberang mereka.


"Sepertinya lelaki itu menyukai mu" ucap Kevin kepada Alle saat dalam pemotretan, itu membuat mereka mendapatkan kemistri mesra,


Alle sedikit melirik Dipta,


"Apa dia yang kau maksud,?" ucap Alle menunjuk dengan lirikan matanya.


"Saat ini wajahnya seperti kepiting rebus karena menahan marah, apa kalian adalah pasangan?" tanya Kevin memastikan, karena sikap lelaki itu menandakan bahwa Alle adalah miliknya.


"Tidak sama sekali, kau hanya berlebihan, mengartikannya" jawab Alle, karena selama ini dia dan juga Dipta hanya berdebat sepanjang hari, bagaiman mereka akn menjadi seorang pasangan akan hancur hari- harinya nanti.


"Jangan terlambat menyadarinya" ucap Kevin dan mereka pun melanjutkan pemotretan mereka.


Sedangkan Dipta tidak tahu sudah berapa kali dia mengumpat karena sikap lelaki itu pada Alle, dengan kedekatan mereka. Dipta sempat berfikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih, tetapi dia segera menepiskan, tidak tahu karena alasan apa dia bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki hubungan.


Akhirnya pemotretan pun selesai dan mereka sudah sibuk untuk membereskan sisahnya, Alle juga sudah berganti pakaian dan akan segera pulang ke rumahnya karena sudah kelelahan, sementara Kevin masih melakukan pemotretan di devisi lain. Dia baru saja di kontrak disana tetapi karena ketampanan dan postur tubuhnya yang bagus membuatnya cepat di rekrut oleh devisi lain juga.


Alle memakai pakaian traning berpasangan saat ini karena selain nyaman, dia juga terlihat longgar dan lembut sehingga lelahnya tidak terlalu double jika memakai pakaian ketat saat ini.


Dipta yang melihatnya keluar dari ruangan rias berinisiatif untuk memotretnya menggunakan ponsel, karena Alle sangat lucu memakai traning karakter kelinci yang imut seperti itu. Sebelum akhirnya dia menghubungi seseorang untuk menjempunya pulang. Alle juga permisi untuk pualng terlebih dahulu, karena dia sudah menyelesaikan pekerjaannya hari ini.


Flash Back Off


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2