CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 67


__ADS_3

Episode 67


Begitu sambungan telepon terhubung, orang yang sedang berada di seberang pun langsung menyahuti Dipta.


"Ada apa?" tanya Alle dari seberang telepon,


"Kenapa kau tidak masuk kerja hari ini?" tanya Dipta dengan nada yang kesal. Dia melajukan mobilnya saat lampu merah berganti menjadi warna hijau.


"Ada apa? Tidak apa- apa" ucap Alle yang sedang sibuk memilih- milih belanjan bersama bu Rusmi. Bu Rusmi yang mendengar Alle sedang berbicara di telepon penasaran siapa yang menghubungi Alle.


"Siapa?" tanya bu Rusmi dengan suara yang kecil kepada Alle,


"Bos gila bu" jawab Alle yang sangat jelas di dengar oleh bu Rusmi, begitu juga dengan Dipta di seberang sana.


"Hei siapa yang kau bilang bos gila? Huh!" teriak Dipta yang tidak terima jika dirinya di anggap sebagai bos gila.


"Memang kau gila. Pasti kau menelepon aku karena tidak berani di ruangan sendiri kan?" ucap Alle yang sudah mengerti kenapa Dipta menghubunginya.


"Tidak!!" Dipta berkilah, bukan sepenuhnya dia tidak berani di ruangan.


"Jika tidak, kenapa kau menghubungi ku di jam kerja seperti ini?" ucap Alle. Dia yakin kalau Dipta tidak akan bekerja saat ini.


"Mungkin aku sedang tidak mood bekerja saja. Bukan karena tidak berani tinggal diruangan kerja sendirian" batin Dipta menyemangati dirinya.


"Kau dimana?" tanya Dipta kemudian, dia tidak tahu kemana arah tujuannya sekarang. Lebih baik dia menemui Alle.


"Bukan Urusan mu" jawab Alle ketus,


Dipta terdiam sejenak ketika Alle mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


"Kau benar itu bukan urusan ku. Kenapa aku mencarinya? bodoh!" batin Dipta merasa aneh dengan dirinya sendiri.


"Sedang berbelanja dengan bu Rusmi di super market"lanjut jawab Alle yang mengerti kenapa Dipta terdiam. Salah satu sikap yang tidak bisa di bantah. Begitulah fikirnya.


"Aku sedang tidak ada pekerjaan. Kau kirimkan aku alamatnya" ujar Dipta.


"Tidak ada pekerjaan otak mu!!! Pekerjaan kantor mau kau kemanakan? Jangan bilang kau tinggalkan begitu saja" teriak Alle. Alle kawatir jika besok dia akan menemui tumpukan berkas di mejanya karena Dipta.


"Kau akan mengerjakannya besok kan?. Jadi aku tinggalkan saja di kantor" jawab Dipta dengan entengnya.


"Kau mau mati huh!!" bentak Alle. Bagaimana dia akan mengerjakan tumpukan berkas itu besok. Sungguh melelahkan.


"Kirimkan lokasi mu. Tugas kantor sudah di bereskan. Apa kau lupa aku adalah pemiliknya?" ucap Dipta.


"Ya. Ya. Ya." jawab Alle, langsung mengakhiri sambungan telepon mereka. Segera dia mengirimkan lokasi pada Dipta.


Dia pun melajukan mobilnya sesuai dengan lokasi yang di kirimkan Alle. Beberapa menit kemudian Dipta sudah tiba di supermarket yang dimaksud oleh Alle. Dia memarkirkan mobilnya dan segera memasuki super market tersebut.


Banyak orang berlaluan disana. Ibu- ibu sibuk berbelanja dan para penjual yang ada di super market tersebut. Pandangan semua orang tertuju pada mahluk Tuhan yang baru saja memasuki super market tersebut.


"Waah indahnya pemandangan itu"


"Bagaimana mahluk seperti itu bisa ada di sini?"


"Siapa gerangan lelaki tampan itu?"


"Ciptaan Tuhan yang begitu sempurna"


Begitulah ucapan yang keluar dari para pengunjung dan penjaga tokoh. Tidak sedikit yang berteriak histeris melihat Dipta berjalan dengan santai disana.

__ADS_1


Dipta sibuk dengan ponselnya, mencari- cari dimana Alle berada di dalam tokoh itu. Dia berniat menghubungi Alle supaya dia bisa menemukannya dengan cepat. Tetapi sebelum Dipta menghubunginya, dia terpaksa menghentikan langkahnya di karenakan dia di tabrak oleh orang lain.


Bruk


Suara belanjaan yang terjatuh tepat di depan Dipta. Dia melirik siapa yang menabraknya. Seorang wanita paruh baya menabraknya tidak sengaja. Tumpahan air dari barang yang di bawa wanita tersebut membasahi baju Dipta.


"Apa kau tidak bisa melihat jalan?" bentak Dipta. Dia sangat marah karena di tabrak oleh wanita itu dan bajunya kotor karena tumpahan air.


"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja" ucap wanita itu dan mengulurkan tangannya bermaksud untuk membersihkan baju Dipta.


"Jangan menyentuh ku!!" bentak Dipta. Dia tidak suka di sentuh oleh orang lain yang bahkan dia tidak mengenal siapa orang itu.


"Maafkan saya tuan. Maafkan saya" lirih wanita itu dengan menundukkan tubuhnya sebagai permintaan maaf.


"Berhati- hatilah lain kali. Baju saya jadi kotor begini" ujar Dipta masih dengan suara yang membentaknya.


Berulang kali wanita itu minta maaf dan membungkukkam tubuhnya. Dipta sama sekali tidak menghiraukannya. Dia sibuk dengan pakaiannya yang saat ini menjadi kotor sehingga dia tidak merasa nyaman dengan pakaian itu. Dia sibuk menggerutu dan mengeram karena kejadian itu.


Karena keributan tersebut. Perhatiaan Alle teralih ke kerumunan orang yang ribut tersebut. Alle pun menghampiri mereka. Dia melihat siapa gerangan yang sedang ribut- ribut di super market seperti ini. Dia melangkah dan memperjelas melihat siapa orang yang ada disana, apakah dia mengenalnya?


"Oh astagah!!! anak ini selalu saja menyusahkan ku" ucap Alle menepuk jidatnya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga 😄😄😄


Ayo para readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini 🤗😍


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah😍😍🤗

__ADS_1


__ADS_2