CEO TAMPAN ITU SUAMI KU

CEO TAMPAN ITU SUAMI KU
Episode 78


__ADS_3

Episode 78


Beberapa saat kemudian Dipta pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi pinggangganya. Dia mengalihkan pandangannya ke sekitar kamar dan mendapati Alle yang sedang sibuk dengan ponselnya tanpa mengetahui bahwa Alle sudah selesai mandi.


Dipta pun langsung menuju ruang ganti untuk memakai bajunya kembali. Setelah selesai dia pun menghampiri Alle yang berada di atas tempat tidur sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.


"Kau sedang melihat apa? serius bangat" ucapnya sambil mendudukkan tubuhnya di tepi tempat tidur.


"eh kau sudah selesai mandi?" jawan Alle yang tersadar dan meletakkan ponselnya di atas nakas yang berada di samping tempat tidur tersebut.


"Sudah dari tadi aku selesai mandi. karna terlalu sibuk dengan ponsel mu, makanya kau tidak menyadarinya." jawab Dipta


"Oh" Alle hanya ber-oh ria menjawabnya. Kemudian dia mengambil alih handuk yang ada di tangan Dipta dan mengeringkan rambut nya.


"Tadi Bunda bilang apa?" tanya Dipta yang sedang menatap Alle dengan mengangkat sedikit kepalanya supaya dapat menjangkau Alle


"Bunda berpesan kita untuk datang berkunjung ke rumah utama" jawab Alle


"Baiklah nanti siang kita akan berangkat ke rumah Bunda," jawab Dipta sambil menata rambutnya dengan tangannya.


"Kenapa harus siang? kenapa tidak sekarang saja?" tanya Alle,

__ADS_1


"Kita kan tidak ada acara lain hari ini, jadi kita bisa datang ke rumah Bunda dengan lebih awal" lanjutnya


"Kita ke rumah Bunda nya agak siangan, karena pagi ini kita ada acara yang lebih penting" jawab Dipta sambil menatap Alle dengan penuh arti


"Apa?" tanya Alle dengan kebingungan.


Dipta mengangkat tangannya dan meletakkannya di pinggang Alle, sehingga tubuh Alle otomatis bergerak mendekat ke hadapannya.


Alle yang mendapatkan perlakuan yang seperti itu pun merasa kaget dengan detak jantung yang sudah tidak bisa di kontrol lagi.


"Ada apa? sepertinya akan lebih baik jika kita segera berangkat ke rumah Bunda" ucap Alle dengan mendorong tubuhnya supaya menjauh dari tubuh Dipta.


Tetapi Dipta semakin mengeratkan pelukannya yang membuat Alle semakin mendekat kepada Dipta


"Jika kita telat sampai rumah bunda tidak akan marah, karena kita sedang membuat cucu untuk mereka" jawab Dipta dengan tatapan menggoda serta seringai di bibirnya.


kini Alle merasa sudah kehabisan alasannya untuk berdebat dengan Dipta, detak jantungnya sudah tidak beraturan lagi, di sertai dengan pipinya yang dia yakini sudah sangat merona.


Karena tidak mendapatkan jawaban dari Alle, Dipta pun memutuskan bahwa Alle sudah mengetahui apa yang sedang dia pikirkan saat ini,


Dipta pun mengiring tubuh Alle dengan perlahan untuk berbaring kembali di tempat tidur, dengan gerakan perlahan tetapi pasti Dipta menindihkan tubuhnya pada Alle,

__ADS_1


Dipta dengan perlahan bergerak mendekati Alle, yang mengakibatkan jarak antara wajah mereka sangat dekat, bahkan mereka dapat merasakan hembusan nafas mereka satu sama lain.


Dipta mengangkat tangannya dan membelai wajah Alle dengan sangat lembut, kemudian ibu jarinya bergerak mengusap bibir Alle yang berwarna merah muda, yang membuat nya semakin seksi,


Alle yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun sudah tidak dapat lagi berbuat apa pun,


tatapan Dipta tertuju pada bibir Alle, dengan perlahan tapi pasti Dipta mencium dan merasakan bibir Alle yang sekarang sudah menjadi istrinya, Ciuman itu berlangsung sangat lama, dan semakin menuntut.


Dipta pun mengakhiri ciuman itu, dengan deruan nafas yang tidak beraturan, Dipta berusaha menahan hasrat yang ada pada dirinya, yang menginginkan lebih dari sekedar itu. tetapi dia harus memastikan terlebih dahulu kepada Alle,


Dengan tatapan yang mendamba, Dipta memandang Alle dan menanyakan apa yang sedang dia pikirkan saat ini,


"Are you ready for this?" ucap Dipta dengan sangat hati- hati, supaya tidak membuat Alle merasa syok


Alle yang mendapatkan pertanyaan seperti itu merasa malu, dalam hatinya "Kenapa kau harus menanyakan nya kepada ku? aku sangat malu" andai Alle dapat mengungkapkan isi hatinya, Alle hanya tersenyum tipis untuk menjawab pertanyaan Dipta, seolah olah dia sudah memberikan ijin kepada suaminya itu untuk menjamah tubuhnya,


"Thank you" bisik Dipta di telinga Alle, setelah mendapatkan ijin darinya,


Dipta kembali ******* bibir Alle dengan sangat mesra dan hangat.


Setelah puas dengan bibir lembut itu, Dipta akan berpindah kebagian yang lainnya, tetapi sesuatu menghalangi mereka.

__ADS_1


****


*Bersambung


__ADS_2