
Episode 14
Tiba harinya untuk melakukan pembukaan perusahaan baru yang di dirikan oleh perusahaan besar HW. Semua persiapan sudah sempurna, para undangan pemilik perusahaan yang sudah di ajak bekerja sama dan juga orang penting di perusahaan tersebut. Tidak lupa juga para karyawan yang ingin bekerja di sana dan juga utusan dari setiap perusahaan cabang group HW.
Pemilik perusahaan sudah berada di depan perusahaan dan terlihat pita panjang yang di berikan hiasan disana. Dipta telah memegang gunting di tangan nya dan akan segera meresmikan pembukaan tersebut.
Prok prok prok prok
Suara tepuk tangan yang meriah tersengar dari hadirin yang menyaksikan pemotongan pita tersebut. Dan mereka pun memasuki ruangan perusahaan itu dan mereka merayakan nya. Semua para orang yang menghadiri perayaan tersebut memberikan kata selamat kepada Dipta setelah melakukan pidato pembukaan.
"Terimakasih para bapak dan ibu yang sudah menyempatkan waktu untuk dapat menghadiri pembukaan perusahaan ini. Perusahaan HJ group ini adalah salah satu cabang perusahaan HW yang bergerak dalam bidang setiap design. Kedepan nya mohon arahan dan bimbingan dalam kerja sama semua nya. Terimakasih banyak saya ucapkan kepada hadirin sekalian dari keluarga Wijaya"
Semua kata- kata pujian dan ucapan terimakasih menjadi pengisi pidato Dipta dalam acara pembukaan tersebut. Semua rencana yang telah di rancang sebelumnya berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.
Dipta akhirnya menerima sebagai direktur umum pada perusahaan itu karena desakan dari ayah dan di dukung oleh ayah dan bunda nya. Sementara Justin dan juga Pricilya ikut mempropokasi mereka. Sehingga mau tidak mau Dipta pun menerima usulan itu dengan berat hati.
Perusahaan itu di beri nama dengan singkatan nama Dipta dan juga Justin, karena mereka yang membangun perusahaan tersebut yaitu group HJ. Perusahaan itu sekarang telah resmi di buka. Para pekerja disana sudah sibuk dengan setiap bidang mereka. Setelah selesai acara dan jamuan pembukaan mefeka langsung bekerja seperti biasanya di perusahaan mereka sebelumnya. Dan pembukaan karyawan baru juga sudah di sebarkan.
####
Hari ini Alle ikut dengan Ayah nya untuk melakukan bakti sosial kepada anak panti asuhan yang Mertin dirikan. Mereka membawa semua yang perlu dengan pelaksanaan bakti sosial tersebut. Mereka menuju panti asuhan Sejati salah satu panti asuhan yang di bangun oleh Martin.
Setelah tiba disana terlihat para anak- anak sedang berbondong- bondong menyambut kedatangan mereka. Para penjaga panti juga sudah berdiri di dapat panti tersebut menunggu kedatangan mereka.
__ADS_1
Alle yang baru keluar dari mobil, di sambut oleh para anak- anak itu dengan senang. Anak- anak tersebut menyalami Alle dan menyapanya dendan sopan. Alle di buat senang oleh mereka. Begitu pun dengan ayah nya.
"Apakah kalian sudah makan? Kegiatan apa yang kalian lakukan hari ini? Apakah hari ini menyenangkan buat kalian?" Alli berjongkok menyetarakan tinggi badan nya dengan anak- anak tersebut. Mereka hanya menjawab Alle dengan anggukan kepala tanda setuju dan di iringi dengan senyuman.
Sementara pak Martin menemui penjaga panti tersebut dan sebagian berkerja untuk memindahkan barang yang sudah mereka bawa di dalam mobil nya. Mereka mengeluarkan barang tersebut dari mobil dan membawa nya ke dalam panti. Barang itu berupa alat pelajaran, baju, dan juga barang mainan untuk anak- anak tersebut.
Sementara Alle mengajak anak- anak disana untuk bermain di taman bermain sekitar panti bersama mereka. Semuanya terlihat sangat bahagia tertawa lepas dan sesekali mereka kejar- kejaran antara satu sama lain.
Di sudut lain terlihat seseorang memperhatikan mereka dengan lekat. Berusaha mengenali siapa wanita dewasa yang di kerumunan anak- anak itu. Terlihat tidak asing di pikirannya. Dia menyunggingkan senyum di bibir nya kemudian berlalu dari sana.
Lelaki tersebut memasuki ruangan panti yang sudah terdapat disana pak Martin dan penjaga panti sedang duduk dan berbincang.
"Selamat sore" sapa lelaki itu mengetuk pintu untuk menandakan bahwa dia berada di sana.
Dipta kemudian masuk dan duduk bersama mereka. Dipta melihat orang di sampingnya sepertinya dia tidak terlalu mengenali orang itu. Telihat guratan bingung di raut wajah nya. Penjaga panti pun melihat kebingungan itu dan memperkenalkan orang tersebut.
"Pak Harry perkenalkan beliau adalah pemilik panti asuhan ini dan beliau berkunjung hari ini menyempatkan waktu nya." jelas penjaga panti itu.
"Oh, perkenalkan saya Harry pak, saya sering datang ke sini hanya untuk sekedar berkunjung" Dipta segera memperkenalkan diri kepada orang yang berada di sampingnya tersebut.
"Saya Martin, saya juga hanya berkunjung" jawab Martin. Mereka salaing merendahkan diri satu sama lain. Merendah untuk meroket sepsrtinya kedua manusia ini. Mereka adalah pemilih donasi terbesar di panti asuhan tersebut. Tetapi hanya memperkenalkan diri sebagai orang yang sekedar berkunjung. Sepertinya tidak masuk akal, jika hanya berkunjung, mereka benar- benar merendah.
Kemudian mereka pun berbincang sekitar panti tersebut. Banyak yang mereka bahas seputar panti dan juga anak- anak yang berda disana. Setelah selesai, Dipta pun permisi untuk pulang terlebih dahulu karena masih ingin mengerjakan hal lain dan dia berpamitan.
__ADS_1
Di perjalanan keluar dari ruangan panti tersebut. Dipta masih melihat ke arah dia melihat kumpulan anak- anak sebelum dia memasuki ruangan tadi nya. Sekarang juga dia masih melihat anak- anak tersebut berada di taman itu.
Mereka sekarang sedang duduk dengan wanita di depan mereka, seprtinya mereka bercerita tentang sesuatu. Terlihat sanagt serius dan sesekali mereka menjawab dan tertawa.
Dipta memperhatikan wanita itu begitu lekat tanpa terlewat sedikit pun. "Berbeda" hanya kata itu yang keluar dari mulut Dipta. Sembari dia tersenyum dan kemudian melangkah kan kaki nya menuju keberadaan mobil nya.
Dia meninggalkan panti asuhan tersebut dan melajukan mobil nya ke tempat tujuan berikut nya. Sepeninggalan Dipta, Alle memang terlihat sedang bercerita tentang si K*nc*l dan b*aya kepada anak- anak tersebut.
Setelah di rasa sudah selesai bercerita dan sudah larut sore, Alle pun mengajak mereka masuk ke ruangan panti untuk makan bersama.
"Sampai disitu ceritanya tamat deh" Alle mengakhiri ceritanya.
"Kenapa sudah tamat kak, kami masih ingin mendengar cerita nya lagi" jawab satu anak di antara mereka.
"Kita akan bercerita kembali, dengan cerita yang berbeda. Tetapi tidak hari ini, kita akan bercerita di lain hari yah. Sekarang kita masuk dan makan bersama" ajak Alle dan mereka pun meng iyakan nya. Kemudian mereka bergegas masuk dan makan bersama.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah
__ADS_1